Sejarah Lari Estafet

Lari Estafet (bahasa Inggris: Relay race) atau lari sambung dimulai dari bangsa Aztek, Inka, dan Maya bertujuan untuk meneruskan berita yang telah diketahui sejak lama. Di Yunani, estafet obor diselenggarakan dalam hubungannya dengan pemujaan leluhur dan untuk meneruskan api keramat ke jajahan-jajahan baru. Tradisi api olimpiade berasal dari tradisi Yunani tersebut.

Lari estafet 4 x 100 meter dan 4 x 400 meter bagi pria dalam bentuk sekarang ini, pertama-tama diselenggarakan pada olimpiade tahun 1992 di Stockholm. Estafet 4 x 100 meter bagi wanita sejak tahun 1928 menjadi nomor olimpiade dan 4 x 400 meter dilombakan sejak tahun 1972.


Legenda Atlet Lari Estafet [Sumber]

Lee Edward EvansLee Edward Evans adalah seorang mantan atlet Amerika. Dia juga pernah memenangkan dua medali emas di Olimpiade 1968.

Ia mencatatkan namanya dalam rekor dunia pertama kali di tahun 1966. Ia saat itu menjadi bagian dari tim nasional Amerika Serikat. Ia memecahkan 4X400 meter dalam lari estafet dan menjadikan tim nya sebagai tim terbaik dengan catatan waktu 3 menit saja untuk lari tersebut. Di tahun 1967, ia kembali mencetak rekor di Pan American Games.

Evans memenangkan dua emas dalam lari estafet 4X400 m relay team dan waktu tercepat dari aktifitas tersebut, 2:56:16. Kedua rekornya ini ditetapkan sebagai rekor dunia yang hampir selama 20 tahun tidak pernah berubah.

Setelah memenangkan AAU 400 tahun 1969 dan 1972, Evans hanya bisa finish di urutan keempat pada percobaan Olimpiade 1972. Namun di ajang ini, Amerika tidak menerjunkan tim lagi karena Vincent Matthews dan Wayne Collet diberhentikan karena kasus demonstrasi upacara medali. Setelah tahun 1972 ia menjadi atlet profesional dan kembali menjadi atlet amatir di tahun 1980.

Artikel yang berhubungan dengan Lari Estafet

Aturan lainnya:

Pengertian Lari Estafet

Lari Estafet
Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba lari pada perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting. Dalam satu regu lari sambung terdapat empat orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari berikutnya. (Wikipedia)  

Artikel yang berhubungan dengan Lari Estafet

Aturan lainnya:

Teknik dasar start, lari dan finish untuk Lari Jarak Jauh

berlari
Tahap I
Melakukan teknik dasar start, lari dan finish dengan gerakan finish dari sikap berdiri :
  • Berdiri menghadap arah gerakan.
  • Saat aba-aba "hop" lari ke depan bersamaan kedua lengan diayun ke depan dan salah satu kaki dilangkahkan ke depan.

Tahap II
Melakukan teknik dasar start, lari dan finish dengan gerakan finish diawali dari posisi melangkah :
  • Pada aba-aba "hop" langkahkan kaki belakang ke depan dilanjutkan berlari ke arah garis di hadapan, hingga melewatinya (finish).
  • Latihan dilakukan secara berkelompok, untuk menanamkan nilai-nilai kerjasama, keberanian, sportivitas.
  • Orang yang sudah melakukan kembali ke barisan belakang.

Tahap III
Melakukan koordinasi teknik dasar start, lari dan finish dengan gerakan finish diawali dengan gerakan lari :
  • Lakukan gerakan lari jarak menengah.
  • Saat aba-aba "hop" lari ke depan bersamaan kedua lengan diayun ke depan dan salah satu kaki dilangkahkan ke depan.
  • Latihan dilakukan secara perorangan atau berkelompok, untuk menanamkan nilai-nilai kerjasama, keberanian, sportivitas.

Artikel yang berhubungan dengan lari jarak jauh:

Aturan lainnya:

Teknik Dasar Lari Jarak Jauh

Start berdiri
Teknik dasar Lari

Lari jarak jauh adalah lari yang menempuh jarak 5.000 meter dan 10.000 meter. Start pada lari jarak jauh menggunakan start berdiri. Untuk teknik dasar lari jarak jauh, posisi badan condon ke depan dengan membentuk sudut ±10°. Kedua lengan diayunkan secara santai beberapa sentimeter di atas pinggang. Pendaratan telapak kaki menggunakan sisi luar kaki bagian tengah.

Latihan untuk teknik dasar lari:
Latihan ini dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai kerjasama, keberanian, dan sportivitas.

Tahap 1. 
Berlari pada garis lurus melewati tanda titik-titik untuk mengatur lebar langkah lari jarak jauh. Caranya, Lakukan teknik dasar lari dengan mengitari lapangan basket/voli/sepak bola atau yang lainnya,lakukan sselama 1 - 2 menit. Latihan ini dapat dilakukan secara perorangan, berpasangan atau kelompok.

Tahap 2. 
Pada tahap ini latihan berlari dilaksanakan berkelompok antara 4 s/d 7 orang dalam satu formasi berbanjar. Cara melakukannya adalah, Pelari yang paling depan memberikan aba-aba "ya" dan pelari yang berada di belakang berlari ke depan melewati samping formasi barisan dengan teknik dasar lari jarak jauh, dan seterusnya. Kegiatan in dapat dilakukan dilakukan selama kurang lebih 2 s/d 3 menit.

Tahap 3. 
Sama seperti Tahap 2, pada tahap 3 dilakukan secara berkelompok 4 s/d 7 orang dalam satu formasi berbanjar menggunakan tongkat estafet. Salah seorang mengoper tongkat ke belakang dengan cara dijulurkan ke belakang. Orang yang berada di belakang mengambilnya, dan yang terakhir menerima tongkat berlari ke barisan depan sambil membawa tongkat, dan kembali memberikan pada yang di belakangnya. Lakukan latihan ini selama ± 2 — 3 menit.

Teknik dasar start berdiri untuk lari jarak jauh

Tahap I. 
Persiapan untuk melakukan start menggunakan hitungan satu (1). Berdiri sikap melangkah menghadap arah gerakan. Kedua lutut direndahkan dan pandangan ke depan.

Tahap II. 
Memindahkan berat badan pada kaki depan pada hitungan 2 (dua). Berat badan dibawa ke depan, kedua lengan siap seperti gerakan berlari.

Tahap III. 
Mengayun kaki belakang ke depan dan menolakkan kaki depan, pada hitungan III (tiga).Ayunkan kaki belakang ke depan dengan lutut tertekuk dan kaki depan menolak ke tanah.


Teknik Pernapasan ketika Lari Jarak Jauh

Ketika berlari maka secara alami seorang akan kehabisan napas, karena oto-otot membutuhkan oksigen lebih banyak saat melakukan aktivitas fisik. Selain itu paru-paru juga bekerja lebih keras untuk menyerap oksigen dari udara. Memiliki pola pernapasan yang efisien saat berlari akan membuat seorang lebih efisien dalam mendapatkan oksigen ke otot, sehingga meningkatkan daya tahan dan bisa berlari lebih jauh dan lebih nyaman.

Langkah-langkah untuk membantu mengembangkan pola pernapasan ketika berlari yaitu:

1. Bernapas dari mulut
Dengan menggunakan mulut untuk bernapas memungkinkan lebih banyak oksigen yang masuk dan karbon dioksida yang keluar dibandingkan dari hidung. Jika bernapas menggunakan hidung, otot wajah akan terlihat mengencang dan tegang. Sedangkan napas melalui mulut ketika berlari akan mendorong otot-otot wajah untuk rileks, sehingga menciptakan ketenangan dan lebih santai. Jika sudah merasakan kehabisan napas maka perlambat sedikit larinya.

2. Sering gunakan pernapasan perut
Bernapaslah dari perut atau diafragma dan jangan bernapas dengan dada. Cara melatihnya dengan berbaring terlentang dan lihat gerakan perut saat bernapas. Jika seorang bernapas dengan benar, maka perut naik dan dada turun setiap napas, sementara daa kurang bergerak. Lakukan teknik ini saat berlari.

3. Mengambil napas pendek dan dangkal
Menarik napas  terlalu panjang dan dalam bisa membuat seseorang tidak mampu berlari jauh atau lama, untuk itu bernapaslah pendek secara dangkal sehingga lebih mudah mengatur napas.

4. Lakukan napas dengan berirama
Hal utama yang perlu diingat adalah sebaiknya menarik dan mengeluarkan napas secara konsisten atau berirama, terlepas dari seberapa cepat seseorang berlari.

5. Dengarkan napas
Gunakan telinga untuk mengontrol pernapasan. Jika mendengar napas mulai terengah-engah maka kurangi kecepatan berlari, jika sudah mulai stabil bisa secara perlahan ditingkatkan kecepatannya.
Bernapas sangat penting untuk sang pelari jarak jauh, yang dibutuhkan saat pelari jarak jauh adalah bertahan tetap berlari dan kecepatan bukan hal yang utama.


Teknik Melewati Garis Finish

Biasanya sebelum mencapai garis finish, pelari berlari lebih cepat untuk memperebutkan posisi terdepan. Ketika mencapai garis finish pelari menjatuhkan salah satu bahu ke depan, membungkukkan badan atau membusungkan dada.


Artikel yang berhubungan dengan lari jarak jauh:

Aturan lainnya:

Pengertian Lari Jarak Jauh

Lari Jarak Jauh
Lari jarak jauh adalah salah satu cabang olahraga atletik yang mengutamakan ketahanan fisik saat berlari yang menempuh jarak 3000 meter sampai 5.000 meter.

Lari Jarak Jauh disebut juga Maraton adalah ajang lari jarak jauh sepanjang 42,195 km (26 mil dan 385 yard) yang dapat ditempuh sebagai lomba di jalan raya maupun luar jalan raya (offroad). Nama maraton berasal dari legenda Pheidippides, seorang prajurit Yunani, yang dikirim dari kota Marathon, Yunani ke Athena untuk mengumumkan bahwa bangsa Persia telah dikalahkan pada Pertempuran Marathon. Dikisahkan bahwa ia berlari tanpa berhenti tapi meninggal begitu berhasil menyampaikan pesannya tersebut.


Artikel yang berhubungan dengan lari jarak jauh:

Aturan lainnya:

Contoh Program Latihan Lari Jarak Menengah

pelari
Lari Jarak menengah menempuh jarak 800 meter, 1500 meter untuk putri. Sedangkan untuk putra yaitu menempuh jarak 800 meter, 1500 meter, dan 3000 meter.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam menguasai lari jarak menengah, selain mengetahui taknik lari jarak menengah, sebagai atlit lari kita juga perlu sebuah latihan agar tubuh kita terbiasa dan beradaptasi dengan kegiatan lari yang jaraknya jauh.

Berikut ini kami sajikan beberapa contoh bentuk latihan yang diperlukan dalam Lari jarak menengah,...
  • Latihan Lari Jarak Menengah 800 m. Berlatihkan dengan menempuh jarak 1.200 m sampai 2000 m dengan kecepatn lebih lambat dari kecepatan lari 800 m. Tujuan latihan lari ini adalah untuk meningkatkan daya tahan, menguatkan otot-otot kaki serta organ tubuh lainnya.
  • Selanjutnya latihlah fisik anda dengan berlari menempuh jarak 1.200 m, 1.600 m, atau 2.000 m dengan kecepatan lebih kurang setengah kecepatan lari 800 m. Pada sesi latihan ini berguna untuk menyesuaikan diri pada lapangan, memantapkan gaya dan irama lari, serta menyelaraskan pernapasan dengan gerakan kaki dan tangan.
  • Latihan selanjutnya dengan mengurangi jarak, yakni berlari dengan jarak 1.000 m sampai 1.200 m dengan kecepatan lebih kurang tiga perempat dari kecepatan lari 800 m dan dilakukan dua kali seminggu. Latihan ini untuk memelihara stamina tubuh.
  • Untuk mengingkatkan kecapatan berlari cobalah untuk berlari jarak pendek 100 m sampai 400 m dengan kecepatan sprint. 
Artikel yang berhubungan dengan lari jarak menengah:

Aturan lainnya:

Teknik Lari Jarak Menengah

Lari Jarak Menengah
Lari jarak menengah menempuh jarak 800 m dan 1500 m. start yang digunakan untuk lari jarak menengah nomor 800 m adalah start jongkok, sedangkan untuk jarak 1500 m menggunakan start berdiri. Pada lari 800 m masing –masing pelari berlari di laintasannya sendiri, setelah melewati satu tikungan pertama barulah pelari–pelari itu boleh masuk ke dalam lintasan pertama Hal yang perlu diperhatikan pada lari jarak menengah adalah penyesuaian antara kecepatan dan kekuatan / stamina dari masing -masing pelari.

Teknik dasar lari jarak menengah tidak sama dengan lari jarak pendek.  Karena dalam lari jarak menengah jarak yang harus ditempuh  lebih jauh, pelari jarak menengah harus pandai mengatur strategi agar dapat memenangkan perlombaan. Pelari jarak menengah harus pandai menghemat tenaga agar tidak sampai mengalami penurunan stamina pada saat perlombaan berlangsung. Berikut ini Kami sajikan teknik dasar lari jarak menengah:


Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh atlit pelari jarak menengah:
  • Langkah kaki, Gerakan langkah kai dilakukan lebih santai atau lebih lambat dari pelari sprint dan dengan langkah konstan dan terkoordinasi dengan baik.
  • Posisi tubuh, Kecondongan posisi tubuh dalam lari jarak pendek tidak seconding lari sprint, sedikit lebih rileks, dan pandangan ke depan.
  • Ayunan Lengan, Lengan mengyun ke depan dan ke belakang dalam ayunan terkoordinasi dengan gerakan kaki tangan depan yang ayunannya hamper pada ketinggian bahu.

Teknik Start Berdiri untuk Lari Jarak Menengah ( 1.500 m )
  1. Aba –aba “ bersedia”. Melangkah maju ke depan, berdiri tegak di belakang garis start.
  2. Aba –aba “ siap “. Mengambil sikap kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang, tidak menginjak garis start, badan condong ke depan.
  3. Aba –aba “ ya “. Mulai berlari dengan kecepatan yang tidak maksimal melainkan cukup setengah atau tiga perempat dari kecepatan maksimal.

Teknik Gerakan lari Jarak Menengah
  • Kepala dan badan tidak terlalu condong.
  • Sudut lengan antara 100 –110 derajat
  • Pendaratan pada tumit dan menolak dengan ujung kaki
  • Ayunkan kedua lengan untuk mengimbangi gerak kaki
  • Mengayunkan lutut kedepan namun tidak melebihi tinggi pinggul
  • Pada waktu menggerakkan tungkai bawah dari belakang ke depan tidak terlalu tinggi

Teknik Lari Jarak Menengah Saat Melewati Tikungan:
  • Berusahalah berlari sedekat mungkin dengan garis lintasan sebelah kiri
  • Putarkan keduan bahu ke kiri, kepala juga miring ke kiri
  • Sudut lengan kanan usahakan lebih besar daripada lengan kiri

Teknik Gerakan Memasuki Garis Finish

Cara memasuki garis finish
  • Lari terus tanpa mengubah sikap lari
  • Dada maju, kedua tangan lurus ke belakang
  • Salah satu bahu maju ke depan ( dada diputar ke salah satu sisi )
  • Kepala ditundukkan, kedua tangan di ayun ke belakang

Hal –hal yang perlu diperhatikan Saat memasuki garis finish
  • Frekuensi kaki dipercepat, langkah diperlebar
  • Jangan melakukan gerakan melompat pada saat memasuki garis finish
  • Perhatian di pusatkan pada garis finish
  • Apabila ada pita jangan berusaha meraih dengan tangan
  • Setelah melewati garis finish jangan berhenti mendadak 

Aturan lainnya:

Sejarah Lari Jarak Menengah

Lari Jarak Menengah
Tidak banyak ditemukan menganai sejarah tertulis tentang lari jarah menegah baik itu untuk kesehata ataupun prestasi, namun semua orang mengerti bahwa sejak manusia ada, sebenarnya telah dapat berjalan dan berlari.

Beberapa literatur menjelaskan bahwa lari bermula dari bangsa Yunani yang sedang dilanda peperangan antara kaum Yunani dan Persia di kota Marathonas Pulau Egina Yunani. Pasukan Persia mengalami kekalahan dan pasukan Yunani yang memenangkan perang, memerintahkan salah seorang pasukannya untuk membawa pesan.

Untuk mengabarkan pesan kemenangan, ditunjuklah seseorang untuk membawa pesan. Ia berlari ke Athena sepanjang 40.8 km (25.4 miles) dalam sehari, sesampainya di kota ia berteriak sambil berlari, namun akhirnya pingsan dan meninggal dunia.

Untuk mengenang kemenangan perang tersebut dan menghormati si pembawa pesan maka beberapa periode diadakan lomba lari dan semakin berkembang menjadi olah raga prestasi modern dan terpecah menjadi berbagai cabang lari.

Setelah mengalami berbagai event dan waktu, lomba ini berubah menjadi Olimpiade dan pada periode selanjutnya mendapat julukan olimpiade modern. Olah raga ini pun berkembang menjadi beberapa cabang yang dibagi dalam jarak tempuh tertentu.

Artikel yang berhubungan dengan lari jarak menengah:

Aturan lainnya:

Pengetian Lari Jarak Menengah

Lari Jarak Menengah
Lari jarak menengah adalah kegiatan berlari pada lintasan lomba yang jaraknya lebih panjang dibandingkan lari jarak pendek. Lari Jarak menengah menempuh jarak 800 meter, 1500 meter untuk putri. Sedangkan untuk putra yaitu menempuh jarak 800 meter, 1500 meter, dan 3000 meter. 
Sebelum berlari, peserta akan menempelkan telapak tangannya ke tanah. mata memandang ke depan. mengayunkan lengan seperlunya. menyondongkan badan ke depan secara vertikal.

Mengayunkan paha ke depan yang disesuaikan dengan panjang tungkai sambil mengangkat lutut lebih tinggi. pada lari jarak menengah kaki menapal bal hell-ball, dimana ujung kaki dan tumit menolak tanah menggunakan ujung kakinya. Pada hitungan ketiga dilakukan dengan cara berdiri. Poin penting pada lari jarak menengah ini adalah berlari seadannya. jangan terlalu memaksakan. Saat mendekati finish, pastikan kecepatan lari dipercepat.

Artikel yang berhubungan dengan lari jarak menengah:

Aturan lainnya:

Sejarah Olahraga Lari Jarak Pendek (SPRINT)

TENTARA yUNANI
Lari adalah salah satu cabang olahraga tertua di dunia. Sebelum menjadi sebuah cabang olahraga, lari sudah dikenal oleh peradaban-peradaban manusia kuno.

Atletik adalah event asli dari Olimpiade pertama pada tahun 776 sebelum Masehi di mana satu-satunya event adalah perlombaan lari atau stade. Ada beberapa “Games” yang digelar selama era klasik Eropa: Panhellenik Games The Pythian Game (dimulai 6 SM) digelar di Argolid setiap dua tahun. The Isthmian Game (dimulai 523 SM) digelar di Isthmus dari Corinth setiap dua tahun.

Pada zaman Kekaisaran Roma juga ada pertandingan ini. Sayangnya, pertandingan lari ini tidak berlangsung lama karena Kekaisaran Roma jatuh. Untuk lari modern mulai diorganisasikan 200 tahun lalu. Pada olimpiade modern yang pertama pada tahun 1896, olahraga lari dilombakan untuk pertama kalinya.

Artikel yang berhubungan dengan Lari Jarak Pendek

Aturan lainnya: