Sejarah Lempar Cakram

Relief Athena
Lempar cakram diperlombakan sejak Olimpiade I tahun 1896 di Athena, Yunani.

Bangsa Yunani purba telah mengenal atletik, dari kutipan sejarah yang ditulis Sunaryo Basuki terlihat adanya nomor lari, lompat, dan lempar cakram yang merupakan nomor atletik yang kita kenal sampai sekarang ini.

Gerakan dasar atletik telah dikenal sejak adanya manusia, tetapi perlombaan atletik termasuk lempar cakram (discus Throw) yang pernah dilakukan dalam cacatan sejarah baru terjadi pada zaman purba sekitar 1000 tahun sebelum masehi. Hal ini dapat diketahui dari buku pujangga Yunani yang ditulis oleh Homeros.

Dalam buku ini juga Homeros menceritakan pertualangan Odysseus. Bahwa pada suatu ketika Odysseus terdampar disebuah kepulauan yang kemudian ternyata bernama Phaeacia, rajanya bernama Alcinaus. Setelah Odysseus dibawa menghadap baginda maka diadakan penyambutan yang meriah. Dalam acara itu diadakan serangkaian perlombaan.pemuda-pemuda Phaeacia yang mempertujukan kemahirannya dalam lomba lari cepat, gulat, lompat, tinju, dan lempar cakram.

Artikel yang berhubungan dengan lempar Cakram:

Setelah rangkaian ini selesai, raja Aleinaus minta agar Odysseus menberikan demotrasi lempar cakram. Semula Odysseus menolaknya dengan halus, tetapi baginda mendesaknya dengan alasan agar pumuda Phaeacia dapat menyaksikan bagaimana cara melempar cakram yang sempurna, maka permintaan raja terpaksa dipenuhi. Tanpa melepaskan pakaian perangnya yang terbuat dari logam itu, Odysseus bangkit minta ijin kepada baginda, kemudian masuk gelanggang mengambil cakram yang terberat dan dengan gaya termanis melempar cakram itu, cakram melucur dan jatuh jauh dari jarak yang dicapai atlet-atlet dari Phaeacia (Sunaryo Basuki, 1979 : 24). (Sumber: Ciniacinausejarah lempar cakram web, sejarah lempar cakram di dunia, sejarah lempar cakram lengkap...

Aturan lainnya:

Pengertian Lempar Cakram

Lempar Cakram
Lempar Cakram
Artikel yang berhubungan dengan lempar Cakram:

Dilihat dari kata, Lempar cakram terdiri dari dua kata yakni lempar dan cakram. Menurut W. J. S. Poerwadarminta, 1976 : 584, Lempar adalah olahraga dengan melempar (lembing, peluru, martil, cakram). Sedangkan cakram menurut Didi Sugandi, 1986 : 51, adalah sebuah benda kayu yang berbentuk piring berbingkai sabuk besi. dari keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa:

Pengertian Lempar Cakram
Lempar cakram (Bahasa Inggrisnya Discus Throw) adalah salah satu cabang olahraga atletik yang menggunakan Cakram yang berbentuk piring bersabuk besi, atau bahan lain yang bundar pipih untuk dilemparkan sejauh mungkin ke arah yang telah ditentukan.

Aturan lainnya:

Gambar dan Ukuran Gawang Lari Halang Rintang

Lari halang rintang adalah bagian dari cabang olah raga lari dengan melintasi rintangan seperti lari gawang. Lari halang rintang menempuh jarak 3000 meter. Lari halang rintang atau disebut juga lari steeplace-chase 3000 m adalah lari jarak menengah yang melewati rintangan-rintangan. Dalam Lari halang rintang, Rintangan dibagi menjadi dua, yaitu rintangan gawang dan rintangan air dengan gawang di depannya.  Berikut ini gambar / sekema gawang untuk lari halang rintang yang berbentuk kolam air:

Artikel yang berhubungan dengan lari halang rintang
 Gawang Lari Halang Rintang
 Gawang Lari Halang Rintang kolam air
Terdapat dua rintangan yang harus dilalui oleh atlet lari halang rintang, yakni: rintangan berupa gawang dan rintangan berupa rintangan gawang yang di belakangnya terdapat kolam air.

Bentuk rintangan:
  • Pagar atau gawang besar sebanyak 4 buah dipasang pada lintasan
  • Kolam/bak air. Pada tepi kolam dari arah datangnya pelari dipasang pagar
  • bentuk dan ukuran pagar/gawang dapat dilihat pada uraian alat-alat dan lapangannya.

Jumlah rintangan:
  • Gawang/pagar pada lintasan sebanyak 28 kali
  • Kolam air sebanyak 7 kali

Aturan lainnya:

Teknik Lari Halang Rintangan (steeple chase)

Halang Rintangan
Lari Halang Rintangan atau Lari steeple – chase termasuk kedalam lari jarak jauh dengan melalui rintangan-rintangan, jarak yang ditempuh adalah 3000 m.

Terdapat dua rintangan yang harus dilalui oleh atlet lari halang rintang, yakni: rintangan berupa gawang dan rintangan berupa rintangan gawang yang di belakangnya terdapat kolam air.

Artikel yang berhubungan dengan lari halang rintang

Pelari steeple – chase harus memiliki kecepatan seperti pelari 1500m, tetapi juga harus memiliki daya tahan seperti pelari 5000 meter, dan harus memiliki kemahiran khusus dalam melewati rintangan-rintangan tersebut.


Seperti lari gawang biasaCara yang banyak digunakan untuk melampaui rintangan gawang adalah:
1. Seperti lari gawang biasa, yakni dengan lompat melewati gawang. Cara seperti lari gawang biasa banyak digunakan oleh pelari-pelari yang memang memiliki kemahiran dalam lari gawang dan oleh pelari-pelari yang jangkung yang dengan mudah dapat melangkahi rintangan gawang. Yang penting adalah setelah pelari melampaui gawang dapat menjaga keseimbangan sebaik-baiknya untuk melanjutkan larinya. Sangat dianjurkan agar dapat bertumpu dengan kaki manapun.

Melampaui gawang dengan menginjakkan sebelah kaki di atas gawang.2. Melampaui gawang dengan menginjakkan sebelah kaki di atas gawang. Cara ini  digunakan oleh pelari-pelari yang belum mahir atau belum dapat melakukan cara melangkahi gawang yang baik. Cara ini digunakan juga pada waktu melampaui rintangan air. Banyak yang menggunakan cara ini karena persamaannya, sehingga tidak perlu melompati rintangan air, maka setelah kaki menumpu diatas gawang, tidak perlu menolak dengan kuat melakukan lompatan, tetapi usahakan agar kaki yang lain secepat mungkin mendarat di tanah untuk seterusnya melanjutkan lari.

Teknik lari untuk melampaui rintangan air:
  1. Bertumpu dari titik setengah meter di muka gawang rintangan air. Lalu melompat ke atas atas depan, setelah kakinya menapak di atas gawang pada ujung kaki.
  2. Badan harus dibawa ke muka kaki, kaki yang bertumpu pada gawang menolak sekuatnya, kaki lainnya diayunkan ke depan sejauh-jauhnya, dan badan masih dalam sikap sedikit condong ke depan, sehingga menjadi gerakan melompat.
  3. Pada saat melayang, tangan digunakan untuk menjaga keseimbangan badan dan kaki tumpu melakukan gerakan permulaan untuk persiapan melangkah waktu kaki ayun mendarat.
  4. Mendarat dengan kaki ayun sejauh mungkin mencapai ujung bak air, dan sedikit mungkin masuk dalam air. Kaki yang mendarat sedikit di tekuk, dan badan tetap dalam keadaan sedikit condong ke depan. Kaki lainnya diangkat untuk melangkah ke depan.
Untuk dapat melampaui rintangan air dengan baik, usahakan agar jangan sampai kecepatan berkurang, bahkan kecepatan harus sedikit ditambah agar menjadi awalan untuk dapat bertolak lebih kuat pada waktu melompati rintangan air. Kurangnya kecepatan akan berpengaruh pada hasil lompatan yang kurang jauh pula, sehingga akan mendarat pada bagian dalam bak air tersebut.

Karena tahanan air dan letak lantai bak air yang miring (tidak rata), akan menyebabkan adanya kesulitan dalam melakukan gerakan melangkah ke depan selanjutnya. Ini akan menghambat kecepatan lari. Banyak para pelari steeple – chase melakukan kesalahan disini, dan biasanya terdapat pada pelari baru. Untuk menjadi pelari steeple – chase yang baik, perlu melatih cara-cara melampaui rintangan –rintangan itu dengan latihan yang sungguh-sungguh.


Properti yang ada si setiap lomba lari halang rintang:

Bentuk rintangan:
  • Pagar atau gawang besar sebanyak 4 buah dipasang pada lintasan
  • Kolam/bak air. Pada tepi kolam dari arah datangnya pelari dipasang pagar
  • bentuk dan ukuran pagar/gawang dapat dilihat pada uraian alat-alat dan lapangannya.

Jumlah rintangan:
  • Gawang/pagar pada lintasan sebanyak 28 kali
  • Kolam air sebanyak 7 kali

Aturan lainnya:

Pengertian Lari Halang Rintang

Lari halang rintang adalah bagian dari cabang olah raga lari dengan melintasi rintangan seperti lari gawang. Lari halang rintang menempuh jarak 3000 meter. Lari halang rintang atau disebut juga lari steeplace-chase 3000 m adalah lari jarak menengah yang melewati rintangan-rintangan. Dalam Lari halang rintang, Rintangan dibagi menjadi dua, yaitu rintangan gawang dan rintangan air dengan gawang di depannya. 
Lari Halang Rintang
www.indonesia-athletics.org

Artikel yang berhubungan dengan lari halang rintang

Seorang Pelari halang rintang diharuskan mempunyai kecepatan seperti pelari 1500 meter dan kemahiran dalam melewati rintangan-rintangan.

Lari halang rintang ini selalu diperlombakan pada pesta-pesta olahraga seperti PON, Asean Games, dan pada pesta olahraga dunia seperti Olimpiade. Lari rintangan selalu menjadi tontonan yang menari karena rintangan-rintangan yang harus dilalui mirip seperti atraksi lompat.

Aturan lainnya:

Teknik Dasar Lari Gawang

melewati gawang
Lari gawang adalah lari cepat menempuh jarak dengan melompati gawang-gawang. Nomor lari gawang terdiri atas lari gawang 110 meter putra, dengan ketinggian gawang 3 kaki (1,067 meter); lari gawang 100 meter putri; dan 400 meter putra dan putri, menggunakan gawang yang lebih rendah.

Gerakan lari gawang harus dilakukan seperti pada gerakan lari cepat. Pada waktu melompati gawang harus dilakukan secara beruntun, lancar dan rileks. Pada saat berlari diusahakan tidak melayang terlalu lama, sehingga kecepatan lari dapat tetap dipertahankan. Usahakan ketika berada diatas gawang keseimbangan tetap terjaga.


Teknik Dasar Lari Gawang 100 m Putri dan 110 m Putra
  1. Start yang digunakan adalah start jongkok.
  2. Secepatnya berlari ke arah gawang, dengan posisi badan agak miring ke depan saat melompat dan kaki yang memimpin diluruskan.
  3. Posisi tangan pada sisi tubuh yang berlawanan dengan kaki yang memimpin, mengayun ke depan dan mengimbangi gerakan tubuh.
  4. Setelah melintasi gawang, menggerakkan kaki yang memimpin ke bawah, kembali ke lintasan, ke depan, dan ke arah gawang berikutnya.
  5. Kaki yang mengikuti dilangkahkan ke depan ke arah gawang berikutnya.
  6. Melakukan sprint dengan kuat dan cepat di antara gawang satu dengan gawang selanjutnya.
  7. Posisi bahu dan pinggul dijaga untuk tetap paralel dengan gawang, sedangkan posisi tubuh sedikit naikturun ketika melintasi gawang.
  8. Gerakan diakhiri pendaratan dimana posisi kaki diluruskan, sedangkan kaki belakang diangkat tinggi.

Teknik yang dilakukan saat berada pada Tahapan lomba lari gawang

Fase start menuju gawang pertama
  1. Setelah pelari melakukan start dan mendekati gawang pertama, kemudian bertolak dengan mengangkat pinggang tinggi dan cukup jauh dari gawang yang akan dilalui.
  2. Posisi lutut diangkat tinggi, mengangkat paha kaki yang memimpin di atas garis horizontal, menendangkan tumit ke depan untuk meluruskan kaki, serta meluruskan lutut melintasi gawang.
  3. Lutut kaki tetap diangkat tinggi selama berlari.
Fase melewati gawang
melewati gawang
  1. Diawali dengan gerakan kaki cepat dan mengangkat lutut saat mendekati gawang.
  2. Semakin cepat mendekati gawang, semakin jauh lompatan harus dimulai. Saat melompat, tangan dan kaki digerakkan dengan keras.
  3. Ketika berada di atas gawang, lintasan gerak tubuh dibuat serendah mungkin dan posisi badan agak condong ke depan dan lutut sedikit ditekuk.
  4. Lengan berfungsi membantu keseimbangan ketika berada di atas gawang. Tujuannya agar tubuh cepat kembali ke posisi gerak dorong ke depan.
  5. Menarik ke depan, kaki yang digunakan untuk menolak. Caranya dengan memutar kaki tersebut ke samping, dalam posisi diangkat tinggi.
  6. Setelah kaki yang memimpin melewati gawang, dalam posisi tetap lurus, maka segera diturunkan, dan disusul oleh kaki yang mengikuti.
Fase pendaratan
  1. Posisi kaki lurus ketika mendarat.
  2. Kaki yang mengikuti (kaki belakang) tetap diangkat tinggi. Tujuannya agar dapat bergerak bebas menjangkau ke depan untuk membuat langkah panjang. Pada posisi ini lutut kaki belakang ditekuk.
  3. Posisi badan dicondongkan ke depan.
Fase lari di antara gawang
  1. Pelari menggunakan 8 langkah dari start ke gawang pertama. Pada posisi start, ia harus menempatkan kaki yang memimpin di belakang dan kaki yang mengikuti di depan.
  2. Pelari menggunakan 7 langkah dari start ke gawang pertama. Cara ini biasanya dipilih oleh pelari yang memiliki kaki panjang, dimana kaki yang memimpin diletakkan di depan.
  3. Pelari mengunakan 9 langkah, biasanya diterapkan bagi pemula.
                                 
Hal-hal yang harus diperhatikan setelah melewati gawang.
  1. Jejakkan kaki yang memimpin ke permukaan lintasan secepat mungkin setelah melompati setiap gawang.
  2. Gerakkan tangan dan kaki yang mengikuti melewati gawang secepat mungkin.
  3. Setelah kaki yang memimpin mendarat, segera melakukan tiga langkah di antara gawang.
  4. Bergerak dengan cepat di antara gawang hingga ke garis finis.
Fase akhir
Fase akhir
  1. Fase ini dimulai setelah kaki yang memimpin (kaki depan) berhasil melewati gawang terakhir dan mendarat. 
  2. Mencondongkan badan ke depan. Bersamaan dengan itu, melangkahkan kaki yang mengikuti (kaki belakang) ke depan.
  3. Membusungkan dada dan berlari secepatnya menuju garis finis.

Teknik Dasar Lari Gawang 400 Meter

Teknik Dasar Lari Gawang 400 Meter
Yang perlu diperhatikan dalam Lari Gawang 400 Meter adalah teknik dalam mengganti kaki yang memimpin untuk melompati gawang yang berada di tikungan, karena pada nomor ini beberapa gawang berada di tikungan lintasan.
  1. Posisi badan lebih tegak lurus dan tidak terlalu dimiringkan saat melompati gawang.
  2. Mengangkat kaki yang memimpin hingga horizontal dan meluruskannya ke depan untuk melompati gawang, dan menggapai serta membawa tangan pada posisi tubuh yang berlawanan ke depan untuk mengimbangi gerakan kaki.
  3. Kaki yang mengikuti ditekukkan pada lutut dan diputar ke depan secara horizontal untuk melompati gawang. Selanjutnya, lutut kaki yang mengikuti diputar ke atas dalam setelah kaki dijejakkan ke atas lintasan untuk mengambil langkah berikutnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan posisi kaki yang memimpin untuk melompati gawang di tikungan agar dapat melakukan lompatan dengan benar dan aman:
  • Akan lebih efisien dan nyaman menggunakan kaki kiri sebagai pemimpin untuk melompati gawang yang berada pada tikungan. Khususnya ketika pelari berada pada lintasan dalam yang lebih ketat.
  • Kemiringan tubuh ke sisi dalam kiri saat berlari akan membantu mengangkat kaki kanan (kaki yang mengikuti).
  • Panduan dengan kaki kanan menjadi canggung dilakukan tapi seringkali terpaksa digunakan, khususnya pada tikungan terakhir, ketika merasa sangat lelah. Pastikan untuk berlari langsung ke gawang sehingga kaki yang memimpin melintasi gawang dengan baik ke arah sisi luar gawang. Dengan demikian, kaki yang mengikuti akan sepenuhnya melintasi gawang. Jika tidak, pelari yang bersangkutan akan didiskualifikasi.

Aturan lainnya:

Peraturan Perlombaan Lari Gawang

posisi di atas gawang - lari gawang
Dalam setiap perlombaan lari gawang terdapat beberapa peraturan yang sudah ditetapkan oleh PASI dan harus dipatuhi oleh setiap Atlet lari gawang. Berikut ini penjelasannya... [Sumber: Sinau Werno-werno: Teknik Dasar Lari Gawang (100, 110, 400 meter)]


Artikel yang berhubungan dengan Lari Gawang:

1. Saat lomba berlangsung, setiap atlit lari gawang harus melakukan gerakan lari gawang pada jalurnya masing-masing yang sudah ditentukan mulai dari garis start hingga melewati garis finis.

2. Diskualifikasi akan diberlakukan pada seorang peserta lomba lari gawang jika:
  • peserta menarik kakinya di luar bidang horizontal atas gawang pada saat melampauinya,
  • peserta melompati gawang yang tidak berada di lintasannya,
  • peserta dengan sengaja menjatuhkan gawang dengan menggunakan tangan atau kaki.

3. Jumlah gawang yang dilewati peserta dalam perlombaan lari gawang ada 10 buah, baik lari gawang jarak 100 m, 110 m, atau 400 m.

Komposisi gawang pada perlombaan lari gawang


Nomor Lomba

Nomor Lari 

Tinggi Gawang

Jarak Garis Start ke Gawang Petama


Jarak Antar gawang

Jarak Gawang Terakhir ke Garis Finis
Putri

100 m
400 m

0,840 m
0,762 m

13,00 m
45,00 m

8,50 m
35,00 m

10,50 m
40,00 m

Putra

110 m
400 m

1,067 m
0,914 m

13,72 m
45,00 m

9,14 m
35,00 m

14,02 m
40,00 m

Aturan lainnya:

Ukuran Palang Untuk Lari Gawang

gawang

gawangDalam olahraga lari gawang dibutuhkan properti yang sangat penting yakni gawang, gawang tersebut memiliki jumlah dan ukuran tertentu seperti akan di paparkan di bawah ini.

1. Jumlah gawang
Gawang-gawang untuk lari gawang minimal berjumlah 80 buah

2. Tinggi gawang
  • Lari gawang 100 meter putri tinggi 0,838 meter.
  • Lari gawang 110 meter putra tingi 1,067 meter.
  • Lari gawang 400 meter putri tinggi 0,762 meter
  • Lari gawang 400 meter putra tinggi 0,914 meter.
3. Lebar gawang maksimum 1,20 meter.
4. Panjang Maksimum bagian dasar 0,70 meter.
5. Berat total sebuah gawang tidak boleh lebih dari 10 kg.
6. Lebar palang kayunya 7 cm, tebalnya 1-2 cm, tepi palang dibulatkan agar tidak tajam.
7. Palang di cat belang putih dan hitam dengan ketentuan warna hitamnya selebar 22,50 cm, kedua tepinya harus berwarna putih.


Artikel yang berhubungan dengan Lari Gawang:

Aturan lainnya:

Pengertian Lari Gawang

Lari Gawang adalah satu nomor lari dalam cabang olahraga atletik yang mengharuskan pesertanya melompati 10 gawang pada setiap lintasan dan harus tetap berlari pada lintasannya sendiri sejak meninggalkan garis start hingga finish.
Lari Gawang
Jarak tempuh lari gawang menurut Federasi Internasional Atletik Amatir (IAAF):
  • Untuk putra: 110, 200, dan 400 meter.
  • Untuk putri: 100 serta 400 meter. 
  • Jumlah lintasan berkisar dari 6 sampai 8 buah.

Diskualifikasi

Peserta yang tidak berlari pada lintasannya sendiri akan diberi hukuman diskualifikasi. Hukuman serupa juga diberikan kepada peserta yang menjatuhkan gawang pada lintasan peserta lain, baik disengaja atau tidak, dengan sentuhan tangan atau kaki. Sebaliknya peserta tak dikenai hukuman bila menjatuhkan gawang di lintasannya sendiri. Namun apabila peserta menjatuhkan gawangnya, ia akan mengalami ke­rugian waktu.


Artikel yang berhubungan dengan Lari Gawang:

Aturan lainnya:

Peraturan Perlombaan Lari Estafet

  1. Panjang daerah pergantian tongkat estafet adalah 20 meter, lebar 1,2 meter dan bagi pelari estafet 4 x 100 meter ditambabh 10 meter pra-zona. Pra-zona adalah suatu daerah dimana pelari yang akan berangkat dapat mempercepat larinya, tetapi disini tidak terjadi penggantian tongkat.
  2. Lari Estafet (Lari Beranting). Lari Estafet atau sering disebut dengan lari beranting merupakan salah satu dari cabang atletik. Lari Estafet hanya membutuhkan empat (4) orang pemain untuk melakukan olahraga tersebut. Jarak Tempuh Lari estafet : 4×400 M (Putra/Putri) Dan 4×100 M. Start yang sering digunakan dalam Lari Estafet: Start Jongkok sering digunakan pada pelari pertama (1), Sedangkan Start Berlari sering digunakan pada pelari ke-Dua,ke-Tiga,dan ke-Empat (2,3,4).

Ketentuan perlombaan:
  • Diperbolehkan mengambil tongkat estafet apabila tongkat tersebut jatuh pada saat pergantian penerimaan tongkat pada lari yang berjarak 4×400 meter dengan resiko team tersebut bisa kalah dalam lomba tersebut.
  • Diperbolehkan mengambil tongkat estafet apabila tongkat tersebut jatuh pada saat pergantian penerimaan tongkat pada lari yang berjarak 4×100 meter dengan resiko team tersebut dapat langsung di diskualifikasi dalam pertandingan.

Artikel yamng berhubungan dengan Lari Estafet

Aturan lainnya:

Pola Latihan Lari Estafet

Latihan Lari Estafet
Seorang Atlet Lari estafet membutuhkan teknik dan taktik yang digunakan dalam setiap perlombaan. Namun hal itu saja tidaklah cukup, dibutuhkan keadaan kondisi fisik yang baik untuk daya tahan, kecepatan dan kelincahan. Di bawah ini akan di jelaskan beberapa pola latihan untuk membangun dan menunjang atlet dalam cabang olahraga estafet. Untuk melatih para atlet dijelaskan dalam lima pos, berikut ini sajian lengkapnya....


Pos 1

DIperlukana penempatan banyak orang dalam latihan ini, menggunakan roket mainan dan tongkat estafet. Pertama, kita menempatkan lima orang yang berada di tengah menjadi titik  pusat dari permainan dan sisanya menjadi pagar yang membentuk lingkaran untuk di datangi oleh lima orang tersebut untuk mencari roket dan tongkat estafet. Yang menjadi pagar menghadap belakang dari titik pusat. Di tengah permainan ada instruksi yang akan memberi aba-aba mengambil antara roket atau estafet dari teman yang menjadi pagar. Yang berada di tengah akan menghampiri teman yang membawa roket atau estafet sesuai yang di intruksikan dan kembali ke tengah

Tujuan:
  • Melatih kecepatan reaksi.
  • Melatih kecepatan berlari.
  • Melatih kelincahan.
  • Pembelajaran teknik memberi dan menerima tongkat.
Manfaat:
  • Untuk melatih kecepatan reaksi pemain.
  • Untuk melatih kecepatan.
  • Untuk melatih kelincahan dalam berlari.
  • Untuk melatih teknik pemberian dan penerimaan tongkat estafet dengan benar.

Pos 2

Dalam Pos ini di bagi menjadi tiga kelompok atau regu. Dalam masing-masing kelompok membutuhkan kekompakan untuk menyelesaikan permainan ini. Masing-masing kelompok berbaris menjadi satu barisan berbanjar, orang pertama yang terdepan membawa tongkat estafet. Setelah di beri aba-aba mulai, pelari pertama berlari menuju kun didepan dan berputar balik, kemudian berlari menuju ke dibelakang dan berputar balik. Lalu tongkat diberikan pada pelari kedua. Dan seterusnya sampai pelari terakhir. Ketiga regu di jalankan secara bersama-sama dan yang tercepat adalah pemenang dari permainan ini.

Tujuan:
  • Pembelajaran teknik memberi dan menerima tongkat pada area pergantian yang telah ditentukan.
  • Latihan kekompakan tim.
Manfaat:
  • Untuk melatih teknik pemberian dan penerimaan tongkat estafet pada daerah pergatian yang telah ditentukan.
  • Untuk melatih kekompakan tim.

Pos 3

Pada pos ini dibagi menjadi 2 kelompok, pelari dari tiap team dibagi dan ditempatkan memanjang kedua sisi jalur lari. Kardus-kardus diletakkan pada suatu jalur lari yang slalom atau kelak kelok. Tugasnya adalah pelari pertama memberikan tongkat pada pelari kedua setelah melewati jalur kotak kardus yang kelak kelok.

Tujuan:
  • Melatih kelincahan berlari.
  • Melatih kecepatan berlari.
  • Pembelajaran teknik memberi dan menerima tongkat.
Manfaat:
  • Untuk melatih kelincahan dalam berlari.
  • Untuk melatih keccepatan berlari.
  • Untuk melatih teknik pemberian dan penerimaan tongkat estafet dengan benar.

Pos 4

Pada pos ini dibagi menjadi 2 kelompok. Satu kotak kardus diletakkan sepertiga jalur, sedangkan yang lain satu kotak kardus diletakkan pada dua pertiga jalur lari. Pelari dari tiap team dibagi dan ditempatkan memanjang kedua sisi jalur lari.
Tugasnya adalah berlari ke kotak kardus yang terjauh, mengetukkan tongkat pada tanda di tengah kardus, kemudian berlari kembali ke tempat kotak kardus yang terdekat, mengetukkan tongkat pada tanda di tengah kardus. Lalu berlari ke sisi yang berlawanan dengan memberikan tongkat tersebut kepada pelari berikutnya.

Tujuan:
  • Melatih kelincahan.
  • Melatih kecepatan berlari.
  • Pembelajaran teknik memberi dan menerima tongkat.
  • Melatih kekompakan tim.
Manfaat:
  • Untuk melatih kelincahan.
  • Untuk melatih kecepatan berlari.
  • Untuk melatih teknik pemberian dan penerimaan tongkat estafet dengan benar.
  • Untuk melatih kekompakan pemain dalam tim.

Pos 5

Pos ini membagi menjadi 2 kelompok. Pada lintasan lari, bola ditempatkan dengan jarak teratur satu sama lain. Tugasnya adalah berlari mengelilingi bola sedemikian rupa sehingga pelari pertama berlari mengelilingi bola pertama, pelari kedua mengelilingi bola kedua, dan seterusnya. Sesudah berlari mengelilingi bola terjauh,  jarak lintasan lari dikurangi dengan cara yang sama seperti waktu menambah sebelumnya.

Tujuan:
  • Melatih konsentrasi.
  • Melatih kelincahan.
  • Pembelajaran teknik memberi dan menerima tongkat.
  • Melatih kekompakan tim.
Manfaat:
  • Untuk melatih konsentrasi.
  • Untuk melatih kelincahan.
  • Untuk melatih teknik pemberian dan penerimaan tongkat estafet dengan benar.
  • Untuk melatih kekompakan pemain dalam tim.

Referensi:
  1. Basuki, Sunaryo. 1979. Atletik. Jakarta: garuda Madju Cipta.
  2. Mu’arifin. 2009. Dasar-dasar Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Malang: UM PRESS.
  3. Permana, Asepta Yoga. 2008. Atletik . Surabaya: Insan Cendekia.

Aturan lainnya:

Peraturan-peraturan Dalam Lari Estafet

startSetiap perlombaan pastilah memiliki peraturan tersendiri yang harus ditaati, termasuk pula olah raga atletik cabang lari estafet / lari sambung. Berikut ini beberapa peraturan yang berlaku pada Lari Estafet...

1. Tongkat estafet
  • Memiliki rongga dengan panjang 28–30 cm, berat 50 gram, dan bergaris tengah 38 mm.
  • Terbuat dari pipa halus berlubang di tengah, terbuat dari kayu atau metal atau bahan lainnya.
  • Harus berwarna agar mudah dilihat dari kejauhan selama dibawa lari.
  • Harus dibawa ditangan selama lomba.
  • Dalam semua lari estafet, tongkat estafet harus diberikan dari tangan ke tangan didalam zona pergantian tongkat.

2. Lintasan
  • Panjang lintasan pergantian tongkat estafet adalah 20 meter 
  • Lebar lintasan pergantian tongkat estafet adalah 1,20 meter.

3. Pada lomba lari estafet 4 × 100 meter
  • Pelari pertama menggunakan start jongkok, pelari kedua, ketiga, dan keempat menggunakan start melayang.
  • Panjang lintasan ditambah 10 meter. Lintasan ini disebut prazona, yaitu suatu lintasan di mana pelari yang akan berangkat dapat mempercepat larinya, tetapi tidak terjadi pergantian tongkat.
  • Setiap pelari harus tetap tinggal di jalur lintasan masing-masing walaupun tongkat sudah diberikan kepada pelari berikutnya.
Cara menempatkan pelari:
  • Pelari ke-1 ditempatkan di daerah start pertama dengan lintasan di tikungan.
  • Pelari ke-2 ditempatkan di daerah start kedua dengan lintasan lurus.
  • Pelari ke-3 ditempatkan di daerah start ketiga dengan lintasan di tikungan.
  • Pelari ke-4 ditempatkan di daerah start keempat dengan lintasan lurus dan berakhir di garis finish.

4. Pada lomba lari estafet 4 x 400 meter
  • Garis selebar 5 cm harus ditarik melintang lintasan guna memberi tanda jarak tahapan lari dan menunjukan suatu batas.
  • Garis 5 cm yang harus dibuat melintang pada 10 m sebelum garis lari tersebut guna menunjukkan lokasi zona pergantian tongkat dimana harus dimasukkan dalam pengukuran zona pergantian tersebut.
  • Lari putaran pertama hingga ke empat, harus pada lintasan terpisah atau masing-masing sepanjang 100 m dari batas start.
  • Pada pergantian tongkat pertama yang dilakukan oleh si atlet pelari tetap ada pada lintasan masing-masing sesuai dengan urutan yang ditentukan saat di lapangan dengan melihat siapa yang terlebih dahulu melewati jarak 200 m saat akan masuk tikungan kedua dalam lintasan. Pelari kedua tidak diizinkan mulai berlari di luar daerah zona pergantian tongkatnya dan harus mulai start dari dalam zona ini. Begitu juga bagi pelari ke tiga dan ke empat harus mulai berlari dari dalam zonanya sendiri.
  • Pelari kedua boleh meinggalkan lintasan segera setelah mereka melewati tanda keluar tikungan pertama 100 m dari garis start yang diberi tanda dengan garis 5 cm lebar melintang lintasan dan dengan sebuah bendera setinggi 1,5 m ditempatkan di setiap sisi lintasan.
  • Pelari pertama menggunakan start jogkok, pelari kedua, ketiga, dan keempat menggunakan start melayang.

5. Check mark

Apabila estafet dilarikan pada jalur yang terpisah, pelari boleh memasang tanda pada lintasan pada jalurnya sendiri, dengan menempelkan pita rekat pada lintasannya sendiri, tetapi bukan dengan kapur atau bahan lain. Untuk lintasan gravel atau rumput, pelari boleh membuat tanda dengan menggores lintasan pada jalurnya sendiri. Tidak boleh menggunakan tanda-tanda yang lain.

6. Peserta
  • Peserta wajib mengenakan pakaian dan sepatu yang sesuai dalam mengikuti pertandingan (Celana training/pendek diperbolehkan).
  • Peserta diberikan dua buah nomor peserta yang dikenakan di dada dan di punggung dengan jelas.(Nomor punggung dan dada disediakan panitia)
  • Pertandingan dilakukan pada lintasan yang telah ditentukan diatas.
  • Menggunakan peralatan yang telah disediakan oleh panitia.Seperti start block dan tongkat estafet.
  • Tidak ada pergantian pemain dalam hingga final (Hanya 4 pemain utama). 
  • Ketika pelari sesudah memberikan tongkat harus tetap berada di lintasannya lintasan aman untuk menghindari gangguan terhadap pelari lain. Bila seseorang pelari dengan sengaja menghalangi pelari dari regu lain yang berlari di luar posisi atau lintasan ini, dan dapatdikenakan diskualifikasi bagi regunya.
  • Memberi bantuan dengan jalan mendorong pelari atau dengan jalan lainnya akan berakibat diskualifikasi.
  • Sekali perlombaan estafet dimulai, hanya ada dua orang tambahan atlet yang dapat digunakan sebagai pengganti dalam susunan regu untuk babak  berikutnya.
  • Penggantian pelari dalam nomor estafet beregu dapat dilakukan dari daftar atlet yang telah didaftarkan untuk perlombaan ini.
  • Susunan suatu regu dan urutan lari harus diumumkan secara resmi sebelum start dari tiap babak. Sekali seorang altet yang telah start dalam babak terdahulu, telah diganti oleh pengganti, dia tidak boleh kembali masuk ke dalam regunya.

7. Official perlombaan internasional
  • Wasit. Peringatan kepada atlet peserta dapat ditunjukkan dengan mengeluarkankartu kuning, dan pengusiran atau pemberhentian dari perlombaan dengankartu merah.
  • Juri. Para juri harus menempatkan diri pada sisi yang sama dari lintasan,minimal 5m dari dan segaris dengan garis finis sehingga dapat melihatgaris dengan jelas dan harus menentukan urutan peserta terhadap waktu
  • Pengawas lintasan. Memiliki tugas untuk mengawasi peserta dari dekat dan dalam hal terjadisuatu kesalahan atau pelanggaran peraturan oleh seorang peserta , pengawas lintasan wajib memberi isyarat atau laporan kepada wasitdengan mengangkat bendera merah sebagai tanda.
  • Pencatat Waktu. Para pencatat waktu harus duduk segaris dengan garis finis. Pencatatan dilakukan dengan bantuan stopwatch.
  • Penilaian. Dalam suatu pelombaan hasilnya ditentukan dengan suatu penilaian yangharus disetujui oleh semua pihak sebelum pertandingan dimulai.
  • Diskualifikasi. Jika seorang atlet didiskualifikasi dalam suatu perlombaan, suratketerangan harus dibuat pada hasil resmi yang menjelaskan pelanggarannya terhadap peraturan.

Referensi: 
  • Basuki, Sunaryo. 1979. Atletik. Jakarta: garuda Madju Cipta.
  • Mu’arifin. 2009. Dasar-dasar Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Malang: UM PRESS.
  • Permana, Asepta Yoga. 2008. Atletik . Surabaya: Insan Cendekia.

Aturan lainnya: