Teknik Lompat Tinggi Gaya Guling Sisi (western roll)

Pengertian gaya guling sisi
Gaya Guling Sisi (western roll) adalah salah satu gaya dalam Teknik Lompat Tinggi. Gaya ini sama dengan gaya gunting, yaitu bila tumpuan dengan kaki kiri maka saat jatuh mendarat menggunakan kaki kiri lagi dan bila kaki kanan menjadi tumpuan maka saat jatuh mendarat menggunakan kaki kanan hanya beda awalan, tidak dari tengah tapi dari samping.

Gambar Teknik Lompat Tinggi Gaya Guling Sisi (western roll)
Sejarah Lompat tinggi gaya guling sisi

Gaya Guling Sisi atau Guling samping (westren roll/westren form) diciptakan oleh G. Horin (Amerika) pada tahun 1912. Gaya ini ini tidak dapat berkembang, karena terbentur adanya peraturan perlombaan yang berlaku saat ini. gaya guling sisi ini pada saat melewati mistar posisi kepala cenderung lebih rendah dari pinggul, hal ini tidak sah dan disfikualifikasi. oleh sebab itu, gaya ini tidak pernah dipakai di perlombaan.

Semua pelompat terpaksa harus memakai gaya gaya sebelumnya. Namun demi peningkatan prestasi, pada tahun 1934 peraturan tersebut dicabut dan berlakulah peraturan baru, yaitu pada saat melewati mistar posisi kepala boleh lebih rendah dari pinggang. Prestasi yang pernah dicapai dengan gaya guling sisi adalah 2.03 m atas nama johnson dari amerika. Mulai saat itulah gaya guling sisi tersebar keberbagai Negara termasuk Indonesia.


Tahap-tahap untuk melakukan Teknik Lompat Tinggi gaya guling sisi:
  1. Awalan - Arah awalan dari samping / sorong sekitar 35-40 derajat. Bila bertumpu dengan kaki kanan maka awalan dari serong kanan begitu sebaliknya bila berumpu dengan kaki kiri maka awalan serong kiri.
  2. Tumpuan - Bertumpu dengan kaki yang terdekat dengan mistar (kaki dalam) kaki ayun kedepan menyilang mistar.
  3. Melayang - Diatas mistar sikap badan miring dan sejajar dengan mistar saat itu pula kepala segera diturunkan, sehingga posisi kepala lebih rendah dari pinggul. Terus berguling meluncur kebawah.
  4. Mendarat - Mendarat dengan salah satu tangan dan kaki tumpu hampir bersamaan, atau dengan kedua tangan lebih dahulu terus berguling menjauhi mistar. Bagi pemula mendarat dengan kaki tumpu terlebih dahulu. 
Artikel yang berhubungan dengan Lompat tinggi:

Aturan lainnya:

Teknik Lompat Tinggi Gaya Gunting (scissors)

Lompat Tinggi Gaya Gunting
Gaya gunting merupakan gaya yang ditemukan oleh Sweney sehingga Gaya gunting disebut juga dengan gaya Sweney. Sebelumnya pada tahun 1880, Sweney menggunakan gaya jongkok, namun karena kurang ekonomis maka Gaya Jongkok diubah menjadi Gaya gunting.

Gaya Gunting samping (Belanda : Sijschaar) diciptakan oleh michael Sweeney sekitar tahun 1895. Selanjutnya tahun 1896 sweney mengubah gaya jongkok menjadi gaya gunting.

Cara melakukan Gaya Gunting: Mula-mula seorang atlet mengambil awalan dari tengah. Bila Seorang Pelompat pada saat akan melompat menggunakan kaki kiri sebagai tumpuan lalu memakai kaki kanan sebagai ayunan, maka ia mendarat (jatuh) dengan kaki kanan juga.

Artikel yang berhubungan dengan Lompat tinggi:

Berikut ini Tahap-tahap untuk melakukan Teknik Lompat Tinggi Gaya Gunting (scissors):

Awalan

Awalan dapat dilakukan dengan berlari dari arah depan agak serong kekanan  atau kekiri tergantung dari kaki mana yang akan dipakai sebagai tumpuan. Bila bertumpu dengan kaki kiri, maka arah awalan dari depan agak serong kanan. Dan Bila bertumpu dengan kaki kanan, maka awalan dari depan agak serong kekiri.


Tumpuan

Tumpuan dilakukan dengan kaki yang terjauh dari mistar  (kaki luar). Kaki bebas (kaki ayun) diayunkan lurus kedepan atas menyilang mistar.


Melayang

Pada saat kaki ayun terlujur menyilang mistar, kaki tumpu (misalnya kaki kiri) segera di ayun lurus kesamping kanan dengan disertai memutar badan kekiri, pandangan kebawah. Saat itu pula kaki bebas ayun (kanan) diayunkan lurus kebelakang, sehingga kedua kaki seolah-olah seperti gerakkan gunting. Menjelang pendaratan kaki kiri diayun lagi kekiri bawah, kaki kanan di ayun kebelakang.


Pendaratan

Setelah melayang, maka saatnya pendaratan yakni dilakukan dengan kaki tumpu terlebih dahulu, sikap badan menghadap mistar.


Beberapa kelemahan Gaya Gunting:
  • Titik tumpu jauh dari mistar.
  • Saat posisi melayang melewati mistar, memerlukan banyak tenaga sehingga kurang efisien.
  • Saat melayang melewati mistar, jarak antara titik berat badan dengan mistar terlalu jauh. 

Aturan lainnya:

4 Macam Gaya Dalam Lompat Tinggi

Artikel yang berhubungan dengan Lompat tinggi:
Lompat tinggi merupakan olahraga yang menguji ketrampilan melompat dengan melewati tiang mistar. Lompat tinggi adalah salah satu cabang dari atletik. Tujuan olahraga ini untuk memperoleh lompatan setinggi-tingginya saat melewati mistar tersebut dengan ketinggian tertentu.Tinggi tiang mistar yang harus dilewati atlet minimal 2,5 meter,sedangkan panjang mistar minimal 3,15 meter.Lompat tinggi dilakukan di arena lapangan atletik.Lompat tinggi dilakukan tanpa bantun alat. Berikut empat jenis gaya lompat tinggi yang Umum dilakukan oleh seorang Atlit Lompat Tinggi:


1. Gaya Gunting (Scissors)

Gaya Gunting (Scissors)
Gaya gunting merupakan gaya yang ditemukan oleh Sweney sehingga Gaya gunting disebut juga dengan gaya Sweney. Sebelumnya pada tahun 1880, Sweney menggunakan gaya jongkok, namun karena kurang ekonomis maka Gaya Jongkok diubah menjadi Gaya gunting.

Gaya Gunting samping (Belanda : Sijschaar) diciptakan oleh michael Sweeney sekitar tahun 1895. Selanjutnya tahun 1896 sweney mengubah gaya jongkok menjadi gaya gunting.

Cara melakukan Gaya Gunting: Mula-mula seorang atlet mengambil awalan dari tengah. Bila Seorang Pelompat pada saat akan melompat menggunakan kaki kiri sebagai tumpuan lalu memakai kaki kanan sebagai ayunan, maka ia mendarat (jatuh) dengan kaki kanan juga.


2. Gaya Guling sisi (Western Roll)

Gaya Guling sisi (Western Roll)
Gaya sisi atau samping (westren roll/westren form) diciptakan oleh G. Horin (Amerika) pada tahun 1912. Gaya ini ini tidak dapt berkembang, karena terbentur adanya peraturan perlombaan yang berlaku saat ini. Pada Gaya guling sisi, saat melewati mistar posisi kepala cenderung lebih rendah dari pinggul, hal ini tidak syah/dis. Oleh sebab itu gaya ini tidak pernah dipakai dalam perlombaan.


3. Gaya Guling (Straddle)

Gaya Guling (Straddle)
Gaya guling perut (straddle) atau Gaya Stradle adalah gaya dimana ketika badan melewati mistar dengan cepat diputar dan dibalikkan, sehingga sikap badan di atas mistar telungkup.

Cara melakukan Gaya Guling: Pelompat mengambil awalan dari samping antara 3, 5, 7, 9 langkah Tergantung ketinggian yang penting saat mengambil awalan langkahnya ganjil.  Menumpu pada kaki kiri atau kanan, maka ayunan kaki kiri/ kanan kedepan. Setelah kaki ayun itu melewati mistar cepat badan dibalikkan, hingga sikap badan diatas mistar telungkup. Pantat usahakan lebih tinggi dari kepala, jadi kepala nunduk. Pada waktu mendarat atau jatuh yang pertama kali kena adalah kaki kanan dan tangan kanan bila tumpuan menggunakan kaki kiri, lalu bergulingnya yaitu menyusur punggung tangan dan berakhir pada bahu.


4. Gaya Fosbury Flop

Gaya Fosbury Flop
Gaya Flop diciptakan oleh Dick (Ricarod) Fosbury, seorang pelompat tinggi dari Amerika. Dalam Olympiade Mexico tahun 1968 dengan gaya tersebut Fosbury berhasil menduduki juara pertama. Mulai saat itu pula perhatiaan para ahli atletik tertuju pada gaya baru yang unik itu. Dikatakan unik, karena saat melewati mistar posisi badan dalam keadaan terlentang dan mendarat dengan bagian punggung terlebih dahulu dalam posisi terlentang.

Cara melakukan Gaya Flop:
  • Awalan, harus dilakukan dengan cepat dan menikung/ agak melingkar, dengan langkah untuk awalan tersebut kira – kira 7-9 langkah.
  • Tolakan, Untuk tolakan kaki hampir sama dengan lompat tinggi yang lainya.Yakni, harus kuat dengan bantuan ayunan kedua tangan untuk membantu mengangkat seluruh badan. Bila kaki tolakan menggunakan kaki kanan, maka tolakan harus dilakukan disebelah kiri mistar. Pada waktu menolak kaki bersamaan dengan kedua tangan keatas disamping kepala, maka badan melompat keatas membuat putaran 180 derajat dan dilakukan bersama-sama.
  • Sikap badan diatas mistar, sikap badan diatas mistar terlentang dengan kedua kaki tergantung lemas, dan dagu agak ditarik ke dekat dada dan punggung berada diatas mistar dengan busur melintang.
  • Cara mendarat, mendarat pada karet busa dengan ukuran (5 x 5 meter dengan tinggi 60 cm lebih) dan diatasnya ditutup dengan matras sekitar 10 – 20 cm, dan prtama kali yang mendarat punggung dan bagian belakang kepala.
Baca selengkapnya ...

Aturan lainnya:

Gambar & Ukuran Lapangan Lompat Tinggi

Lapangan Lompat Tinggi
Sarana dan Prasarana olah raga Lompat tinggi

1. Untuk Awalan:
  •     Daerah awalan panjangnya. tidak terbatas minimum 15 m
  •     Daerah tumpuan harus datar dan tingkat kemiringanya 1 : 100
2. Tiang Lompat, Tiang lompat harus kuat dan kukuh, dapat terbuat dari apa saja asal kuat dan kukuh. Jarak kedua tiang tersebut adalah 3,98 – 4,02 m.

3. Bilah Lompat, Terbuat dari kayu, metal atau bahan lain yang sesuai dengan:
  • Panjang mistar lompat 3,98 – 4,02 m dan berat maksimal mistar adalah 2,00 kg)
  • Garis tengah mistar antara 2,50 – 3,00 m, dengan penampang mistar terbentuk bulat dan permukaannya harus datar dengan ukuran 3cm x 15 cm x 20 cm c)
  • Lebar penopang bilah 4 cm dan panjang 6 cm
4. Tempat Pendaratan, Tempat pendaratan tidak boleh kurang dari 3 x 5 m yang terbuat dari busa dengan ketinggian 60 cm dan di atasnya ditutupi oleh matras yang tebalnya 10 – 20 cm.

Artikel yang berhubungan dengan Lompat tinggi:

Aturan lainnya:

Sejarah Lompat Tinggi

Lompat Tinggi
Meskipun event lompat tinggi diikut sertakan dalam kompetisi pada ollmpiade kuno, kompetisi lompat tinggi tercatat berlangsung pada awal abad ke-19 tepatnya di Skotlandia dengan ketinggian 1,68 meter. Pada masa itu peserta menggunakan metode pendekatan langsung atau teknik gunting. Lompat tinggi tidak dilakukan secara sembarangan. Ada gaya-gaya tertentu yang harus dikuasai agar peserta terhindar dari kecelakaan. Pada abad ke -19 peserta lompat tinggi mendarat dan jatuh diatas tanah yang berumput dengan gaya gunting, yaitu dengan cara membelakangi. Gaya tersebut ternyata banyak mengakibatkan cedera bagi para peserta. Sementara kini, lompat tinggi dilakukan dengan mendarat di atas matras sehingga kecelakaan dapat di minimalisir. Atlet lompat tinggi sekarang banyak menggunakan teknik fosbury flop.

Sekitar abad ke-20, teknik gaya gunting telah dimodernkan oleh warga Irish-American M.F. Sweeney’s Eastern cut-off, tetapi bagian belakang mendatar saat melompat melewati palang. Sweeney telah berhasil menciptakan teknik yang terkenal dan menciptakan rekor 6’ 5 5/8’’ (1.97m) pada tahun 1895. Gaya inilah gaya yang mula-mula digunakan oleh Sweeny dan seterusnya orang-orang Pantai Timur Amerika menggunakannya.

Seorang lagi warga Amerika, M.F. Horine, memajukan dan menciptakan teknik yang lebih efisien yaitu Gaya Guling Barat. Ia berhasil melompat setinggi 6 kaki 7 inci pada tahun 1912 dan gaya tersebut ditiru juga oleh semua peserta-peserta Amerika Barat. Dengan demikian terciptalah gaya lompat baru yang diberi nama Guling Barat Gaya ini lebih baik dan lebuh terkenal dari gaya timur atau gaya gunting.

Pelompat Amerika dan Rusia telah menggunakan satu gaya yang menjadi panutan pelompat-pelompat yang lain, yakni gaya kelana. Ini merupakan satu gaya lompat tinggi yang cukup popular dan dari segi mekanik pergerakan gaya ini sungguh menguntungkan dan melebihi dari gaya-gaya lompatan yang lain. Dalam pertandingan Olimpiade di Roma dalam tahun 1960, 17 orang peserta memasuki pertandingan akhir dan dari 17 orang peserta itu 14 orang menggunakan gaya kelana. Hal ini membuktikan kepopularan gaya ini.

Diantara semua gaya-gaya lompat tinggi yang telah digunakan oleh para atlet maka gaya guling barat dan gaya kelana sajalah yang banyak digunakan.

Artikel yang berhubungan dengan Lompat tinggi:

Aturan lainnya:

Pengertian Lompat tinggi

Lompat tinggi
Lompat tinggi adalah salah satu cabang dari atletik yang menguji ketrampilan melompat dengan melewat tiang mistar. Tujuan olahraga ini untuk memperoleh lompatan setinggi-tingginya saat melewati mistar tersebut dengan ketinggian tertentu.Tinggi tiang mistar yang harus dilewati atlet minimal 2,5 meter,sedangkan panjang mistar minimal 3,15 meter. Lompat tinggi dilakukan di arena lapangan atletik. Lompat tinggi dilakukan tanpa bantun alat.

Artikel yang berhubungan dengan Lompat tinggi:

Aturan lainnya:

Peraturan Umum Dalam Lomba Lempar Lembing

Siluet Lempar Lembing
Tentang lemparan 
  1. Lembing harus dipegang pada tempat pegangan.
  2. Lemparan dianggap sah bila mata lembing menancap atau menggores tanah di sektor lemparan.
  3. Lemparan tidak sah bila sewaktu melampar, atau garis 1,5 meter menyentuh tanah di depan lengkung lemparan.
  4. Sekali mulai melempar, tidak boleh memutar badan sepenuhnya, sehingga punggung menghadap ke arah lengkung lemparan.
  5. Lemparan harus dibuat lewat di ata bahu.
  6. Jumlah lemparan yang diperoleh adalah sama seperti pada tolak peluru dan lempar cakram.
  7. Peserta boleh melakukan lemparan 3 kali. Penilaian diambil yang terjauh.

Tentang larangan yang tidak boleh dilakukan oleh atlet lempar lembing saat berlomba (Diskualifikasi)   

Setiap atlet berhak melempar sebanyak 3 kali. Lemparan dilakukan dengan menggunakan satu tangan. Atlet akan didiskualifikasi karena hal-hal berikut:
  1. Lembing tidak dipegang pada pembalutnya.
  2. Setelah dipanggil 2 menit belum melempar.
  3. Menyentuh besi batas lemparan sebelah atas.
  4. Setelah melempar keluar lewat garis sektor lempar.
  5. Lembing jatuh di luar garis sektor lempar.
  6. Ujung lembing tidak membekas pada tanah.

Artikel yang berhubungan dengan Lempar Lembing:

Aturan lainnya:

Teknik Dasar Lempar Lembing

Untuk menjadi atlet Lempar Lembing diperlukan skill atau kemampuan yang dimiliki agar hasil lemparan baik. Salah satunya adalah harus menguasai Teknik Dasar. Diantara teknik dasar yang harus dikuasai diantaranya adalah Memegang Lembing, Membawa Lembing, dan Melempar Lembing.  Berikut ini penjelasan dari teknik dasar lempar lembing.


Artikel yang berhubungan dengan Lempar Lembing:

Teknik Memegang Lembing

Teknik ini adalah posisi awal yang dilakukan pada saat akan memulai lemparan. Terdapat tiga cara memegang lembing yang benar, yakni:
Cara Amerika, Pertama-tama pegang lembing di bagian belakang lilitan lembing, jari telunjuk melingkar di belakang lilitan dan ibu jari menekannya di bagian permukaan yang lain. Sementara itu, jari-jari lain turut melingkar di badan lembing dengan longgar.
cara memegang lembing gaya Amerika
Cara Amerika
Cara Finlandia, Untuk cara Finlandia mirip dengan cara Amerika, yakni dengan memegang lembing pada bagian belakang lilitan menggunakan jari tengah dan ibu jari, sementara telunjuk berada sepanjang batang lembing dan agak serong ke arah yang wajar. Untuk Jari-jari lainnya turut melingkar di badan lembing dengan longgar.
melempar lembing gaya Finlandia
Cara  Finlandia
Cara Menjepit (cara memegang lembing dengan pegangan tang), Entah dari aman asalnya teknik ini, namun mudah dipraktekan. Caranya hanya menjepitkan lembing diantara dua jari tengah dan jari telunjuk, dengan jari jari lainnya memegang lembing dengan wajar.
cara memegang lembing dengan pegangan tang
Pegangan tang / menjepit
 
Membawa Lembing

Setelah anda memegang lembing dengan benar maka tahap selanjutnya adalah membawanya. terdapat  tiga cara untuk membawa lembing yang biasa digunakan pelempar saat melakukan awalan, berikut ini penjelasannya:
 gambar cara membawa lembing
  1. Lembing diletakkan di atas bahu dengan posisi mata lembing menunjuk miring ke atas.
  2. Lembing dibawa dengan posisi lengan agak ke belakang, dengan mata lembing menghadap ke arah depan serong ke atas.
  3. Lembing dibawa di atas bahu dengan mata lembing menghadap miring ke arah bawah.

3. Melempar Lembing

Teknik melempar yang benar akan menghasilkan lemparan yang baik, akurat dan jauh. Berikut ini cara melempar yang dibagi dalam tiga tahapan:

Tahap awalan

Awalan adalah gerakan berlari sambil membawa lembing di atas kepala dengan lengan ditekuk, sikut menghadap ke depan dan telapak tangan menghadap atas. Posisi lembing berada sejajar di atas garis paralel dengan tanah. Bagian terakhir awalan terdiri atas langkah silang (cross step). Pada bagian akhir dapat dilakukan langkah dengan beberapa cara berikut.
  • Jingkat (hop step), Pada permulaan lari awalan, lembing dibawa setinggi kepala dengan lengan bengkok siku menghadap ke atas. Kemudian berlari secepat-cepatnya, pada saat kaki kiri sampai pada tanda (check mark) yang telah ditentukan, tangan kanan telah mulai sedikit diluruskan ke belakang bawah. Kemudian, kaki kanan melangkah dan mendarat maka dengan tumpuan kaki kanan gerakan berjingkat dilakukan, mendarat dengan kaki kanan terlebih dahulu dan kaki kiri langsung ditarik selebar dan sejauh mungkin.
  • Langkah silang di depan (cross step)
  • Langkah silang di belakang (rear cross step)
  • Proses peralihan (cross step) dilakukan saat kaki diturunkan. Kedua bahu diputar perlahan ke arah kanan (bukan kidal), lengan kanan mulai bergerak dan diluruskan ke arah belakang dengan tubuh bagian atas condong ke belakang. Pandangan selalu melihat lurus ke depan.

Tahap Lemparan

Untuk melakukan lemparan lembing, tarik bahu kanan dan lengan untuk melakukan gerakan melempar melalui poros bahu dengan kuat ke depan-atas. Badan bergerak melewati kaki depan, lalu melepaskan lembing.
Gambar Rangkaian gerak lempar lembing
Tahap Akhiran 

ini adalah gerakn terakhir saat lembing dilepaskan, dengan melangkahkan kaki ke depan untuk menyeimbangkan gerak agar tidak terjatuh dan tidak melebihi garis batas lemparan.

Referensi: http://pengertianadalahdefinisi.blogspot.co.id/2014/03/pengertian-lempar-lembing-teknik-dasar.html

Aturan lainnya:

Ukuran Lapangan Lempar Lembing Standar Internasional

Ukuran Lapangan Lempar lembing telah ditentukan secara internasional menurut stantar IAAF/PASI. Berikut ini penjelasannya:
  • Lintasan awal dibatasi oleh garis 5 cm dan terpisah 4 meter. Panjang lintasan minimal 30 m dan maksimal 36,5m.
  • Lengkung lemparan dengan lebar 7 cm dibuat dari kayu atau logam dan dicat berwarna putih. Lengkungan ini datar dengan tanah dan merupakan busur dari lingkaran yang berjari-jari 8 meter.
  • Sudut lemparan dengan sudut 29-30 derajat dibentuk dari dua garis yang dibuat dari titik pusat lengkung-lemparan memotong kedua ujung lengkung lemparan, dengan tebal garis sektor 5 cm.
Gambar Lapangan Lempar lembing
Klik gambar untuk memperbesar
  • Lebar Awalan : 4 Meter
  • Panjang awalan : 40 meter
  • BC merupakan busur, Jari-jari AB=AC : 8 m
  • Lebar garis lurus sisi kanan dan kiri adalah : 1,5 m
  • Lebar Garis Lempar adalah : 7 m
  • Sudut lemparan: 30 Derajat

Artikel yang berhubungan dengan Lempar Lembing:

Aturan lainnya:

Ukuran Tongkat Lempar Lembing

Tongkat yang dipakai dalam perlombaan / pertandingan atletik lempar lembing (Javelin) yang dibuat oleh pabrikan umumnya terbuat dari bahan alumunium. Bagian ujung lembing runcing, terbuat dari besi yang dicrome mengkilap. Sedangkan untuk panjang lilitan tali untuk pegangan adalah 15 - 16 cm. Lembing dilengkapi dengan pegangan yang terbuat dari tali dan terletak di pusat gravitasi lembing.


Berikut ini ukuran tongkat lempar lembing sesuai standar IAAF/PASI:


Laki-laki:
Ukuran tongkat lempar lembing Laki-laki
Gambar tongkat lempar lembing untuk Pria
Klik gambar untuk memperbesar
  • Panjang tongkat: 2,6 - 2,7 meter
  • Berat tongkat minimum: 800 gram
  • Pusat gravitasi: 0,9-1,06 meter

Perempuan:

ukuran tongkat lempar lembing untuk perempuan
Gambar tongkat lempar lembing untuk wanita
Klik gambar untuk memperbesar 
  • Panjang tongkat: 2,2 - 2,3 meter
  • Berat tongkat minimum: 600 gram
  • Pusat gravitasi: 0,8-0,92 meter.

Artikel yang berhubungan dengan Lempar Lembing:

Aturan lainnya:

Sejarah Lempar lembing

manusia purba dengan tombakLempar lembing merupakan salah satu cabang olahraga dalam atletik. Olahrga ini dilakukan dengan melemparkan lembing dalam jarak tertentu. Untuk mencapai jarak maksimum, atlet harus menyeimbangkan tiga hal, yaitu kecepatan, teknik dan kekuatan.

Olahraga ini menggunakan lembing, yaitu sejenis tombak, tapi lebih ringan dan kecil. Awal mulanya, lempar lembing lebih identik dengan aktivitas berburu nenek moyang manusia. Sebagaimana olahraga atletik lainnya, lempar lembing diadopsi dari kebiasaan kaum laki-laki pada zaman tersebut. Aktivitas ini baru berkembang menjadi suatu olahraga ketika umat manusia memasuki masa bercocok tanam dan beternak, meninggalkan masa nomaden yang lebih kental dengan aktivitas berburunya. Manusia mulai menetap dengan membangun perkampungan atau perkotaan.

Waktupun berganti, aktivitas fisik seperti melempar lembing tak lagi digunakan untuk berburu. Aktivitas itu dialihkan menjadi suatu olahraga yang dipertandingkan. Unsur untuk memperoleh makanan (berburu) berubah menjadi upaya pemenuhan akan hiburan dan prestasi. Walaupun belum ditemukan catatan sejarah yang otentik mengenai lempar lembing, tapi sebagian ahli meyakini olahraga ini telah berkembang sejak zaman Yunani Klasik. Saat itu, lempar lembing termasuk olahraga populer. Tak kalah dengan olahraga jenis atletik lainnya, seperti lari, lompat, dan lempar cakram.


Artikel yang berhubungan dengan Lempar Lembing:

Selain di peradaban Yunani klasik. Lempar lembing juga tercatat dilakukan di beberapa peradaban klasik lainnya. Seperti peradaban Cina dan Mesir (Egypt) Klasik. Namun, tidak sepopuler seperti di Yunani.

Sehingga sangat beralasan jika banyak ahli yang lebih memilih peradaban Yunani klasik sebagai awal mulanya olahraga lempar lembing. Olahraga yang berakar pada aktivitas berburu leluhur manusia pada zaman purba.


Perkembangan

Atlet Skandinavia mendominasi 50 tahun pertama kejuaraan lempar lembing pria. Lalu, kejuaraan tersebut dilakukan oleh Swedia pada tahun 1896. Lempar lembing menjadi bagian dari olimpiade sejak tahun 1908 dan pada tahun 1932 diadakan kejuaraan lempar lembing untuk perempuan dalam olimpiade.

Aturan lainnya:

Ketentuan diskualifikasi Dalam Tolak Peluru

gambar peluit
Dalam setiap pertandingan / perlombaan olah raga tentunya terdapat peraturan yang dibuat, Bagi atlet yang melanggar akan dikenakan sanksi diskualifikasi (larangan turut bertanding bagi seseorang atau sebuah regu karena melanggar peraturan pertandingan). Termasuk dalam olahraga atletik Tolak Peluru.


Berikut ini Ketentuan diskualifikasi Dalam Tolak Peluru:
  • Menyentuh balok batas sebelah atas
  • Menyentuh tanah di luar lingkaran
  • Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah
  • Dipanggil selama 3 menit belum menolak
  • Peluru di taruh di belakang kepala
  • Peluru jatuh di luar sektor lingkaran
  • Menginjak garis lingkar lapangan
  • Keluar lewat depan garis lingkar
  • Keluar lingkaran sebelum peluru menyentuh lantai
  • Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan
  • Menggunakan dopping

Artikel yang berhubungan dengan Tolak peluru

Aturan lainnya:

Hal-Hal Yang Disarankan dan Dihindari Dalam Tolak Peluru

Tolak Peluru
Hal yang disarankan
  • Bawalah tungkai kiri merendah
  • Dapatkan keseimbangan gerak dari kedua tungkai, dengan tungkai kiri memimpin di belakang
  • Menjaga agar bagian atas badan tetap rileks ketika bagian bawah bergerak
  • Hasilkan rangkaian pada tungkai kiri
  • Putar kaki kanan ke arah dalam sewaktu melakukan luncuran
  • Pertahankan pinggul kiri dan bahu menghadap ke belakang selama mungkin
  • Bawalah tangan kiri dalam sebuah posisi mendekati badan
  • Tahanlah sekuat-kuatnya dengan tungkai kiri

Hal yang harus dihindari
  • Tidak memiliki keseimbangan dalam sikap permainan
  • Melakukan lompatan ketika meluncur dengan kaki kanan
  • Mengangkat badan tinggi ketika melakukan luncuran
  • Tidak cukup jauh menarik kaki kanan di bawah badan
  • Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke belakang
  • Menggerakkan tungkai kiri terlalu banyak ke samping
  • Terlalu awal membuka badan
  • Mendarat dengan badan menghadap ke samping atau ke depan

Artikel yang berhubungan dengan Tolak peluru

Aturan lainnya:

Pengertian Lempar Lembing

Lempar Lembing
Lempar Lembing atau Javelin merupakan salah satu cabang olahraga dalam atletik yang dilakukan dengan cara melemparkan lembing dengan ukuran panjang 2,6-2,7 meter, berat minimum 800 gram (untuk laki-laki) dan panjang 2,2-2,3 meter, berat minimum 600 gram (untuk perempuan) dalam jarak tertentu.

Lempar lembing menjadi bagian dari olimpiade sejak tahun 1908 dan pada tahun 1932 diadakan kejuaraan lempar lembing untuk perempuan dalam olimpiade.


Artikel yang berhubungan dengan Lempar Lembing:

Aturan lainnya:

Teknik Dasar Tolak Peluru Yang Benar & Lengkap

Memegang peluru
memegang peluru
Cara memegang peluru

Ada 3 teknik memegang peluru:
  1. Jari-jari direnggangkan sementara jari kelingking agak ditekuk dan berada di samping peluru, sedang ibu jari dalam sikap sewajarnya. Ini adalah gaya memegang peluru untuk orang yang berjari kuat dan panjang.
  2. Jari-jari agak rapat, ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang peluru. Gaya ini biasa dipakai oleh para juara.
  3. Seperti cara di atas, hanya saja sikap jari-jari lebih direnggangkan lagi, sedangkan letak jari kelingking berada di belakang peluru. Gaya yang terakhir ini cocok untuk orang yang tangannya pendek dan jari-jarinya kecil. Tidak cocok untuk anak anak dibawah 9thn.
cara meletakkan peluru di bahu
Meletakkan peluru pada bahu

Pertama-tama peluru dipegang lalu diletakkan pada bahu dan menempel pada leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke samping dan tangan satunya rileks di samping badan.


Menolak peluru

Gaya tolak peluru dengan awalan menyamping (Gaya Ortodock)
Gaya tolak peluru dengan awalan menyamping (Gaya orthodox)
  • Sikap awal, berdiri menyamping dengan sektor tolakan berada di sektor kiri tubuhnya, lutut kaki kanan ditekuk, sedangkan kaki kiri diluruskan ke belakang.
  • Berat badan berada pada kaki kanan dengan pandangan mata ke depan.
  • Tangan kanan memegang peluru yang diletakkan di atas bahu kanan menempel pada rahang, sedangkan tangan kiri diangkat ditekuk di depan wajah kiri berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh.
  • Saat akan menolak, kaki kiri diangkat kemudian diputarkan ke arah kiri sebanyak 2-3 kali putaran kemudian kaki kiri berpijak di sebelah kaki kanan.
  • Kaki kiri digeser ke samping kiri sambil kaki kanan juga digeser mengikuti arah kaki kiri bergeser
  • Ketika kedua kaki bergeser ke kiri, peluru dilemparkan dengan cara mendorong tangan kanan yang memegang peluru ke arah depan atas, jalannya peluru membentuk parabola diikuti pandangan mata arah jalannya peluru.
  • Sikap akhir, berat badan berada di kaki kanan diusahakan tubuh tidak keluar dari lingkaran.

Gaya tolak peluru dengan awalan membelakangi tolakan (Gaya O'Brien)
Gaya tolak peluru dengan awalan membelakangi tolakan (Gaya O'Brien)
  1. Sikap awal, berdiri membelakangi sektor tolakkan dengan berat badan ada di kaki kanan sambil tubuh dibungkukkan.
  2. Kaki kiri berada dibelakang sedikit terangkat, tetapi ujung kaki masih berpijak dengan tanah.
  3. Tangan kanan memegang peluru yang diletakkan di atas bahu yang menempel dengan daun telinga, sedangkan tangan kiri ditekuk ke atas menyilang di atas wajah.
  4. Tubuh dalam keadaan rendah, kaki kiri diayun-ayunkan ke depan dan ke belakang kemudian peluru ditolakkan.
  5. Pada waktu menolakkan peluru diikuti berat badan diputar ke belakang sambil kaki digeser ke belakang.
  6. Setelah peluru ditolakkan dengan keras dan diikuti pandangan mata, kemudian berat badan ganti pada kaki kiri. Keseimbangan tubuh tetap dijaga agar tidak terpental ke luar lingkaran.

Artikel yang berhubungan dengan Tolak peluru

Aturan lainnya:

Bentuk dan Ukuran Lapangan Tolak peluru Beserta Gambarnya

 Lapangan Atletik Tolak peluru
  1. Lingkaran tolak peluru harus dibuat dari besi, baja atau bahan lain yang cocok yang dilengkungkan, bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya. Bagian dalam lingkaran tolak dibuat dari semen, aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak licin. Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar antara 20 mm sampai 6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi.
  2. Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0.75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau kayu.
  3. Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m. Tebal besi lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus di cat putih.
  4. Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh.
  5. Lebar balok 11,2-30 cm, panjangnya 1,21-1,23 m di dalam, tebal 9,8-10,2 cm.

Artikel yang berhubungan dengan Tolak peluru

Aturan lainnya:

Ukuran Bola Tolak Peluru Standar IAAF / PASI

bola tolak peluru
Dalam olah raga tolak peluru diperlukan peralatan atau perlengkapan penunjang yang sesuai ketentuan yang berlaku atau standar IAAF / PASI seperti yang dijelaskan di bawah ini.
  • Berat bola tolak peluru untuk senior putra = 7.257 kg, dengan diameter 125±2mm
  • Berat bola tolak peluru untuk senior putri = 4 kg, dengan diameter 103±2mm
  • Berat bola tolak peluru untuk junior putra = 5 kg atau 5,45 kg, dengan diameter 115±2mm
  • Berat bola tolak peluru untuk junior putri = 3 kg, dengan diameter 97±2mm

Peralatan Tolak Peluru
  • Rol Meter
  • Bendera Kecil
  • Kapur / Tali Rafia
  • Peluru

Artikel yang berhubungan dengan Tolak peluru

Aturan lainnya:

Sejarah Olahraga Tolak Peluru Dunia

Tolak PeluruTolak peluru (bahasa Inggris: the shot put) merupakan salah satu olah raga yang terdapat dalam nomor lempar pada cabang olahraga atletik.

Konon, tolak peluru telah ada sejak 2000 tahun lalu. Saat itu, olahraga tolak peluru populer di kalangan pria Britania atau Inggris untuk menguji kekuatan para pria. Peluru yang digunakanpun masih berupa batu bukan.

Ide olah raga tolak peluru berawal pada abad pertengahan, saat itu meriam menjadi salah satu senjata yang paling mematikan.

Perlombaan tingkat amatir mulai diperlombakan dalam kejuaraan yang digelar pada tahun 1866. Barulah pada tahun 1896 olahraga tolak peluru dimasukkan dalam perlombaan olahraga skala besar yakni di Olimpiade Athena, Yunani.

Kemajuan terbesar dalam olahraga tolak peluru terjadi di tahun1950, ketika Parry O'Brien memulai tolakannya menghadap bagian belakang ring, metode ini dikenal sebagai metode O'Brien atau lebih di kenal dengan teknik meluncur.

Namun dalam perkembangannya, teknik yang mendapat popularitas adalah teknik berputar yang menggunakan lemparan cakram melintasi ring tolak peluru bukan bergerak ke arah belakang yang telah dilakukan oleh O'Brien. Meski demikian, kedua teknik ini sama-sama mencapai keberhasilan.


Artikel yang berhubungan dengan Tolak peluru

Aturan lainnya:

Pengertian Tolak Peluru

Tolak Peluru
Tolak peluru adalah suatu bentuk gerakan menolak atau mendorong suatu alat bundar(peluru) dengan berat tertentu yang terbuat dari logam, yang dilakukan dari bahu dengan satu tangan untuk mencapai jarak sejauh jauhnya.

Olah raga tolak peluru adalah bagian dari cabang Atletik. Dalam Atletik dikenal LAri, Lempar dan Lompat. Olah raga tolak peluru masuk dalam cabang lempar

gaya tolak peluru, sejarah tolak peluru, lapangan tolak peluru, pengertian tolak peluru, sejarah tolak peluru di dunia


Artikel yang berhubungan dengan Tolak peluru

Aturan lainnya:

Teknik Lempar Cakram Beserta Gambarnya

cara memegang cakramArtikel yang berhubungan dengan lempar Cakram:

Tekhnik memegang cakram (Awalan)

Teknik memegang cakram yang benar adalah cakram diletakan pada telapak tangan kiri menghadap ke atas, kemudian tangan kanan menutup dari atas. jari-jari tangan kanan membuka dengan mengkaitkan jari-jari pada cakram menggunakan ruas jari yang pertama.

Gaya melempar cakram (Ayunan)

1. Gaya samping - Sikap permulaan berdiri miring/menyamping kearah sasaran, sesaat akan memulai berputar lengan kanan diayun jauh ke belakang, sumbu putaran pada kaki kiri (telapak kaki bagian depan atau ujung) selama berputar lengan kanan selalu di belakang, pada posisi melempar badan merendah lengan kanan di belakang pandangan ke arah sasaran, setelah cakram lepas dari tangan kaki kanan melangkah ke depan berpijak dibekas telapak kaki kiri yang saat itu telah berayun ke belakang.


2. Gaya belakang - Sikap pertama berdiri membelakangi arah lemparan sesaat akan berputar lengan kanan diayun jauh ke belakang pandangan mulai melirik ke kiri, saat mulai berputar ujung telapak kaki kiri sebagai sumbu dan tolakan kaki kiri itu pula badan meluncur ke arah lemparan, kaki kanan secepatnya diayun memutar ke kiri untuk berpijak, sesaat kaki kanan mendarat kaki kiri dengan cepat pula diayum ke kiri untuk berpijak dan terjadilah sikap lempar, setelah cakram lepas dari tangan kaki kanan segera diayun ke depan dan kaki kiri diayun ke belakang.
Teknik melempar cakram gaya belakang

Gerakan atau sikap akhir

Gerakan akhir atau sikap akhir adalah posisi setelah lepasnya cakram. Caranya yaitu dengan mengikuti putaran badan dan menjaga keseimbangan agar tubuh kita tidak jatuh atau terhuyung.

Referensi:

Aturan lainnya:

Ukuran Lapangan Lempar Cakram Lengkap Beserta Gambarnya

Gambar Lapangan Lempar Cakram.
Gambar Lapangan Lempar Cakram. [Langkah Bugar]
Lapangan lempar cakram berbentuk lingkaran (tempat atlet untuk melempar). Dari titik tengah lingkaran ditarik dua garis keluar ke arah depan membentuk sudut 40 derajat. Permukaan lantai tempat melempar harus datar dan tidak licin, terbuat dari semen, aspal, dan lain-lain.
Lingkaran lemparan dikelilingi oleh sangkar/pagar kawat untuk menjamin keselamatan petugas, peserta, dan penonton.

Artikel yang berhubungan dengan lempar Cakram:

Ukuran lapangan:
  • Garis tengah lapangan 2,50 m. Lingkaran untuk melempar dalam perlombaan yang resmi terbuat dari metal atau baja.
  • Perpanjangan garis tengah 0,75 m
  • Sudut lempar 40 derajat 
  • Garis batas lempar (lebar garis 5 cm).

Aturan lainnya: