Bentuk & Ukuran Lapangan Lompat Jangkit

Bentuk lapangan Lompat Jangkit sama dengan lapangan lompat jauh, menggunakan bak yang diisi pasir dengan ukuran 10 x 2.75 m ditambah dengan lintasan lari sepanjang 40 - 45 m dan papan lompat ukuran 1.22 x 0,2 x 0,0 5 m. Bak diisi pasir yang halus dan bebas dari kerikil tajam agar tidak mencederai pelompat saat mendarat.

lapangan lompat jangkit
Klik gambar untuk memperbesar

Ukuran untuk Lapangan dari awal lari sampai balok tumpuan ± 45m, dari balok tumpuan sampai bak lompatan ± 13m, bak lompat panjang 10m, lebar 2,75m. kedalaman bak lompat ± 10-20cm.

Berikut ini bagian-bagian lapangan lompat jauh beserta ukurannya:
  • Panjang bak lompat 7-  9 m
  • Lebar bak lompat = 2,75 m
  • Lebar lintasan awalan = 1,22 m
  • Lebar papan tumpu = 20 cm
  • Panjang papan tumpu = 1,22 m

Artikel yang berhubungan dengan lompat jangkit

Aturan lainnya:

Sejarah Lompat Jangkit

Mantan pemegang rekor dunia Willie Banks .
Mantan pemegang rekor dunia, Willie Banks
Lompat jangkit adalah lompat yang menggunakan lompatan tiga kali yaitu jingkat (hop), langkah (step), lompat (jump) atau jingkat-lompat-lompat. Pengertian lompat jangkit seperti ini karena Lompat jangkit atau sering disebut juga lompat tiga, hal ini karena lompat jangkit terdiri dari tiga lompatan jangkit, langkah dan lompat. Ada tiga tipe dalam lompat jangkit, yaitu pelompat datar, terjal, dan pelompat alamiah.


Sejarah Lompat Jangkit

Lompat Jangkit atau lompat tiga melibatkan tiga varian melompat satu demi satu, berakar pada Olimpiade Yunani Kuno, dengan catatan yang menunjukkan para atlet mencapai jarak lebih dari 50 kaki (15,24 m).

Hal ini menyebabkan sejarawan olahraga menyimpulkan bahwa hal tersebut merupakan serangkaian lompatan, sehingga memberikan dasar untuk lompat ganda. Namun, tidak ada bukti untuk lompat ganda yang termasuk dalam Olimpiade kuno. Diperkirakan juga bahwa jarak yang luar biasa dicatat adalah karena lisensi artistik penulis puisi kemenangan, daripada upaya untuk melaporkan hasil yang akurat.

Lompat ganda adalah bagian dari Olimpiade modern perdana di Athena, meskipun pada saat itu terdiri dari dua hop di kaki yang sama dan kemudian melompat. Bahkan, yang pertama menjuarai Olimpiade modern, James Connolly, adalah triple jumper. Awal Olimpiade juga termasuk lompat ganda berdiri, meskipun ini telah dihapus dari program Olimpiade dan jarang dilakukan dalam kompetisi saat ini. Lompat ganda perempuan diperkenalkan dalam Olimpiade Atlanta pada tahun 1996.

Dalam mitologi Irlandia geal-ruith (triple jump), adalah sebuah acara memperebutkan dalam Irlandia kuno Tailteann Game, awal 1829 SM.

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Triple_jump


Artikel yang berhubungan dengan lompat jangkit

Aturan lainnya:

Pengertian Lompat jangkit (Triple Jump)

Pengertian Lompat jangkit (Triple Jump)
Lompat Jangkit adalah suatu bentuk gerakan lompat yang merupakan rangkaian urutan gerak yang dilakukan dengan berjingkat (hop), melangkah (step), dan melompat (jump) untuk mencapai jarak yang sejauh-jauhnya.
 Lompat jangkit (Triple Jump)

Lompat jangkit biasanya disebut lompat tiga (triple jump) karena lompat jangkit terdiri dari tiga urutan gerak yaitu gerak berjingkat, gerak melangkah, dan gerakan melompat itu sendiri. Tiga macam gerakan tersebut dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan dalam satu rangkaian.

Lompat jangkit (kadang-kadang disebut sebagai hop, step dan jump) adalah sebuah olahraga trek andfield (melibatkan jalur di lapangan), mirip dengan lompat jauh, tetapi melibatkan rutinitas “ jingkat (hop), langkah (step) dan melompat (jump)”, dimana pesaing berjalan menyusuri jalur dan melakukan satu jingkatan (hop), satu langkah (step) dan kemudian melompat (jump) ke dalam kotak pasir.

Di dalam lompat jungkit sebenarnya terjadi tiga kali tolakan, tiga kali melayang di udara, dan tiga kali pendaratan. Jarak lompatan di ukur dari kumulatif ketiga gerakan lompat jangkit tersebut (hot-step-jump).

Gerakan lompat jangkit memproyeksikan pusat gaya berat tubuh si pelompat di udara ke arah depan dengan melalui tiga tahapan lompatan atau tumpuan. Yaitu Hop-Step-Jump. Menurut ketentuan si pelompat harus melakukan tiga kali menumpu, menumpu dua kali dengan kaki yang sama yang disebut step dan diakhiri dengan gerakan jump atau lompat.

Hasil dari suatu lompatan sangat tegantung dari kecepatan horizontal dan kekuatan pada ketiga tahapan tumpuan tesebut. Jarak antara hop, step, jump bervariasi tergantung dari kecepatan, kekuatan, dan kelentukan otot. Sudut tumpuan yang tepat sangat membantu menjaga kecepatan.


Artikel yang berhubungan dengan lompat jangkit

Aturan lainnya:

Teknik Melakukan Lompat Galah yang Benar

Tahap-tahap melompat pada lompat tinggi galah
Klik gambar untuk memperbesar
Dalam olah raga Lompat tinggi Galah terdapat beberapa tahapan yang harus dikuasai oleh seorang atlet lompat galah. Tahapan tersebut meliputi cara memegang galah, cara membawa galah cara melakukan lari awalan, cara menancap galah, bergantung dan berayun keatas, cara melewati mistar dan cara melakukan pendaratan.


Artikel yang berhubungan dengan Lompat Tinggi Galah:

Berikut ini penjelasan mengenai tahapan Teknik Melakukan Lompat Galah yang Benar:

 

Memegang galah

Cara memegang galahUntuk atlet yang saat bertumpu dengan kaki kiri, cara memegang galah adalah sebagai berikut:
  1. Letakkan tangan kiri didepan, dengan bagian punggung telapak tangan menghadap keatas. Keempat jari rapat berada disisi/samping kanan (luar), ibu jari rapat berada disisi/disamping kanan (luar), ibu jari berada disisi dalam/bawah. Siku ditekuk sekitar 90 derajat, lengan bawah diangkat kira-kira setinggi ulu hati. Jarak antara lengan bawah dengan ulu hati sekitar satu jengkal.
  2. Letakkan tangan kanan di belakang, siku ditekuk sekitar 90 derajat atau lebih, lengan bawah menuju kebawah agak kebelakang. Keempat jari berada didalam sisi, ibu jari disisi luar.
  3. Genggam galah dengan rilek, tidak terlalu kuat, namun cukup sedang saja.
  4. Posisikan tangan kanan (tangan belakang) sedikit menekan kebawah sehingga posisi tangan kanan lebih rendah dari pada lengan kiri (tangan depan). Hal ini berguna agar berat galah tidak terlampau didepan.
  5. Posisikan bagian galah diantara genggaman tangan kanan dan tangan kiri dan berada dekat dengan badan setinggi pinggang. Ujung galah menuju kedepan atau atau sedikit kesamping kiri dalam posisi lebih tinggi dari kepala.
  6. Sikap kedua bahu datar, badan (dada) menghadap kedepan.
  7. Panjang atau pendeknya pegangan galah tergantung dari tinggi-rendahnya kedudukan mistar. Bagi pemula, pegangan tangan bagian depan bisa setinggi mistar atau lebih. Sedangkan bagi pelompat senior pengangan tangan bagian depan tadi sering lebih rendah dari kedudukannya mistar. Apabila kedudukan mistar lebih tinggi dari panjang galah, maka pegangan kedua tangan pada galah harus lebih rendah dari ketinggian galah.

Melakukan Awalan
  1. Lakukan awalan sesuai kemampuan, umumnya berkisar antara 25 hingga 35 meter.
  2. Lakukan langkah awal dengan gerakan mulai dari pelan hingga semakin dipercepat. Bila atlet mampu, lakukanb free wheeling menjelang bertumpu (kira-kira tiga langkah sebelum bertumpu/menancapkan galah).
  3. Selama berlari mengambil awalan, posisi genggaman tangan jangan terlalu kuat namun rilek, dan usahakan tidak menggerakkan galah yang digenggam.
  4. Saat berlari sikap badan tetap menghadap kedepan dan arah galah tetap lurus kedepan dengan posisi ujung galah galah lebih tinggi dari kepala
  5.  Semakin dekat dengan tempat bertumpu (titik tumpu) ujung galah sedikit demi sedikit diturunkan untuk segera ditancapkan pada papan/lubang penancap galah.

Menancapkan galah dan bertumpu
  1. Masukkan ujung galah kedalam lubang penancap galah dengan sedikit menjulurkan kedua lengan kedepan bawah. Pada saat ujung galah mengenai dasar lubang, geser sedikit gengaman tangan bagian depan (kiri) mendekati arah tangan kanan. pada posisi ini, kedua lengan terus diangkat keatas atau saat itu pula kaki kanan (terutama bagian paha) diangkat cepat kedepan atas (tungkai bawah ditekuk rileks) yang disertai pula dengan tolakkan kaki kiri pada titik tumpu tolakkan kaki kiri hrus kuat, cepat dan menghentak, sehingga lutut berakhir dalam sikap lurus. Pergeseran genggaman tangan kiri mendekat kearah tangan kanan biasanya dilakukan untuk galah yang terbuat dari non fiber glass. sementara untuk galah yang terbuat dari fiber glass genggaman tangan depan/kiri tidak perlu digeser keatas .
  2. Saat kaki kiri lepas dari tanah, kedua lengan tetap lurus (terutama lengan kanan) dan saat itu pula badan mulai bergantung pada galah. Pandangan keatas mistar.

Bargantung dan mengayun kebadan
  1. Setelah kaki kiri lepas dari tanah, kedua lengan lurus dari atas kepala, paha kanan diangkat kedepan atas, saat itu itu pula kaki kirai diayun keatas menyusul kaki kanan. Apabila pelompat memakai galah fiber galss, maka pada saat inilah galah tersebut benar-benar dalam keadaan melengkung optimal dan saat itu pula sikap kedua kaki sudah terayun keatas lebih tinggi dari kepala.
  2. Saat kedua kaki benar-benar terayun keatas, dengan tumpuan kedua tangan pada galah, badan didorong dan diangkat keatas sambil memulai memutarkan badan kekiri.


Melewati mistar
  1. Setelah badan bertumpu kekiri, kedua tangan tetap bertumpu pada galah untuk mengangkat seluruh berat badan keatas, maka saat itu posisi kepala benar-benar berada dibawah menuju kearah jalur awal, perut menghadap kearah mistar.
  2. Akhir dari tumpuan kedua tangan pada galah tadi, sebagian badan telah melewati mistar dan saat itu pula galah dilepaskan (tangan kiri lepas terlebih dahulu, disusul tangan kanan). Kedua kaki diturunkan, perhatian dituju pada pendaratan. Apabila memakai galah fiber glass, maka pada saat galah hampir lurus keatas, sat itu pula sangh atlet harus menekan/bertumpu dengan kedua tangan. Sehingga saat dilepaskan, posisi galah sudah dalam keadaan lurus.


Pendaratan

kebanyakan para pelompat sering mendarat dengan sikap duduk atau agak tidur terlentang. Hali ini tergantung dari penguasaan keseimbangan pada saat melayang turun. Cara mendarat seperti ini dilakukan pada alas pendaratan yang terbuat dari bahan yang lunak (kasur busa/spon). (Sumber: Aak-Share)

Aturan lainnya:

Ukuran Lapangan dan Galah untuk lompat galah

Lapangan Lompat galah
Klik gambar untuk memperbesar

Artikel yang berhubungan dengan Lompat Tinggi Galah:
Lapangan lompat galah terdiri dari beberapa bagian, diantaranya adalah: lintasan lari, kotak tancap galah, tiang penyangga palang, dan bantalan untuk mendarat.
  • Lintasan lari - area ini memiliki panjang sejauh 45 meter atau 147 ft 7 in dari titik awal hingga kotak tancap galah.
  • Kotak tancap galah - memiliki panjang 1 m - 1,084m, lebar 60cm. Dengan panjang daerah miring 80cm. untuk kedalaman bagian tancap adalah 20cm / 8 in.
  • Tiang penyangga palang - panjang palang 4,5m
  • Bantalan untuk mendarat - terbuat dari busa yang berukuran 5m x 5m

Kotak Tancap Galah (Kotak untuk menanamkan galah)

Kotak untuk menanamkan galah
Klik gambar untuk memperbesar
Pada lompat tinggi galah harus ada kotak yang di gunakan untuk menanamkan
galah. Ukuran kotak tersebut adalah :
  • Panjang = 1 m - 1,084m
  • Lebar bagian muka = 60 cm
  • Panjang daerah miring 80cm.
  • Lebar bagian belakang = 15 cm
  • Kedalaman bagian belakang = 20 cm
  • Dasarnya terbuat dari besi atau logam dengan lebar 2,5 mm.

Ukuran Tongkat / Galah

Tongkat lompat galah terbuat dari fiber dengan kelenturan khusus sesuai dengan berat badan pelompat. Jika pelompat 60kg maka galah yang dipakainya khusus untuk kelenturan bagi berat 60 kg karena jika dipakai dengan berat 80kg dapat patah jika digunakan. dan jika dipakai pelompat 50 kg maka galah tidak akan melenting untuk membantu lompatan. Galah ini di gunakan hanya untuk lompat tinggi galah.
  1. Panjang bilah: sekitar 3,86 meter sampai dengan 4,52 m.
  2. Berat: maksimum 2,26 kg. 

Aturan lainnya:

Sejarah Lompat Galah

Fierljeppen
Lompat galah dipercayai berasal dari benua eropa. Pada waktu itu galah digunakan untuk melewati rintangan atau halangan di wilayah Friesland, Belanda.

Belanda adalah negeri pesisir pantai yang sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Hal ini menyebabkan di negara ini terdapat banyak sungai dan danau. Akibatnya sebagian warga Belanda harus menyeberangi sungai atau danau jika akan bepergian ke tempat lain.

Masyarakat pada ketika itu menyimpan galah dirumah masing-masing untuk menghindari air saat menyeberangi parit. Selain itu, mereka juga ingin menghindari perjalanan yang membosankan di atas jambatan.

Untuk melewati sungai dan danau, warga Belanda menggunakan Fierljeppen atau lompat galah danau. Pada abad ke-13, cara ini kerap digunakan petani di Norwegia.

Seiring perkembangan zaman, Fierljeppen mulai dipertandingkan. Dalam olahraga  Fierljeppen, peserta harus memanjat galah setinggi mungkin supaya bisa jatuh dengan posisi terjauh.

Fierljeppen inilah yang menjadi cikal bakal lompat galah saat ini.

Artikel yang berhubungan dengan Lompat Tinggi Galah:

Di negeri Kincir Angin digelar kompetisi Fierljeppen. Peminatnya cukup banyak. Mereka diharuskan menyeberangi danau dengan menggunakan galah aluminum sepanjang 11 meter. Tentunya peserta yang mencapai jarak terjauh akan keluar sebagai pemenang.

Pertandingan lompat galah pada mulanya diukur berdasarkan jarak bukan ketinggian. Pertandingan ini diadakan secara tahunan di kawasan tanah pamah sekitar laut utara. Pertandingan lompat galah dengan diukur berdasarkan ketinggian mula-mula diadakan pada tahun 1843 bertempat di club sepak bola dan kriket Ulverston, Cumbria, Inggris.

Pelompat galah pada saat itu mengunakan galah yang dibuat dari kayu yang ujungnya tajam. Pertandingan ini diadakan di kawasan berumput. waktu menancapkan galah dan mendarat dilakukan diatas rumput.

Pertandingan lompat galah seperti yang terdapat pada masa sekarang berawal pada 1850 di Jerman. Versi modern untuk perlombaan lompat galah mula-mula dipertandingkan di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19.

Referensi:

Aturan lainnya:

Pengertian Lompat galah

Lompat galah
Lompat Galah adalah lompat tinggi yang dibantu dengan mengunakan galah untuk melewati mistar. Tujuannya adalah untuk melompat yang setinggi-tingginya.
Lompat galah
Lompat tinggi galah merupakan salahsatu cabang olahraga atletik nomor lompat yang sering diperlombakan baik diajang lokal, nasional, hingga internasional. Lompat tinggi galah adalah salah satu jenis  lompatan yang dilakukan dengan bantuan galah untuk mencapai tujuan lompatan yang setinggi-tingginya.
 Lompat galah

Artikel yang berhubungan dengan Lompat Tinggi Galah:

Aturan lainnya:

Jumlah dan Tugas Juri & Wasit lompat jauh

juri lompat jauh
Dalam setiap perlombaan tentulah terdapat hakim, juri ataupun Wasit sebagai petugas yang berwenag dalam jalannya perlombaan tersebut sehingga perlombaan berjalan dengan peraturan yang telah ditentukan.

Terdapat lima petugas dalam lapangan lompat jauh, yakni: Juri Hakim, Juri Pengukur, Juri Pencatat, Wasit 1, dan Wasit 2. Berikut ini Beberapa petugas yang berwenang dalam setiap pertandingan / perlombaan Lompat Jauh:
  1. Juri Hakim, Juri Hakim bertugas sebagai penengah atau pemutus keputusan terhadap pelanggaran yang terjadi dalam perlombaan Lompat Jauh. 
  2. Juri Pengukur, Juri Pengukur bertugas mengukur hasil jarak atau jauhnya lompatan setiap peserta yang telah melakukan lompatan.
  3. Juri Pencatat, Juri Pencatat bertugas mencatat hasil maksimal yang diperoleh setiap peserta
  4. Wasit 1, Wasit satu bertugas mengawasi setiap peserta sebelum melakukan perlombaan.
  5. Wasit 2, Wasit dua bertugas mengawasi setiap peserta yang akan melakukan lompatan.

Artikel yang berhubungan dengan Lompat Jauh:

Aturan lainnya:

Peraturan Lompat Jauh

Atlet, Lompat Jauh, Kompetisi, Lapangan, Pendaratan
Lapangan:
  • Lintasan awalan lompat jauh lebar minimal 1,22 m dan panjang 45 m.
  • Panjang papan tolakan 1, 22 m; lebar 20 cm dan tebal 10 cm.
  • Pada sisi dekat dengan tempat mendarat harus diletakkan papan  plastisin untuk mencatat bekas kaki pelompat bila ia berbuat salah tolak sekurang-kurangnya 1 m dari tepi depan bak pasir pendaratan.
  • Lebar tempat pendaratan minimal 2, 75 m, jarak antara garis tolakan sampai akhir tempat lompatan minimal 10 m.
  • Permukaan pasir di dalam tempat pendaratan harus sama tinggi/datar dengan sisi atas papan tolakan.

Baca selengkapnya di: "Gambar dan Ukuran Lapangan Lompat jauh"

 

Peserta
  • Jika peserta lomba lebih dair 8 orang, maka setiap peserta pun dibolehkan untuk melakukan 3 kali lompatan, serta 8 pelompatan dengan lompatan terbaik tersebut dapat melompat 3 kali untuk bisa menentukan siapakah yang menjadi pemenangnya.
  • Jika peserta kurang dari 8 orang, maka setiap peserta harus melompat sebanyak 6 kali secara bergiliran.
  • Seluruh lompatan yang sudah dihasilkan oleh para peserta pun akan diukur, dari titik bebas terdekat pada bak pasir pendaratan .
  • Setiap peserta akan diberikan waktu selama 1.5 menit untuk melakukan lompatan
  • Lompatan yang terbaik yang sudah dihasilkan oleh peserta adalah hasil yang akan dicatat untuk menentukan siapakah yang akan menjadi pemenangnya.


Cara mengukur lompatan pada lompat jauh
  • Semua lompatan harus diukur dari tempat bekas pendaratan di bak lompat ke balok tumpuan. Cara pengukuran harus tegak lurus dengan garis tumpuan atau perpanjangannya. Pengukuran dilakukan dari sisi bekas pendaratan yang terdekat dengan balok tumpuan lalu ditarik lurus ke sisi balok tumpuan yang dekat dengan bak lompat jauh tersebut.
  • Pengukuran dilakukan oleh juri pengukur yang biasanya berjumlah 2 (dua) orang.
  • Pengukuran akan dilakukan apabila lompatan tersebut dinyatakan syah.
  • Pengukuran lompatan diambil dari balok ujung balok tumpu yang terdekat dengan bak pasir, sampai pada tanda awal pendaratan.
  • Bila pelompat berjalan mundur seusai melakukan lompatan maka yang diukur adalah jarak ketika atlet tersebut mundur. Oleh karena itu ketika seusai meloncat maka atlet harus berjalan maju.
  • Pada pengukuran ini diusahakan untuk seteliti mungkin sebab selisih satu cm saja akan berpengaruh.
  • ·Selain itu alat yang digunakan untuk mengukur juga harus sama ( hanya ada satu alat ukur). Hasil lompatan akan dicatat oleh pencatat hasil perlombaan.


Diskualifikasi

Seorang pelompat dinyatakan gagal (Diskualifikasi) apabila melakukan hal-hal berikut.
  • Dipanggil 3 menit belum melompat
  • Menumpu dengan 2 kaki
  • Mendarat luar bak lompat
  • Menyentuh tanah di belakang garis batas tumpuan dengan bagian tubuh manapun, baik sewaktu membuat ancang-ancang lompat maupun sewaktu lari kencang tanpa membuat tolakan.
  • Menolak dari luar ujung balok tumpuan, baik sebelum maupun sesudah garis perpanjangan garis tumpuan.
  • Pada waktu mendarat, pelompat menyentuh tanah di luar zona pendaratan atau bak lompat sebelum melakukan pendaratan yang benar pada bak pendaratan.
  • Sesudah melompat dengan sempurna, pelompat berjalan balik melalui bak lompat. (Kembali ke arah awalan, setelah melompat)
  • Mendarat dengan melakukan suatu gerakan salto.

Juri
  • juri mengangkat bendera merah apabila pelompat gagal atau diskualifikasi
  • juri mengangkat bendera putih jika lompatan benar

Penentuan pemenang

Penentuan pemenang lompat jauh bila kita lihat memanglah mudah karena ditentukan oleh lompatan yang paling jauh. Sebetulnya tidak demikian sebab ada beberapa prosedur yang harus dilalui oleh atlet, seperti tes doping.

Bila didalam sebuah perlombaan ada nilai yang sama maka untuk menentukan juara maka harus diberikan kesempatan pada kedua peserta tersebut untuk melakukan lompatan lagi. Dan bila masih sama maka dilihat dari prestasi atlet sebelumnya, dan bila masih sama baru diadakan undian.

Artikel yang berhubungan dengan Lompat Jauh:

Aturan lainnya:

Gambar dan Ukuran Lapangan Lompat Jauh

Lapangan Lompat Jauh
Klik gambar untuk memperbesar
Bentuk lapangan lompat jauh sangatlah sederhana, menggunakan bak yang diisi pasir dengan ukuran 10 x 2.75 m ditambah dengan lintasan lari sepanjang 40 - 45 m dan papan lompat ukuran 1.22 x 0,2 x 0,0 5 m.
Bak diisi pasir yang halus dan bebas dari kerikil tajam agar tidak mencederai pelompat saat mendarat.

Berikut ini bagian-bagian lapangan lompat jauh beserta ukurannya:
  • Panjang bak lompat 7-  9 m
  • Lebar bak lompat = 2,75 m
  • Lebar lintasan awalan = 1,22 m
  • Lebar papan tumpu = 20 cm
  • Panjang papan tumpu = 1,22 m

Artikel yang berhubungan dengan Lompat Jauh:

Aturan lainnya:

Teknik Dasar Gaya Lompat Jauh

Lompat Jauh merupakan salah satu dari nomor yang dipertandingkan dalam olahraga atletik. Dalam melakukannya setiap atlet memiliki gaya tersendiri, kali ini admin akan sedikit menjelaskan tentang teknik dasar gaya lompat jauh yang Benar Untuk Pemula.

Terdapat 3 teknik dasar gaya yang harus dikuasai oleh atlit lonpat jauh, yakni gaya menggantung (hang style), gaya berjalan di udara (walking in the air) dan gaya jongkok. Berikut ini penjelasannya.


1. Gaya Menggantung (Hang style atau Schnepper)

Teknik Dasar Gaya Lompat Jauh Gaya Menggantung (Hang style atau Schnepper)
Teknik Dasar Lompat Jauh Gaya Menggantung (Hang style atau Schnepper)  
Awalan
  1. Ambil posisi ancang-ancang untuk melompat dengan jarak tidak terlalu jauh.
  2. Lakukan sprint dengan cepat, dengan tetap menjaga keseimbangan badan.
  3. Ketika mendekati garis start kecepatan lari tidak berubah sampai tiba saatnya untuk melakukan lompatan.

Tolakan
  1. Pastikan anda telah memilih kaki mana yang akan dijadikan tumpuan untuk melakukan lompatan.
  2. Saat melompat bagian badan harus diberi gerakan tolakan dari belakang ke depan dengan sekuat tenaga yang sumbernya dari tolakan kaki.
  3. Dalam melakukan lompatan, tahapan yang benar yaitu dimulai dari tumit, kemudian telapak kaki, selanjutnya diteruskan pada telapak ujung kaki.
  4. Gerakan kaki bagian belakang diayun menuju ke depan atas, kemudian bersamaan dengan gerakan kedua tangan.

Saat Melayang di Udara
  1. Posisi kedua tangan berada di samping telinga dalam keadaan lurus ke atas.
  2. Posisi kedua kaki dirapatkan kemudian diayunkan dari belakang ke depan.
  3. Posisi awal tolakan dada agak sedikit dibusungkan kemudian digerakan ke belakang.
  4. Posisi Badan dan lutut saat di udara diayunkan ke arah depan dengan tenaga yang meksimal.

Mendarat
  1. Posisi lutut kaki diluruskan ke depan dan bagian lengan agak sedikit ditekuk
  2. Ketika kedua kaki ingin menyentuh tempat pendaratan, posisi kaki harus berada di depan
  3. Saat mendarat kedua tumit kaki menjadi tumpuan awal. Setelah kedua tumit kaki mendarat, maka posisi tangan berada di depan.
  4. Posisi badan sedikit membungkuk dalam keadaan tidak terlalu kaku agar dapat mendarat dengan sempurna.

2. Gaya Berjalan di Udara (Walking in the Air)

Teknik Dasar Gaya Lompat Jauh Gaya Berjalan di Udara (Walking in the Air)
Teknik Dasar Lompat Jauh Gaya Berjalan di Udara (Walking in the Air)
Awalan
  1. Ambil posisi ancang-ancang untuk melompat dengan jarak tidak terlalu jauh.
  2. Lakukan sprint dengan cepat, dengan tetap menjaga keseimbangan badan.
  3. Ketika mendekati garis start kecepatan lari tidak berubah sampai tiba saatnya untuk melakukan lompatan.

Tolakan
  1. Pastikan anda telah memilih kaki mana yang akan dijadikan tumpuan untuk melakukan lompatan.
  2. Saat melompat bagian badan harus diberi gerakan tolakan dari belakang ke depan dengan sekuat tenaga yang sumbernya dari tolakan kaki.
  3. Dalam melakukan lompatan, tahapan yang benar yaitu dimulai dari tumit, kemudian telapak kaki, selanjutnya diteruskan pada telapak ujung kaki.
  4. Gerakan kaki bagian belakang diayun menuju ke depan atas, kemudian bersamaan dengan gerakan kedua tangan.

Saat melayang di Udara
  1. Saat berada pada posisi awal tolakan, dada sedikit dibusungkan.
  2. Posisi kedua tangan diayun kebelakang seperti orang sedang berlari.
  3. Posisi kedua kaki diayun ke depan, dalam gerakan seperti orang sedang berjalan.

Mendarat
  1. Lutut kaki diluruskan ke depan, sementara bagian lengan agak sedikit ditekuk.
  2. Usahakan posisi Badan dan lutut dalam keadaan relax saat ingin mendarat.
  3. Ketika kedua kaki ingin menyentuh tempat pendaratan, posisi kaki harus berada di depan
  4. Pada saat melakukan pendaratan kedua tumit kaki menjadi tumpuan awal.
  5. Apabila kedua tumit kaki telah mendarat, maka kedua tangan berada di depan.
  6. Posisi badan sedikit membungkuk dalam keadaan tidak terlalu kaku agar dapat mendarat dengan sempurna.

3. Gaya Jongkok
Teknik Dasar Lompat Jauh Gaya Jongkok  (Gaya Orthodok)
Teknik Dasar Lompat Jauh Gaya Jongkok  (Gaya Orthodok)
Awalan
  1. Ambil posisi ancang-ancang untuk melompat dengan jarak tidak terlalu jauh.
  2. Lakukan sprint dengan cepat, dengan tetap menjaga keseimbangan badan.
  3. Ketika mendekati garis start kecepatan lari tidak berubah sampai tiba saatnya untuk melakukan lompatan.

Tolakan
  1. Pastikan anda telah memilih kaki mana yang akan dijadikan tumpuan untuk melakukan lompatan.
  2. Saat melompat bagian badan harus diberi gerakan tolakan dari belakang ke depan dengan sekuat tenaga yang sumbernya dari tolakan kaki.
  3. Dalam melakukan lompatan, tahapan yang benar yaitu dimulai dari tumit, kemudian telapak kaki, selanjutnya diteruskan pada telapak ujung kaki.
  4. Gerakan kaki bagian belakang diayun menuju ke depan atas, kemudian bersamaan dengan gerakan kedua tangan.

Saat Melayang di Udara
  1. Saat berada pada posisi awal tolakan, dada sedikit dibusungkan.
  2. Posisi kedua tangan diayun dari belakang ke depan.
  3. Posisi kedua kaki rapat dan diayun dari belakang ke depan.

Mendarat
  1. Lutut kaki diluruskan ke depan, sementara bagian lengan agak sedikit ditekuk.
  2. Usahakan posisi Badan dan lutut dalam keadaan relax saat ingin mendarat.
  3. Saat kedua kaki akan menyentuh tempat pendaratan, posisi kaki harus berada di depan.
  4. Pada saat melakukan pendaratan kedua tumit kaki menjadi tumpuan awal.
  5. Apabila kedua tumit kaki telah mendarat tangan berada di depan.
  6. Posisi badan sedikit membungkuk dalam keadaan tidak terlalu kaku agar dapat mendarat dengan sempurna.


Referensi: www.dikatama.com "Teknik Dasar Gaya Lompat Jauh Yang Benar Untuk Pemula"


Artikel yang berhubungan dengan Lompat Jauh:

Aturan lainnya:

Sejarah dan Perkembangan Lompat Jauh Lengkap

Lompat Jauh
Sejarah lompat jauh berawal sejak sekitar 13 abad yang lalu. Olahraga ini sudah ada sejak tahun 708 Masehi ketika ada Olimpiade Kuno di Yunani. Lompat jauh merupakan satu-satunya event lompat yang dilombakan dalam Olimpiade Kuno. Menurut catatan yang ada, saat itu olahraga lompat jauh pernah dilakukan oleh peserta Sparta dengan panjang lompatan sejauh 7,05 meter.

Pada awalnya, semua event yang diadakan dalam Olimpiade Kuno dimaksudkan sebagai bentuk latihan militer perang. Munculnya olahraga lompat jauh ini dipercaya untuk melatih ketangkasan para prajurit perang dalam melompati rintangan yang berbeda, seperti parit atau jurang.

Pada masa itu, teknik dan cara lompat olahraga lompat jauh ini sangat berbeda dengan teknik dan cara lompatan yang sekarang diterapkan. Lompatan pada zaman dahulu dibuat dalam bentuk jamak. Dalam event ini juga, para pelompat hanya diperkenankan menggunakan start lari pendek. Selain itu, para pelompat juga diharuskan berlari sambil membawa beban di kedua tangannya, yang dikenal dengan nama halteres dengan berat berkisar antara 1 sampai 4,5 kg.

Teknik dan cara lompatan pada masa itu jauh berbeda dengan yang ada pada masa sekarang. Berdasarkan bukti-bukti lukisan yang terdapat pada tembikar yang dibuat pada zaman itu, lompatan dibuat secara berkali-kali, seperti pada lompatan dalam bentuk multiple, double-triple atau quin-triple.

Dalam catatan sejarah, atlit olimpiade kuno yang paling terkenal adalah Chionis, dimana pada Olimpiade tahun 656 sebelum masehi ia berhasil menciptakan sebuah lompatan yang melewati angka 7 meter dan 5 sentimeter. Di dunia modern sendiri lompat jauh sudah menjadi bagian kompetisi Olimpiade sejak pertama kali munculnya perlombaan ini tahun 1896. Akhirnya di 1914, Dr. Harry Eaton Stewart merekomendasikan dibuatnya running broad jump yang distandarkan bagi atlit perempuan sehingga mereka juga bisa mengadakan kompetisi lompat jauh, rekomendasi ini dipertimbangkan dan diterapkan sehingga atlit perempuan mampu mengikuti kompetisi lompat jauh pada level Olimpiade.

Meskipun olahraga ini adalah bagian dari permainan Olimpiade Kuno, baru pada tahun 1896 yaitu pada Olimpiade modern pertamalah lompat jauh dilombakan secara resmi, dan untuk wanita baru dimulai pada tahun 1948.


Perkembangan Lompat Jauh

Olahraga lompat jauh merupakan jenis olahraga yang juga dipertandingkan di Olimpiade Modern yang dilaksanakan pada tahun 1896 di Athena, Yunani.

Waktupun berganti, teknik lompatan kian berkembang untuk mencapat lompatan sejauh mungkin. Rekor lompatan terjauh yang pada jaman dahulu menjadi rekor paling lama, kini sudah diperbaiki. Kejayaan Amerika Syarikat, Bob Beamon dengan lompatan sejauh 8.90 meter dalam Olimpiade tahun 1968 di Mexico telah dipecahkan oleh atlet Amerika Syarikat, yaitu Mike Powell dengan lompatan sejauh 8.95 meter.

Artikel yang berhubungan dengan Lompat Jauh:

Aturan lainnya:

Pengertian Lompat Jauh

Olahraga lompat jauh adalah berpindah tempat dengan satu kaki dengan melompat sejauh-jauhnya. Tujuan lompat jauh adalah melompat sejauh-jauhnya dengan memindahkan seluruh tubuh dari titik-titik tertentu ke titik lainnya, dengan cara berlari secepat cepatnya kemudian menolak, melayang di udara dan mendarat.
Lompat Jauh

Cabang olahraga atletik yang satu ini sangat mudah dilakukan. Cara melakukan lompat jauh yaitu dengan sprint kemudian melompat sekuat dengan sekuat tenaga agar mendapatkan lompatan terjauh. Para atlit lompat jauh profesional terus berlatih menguatkan otot kaki, karena hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam melakukan lompatan. Umumnya mereka dapat melakukan lompatan dengan jarak sejauh 5 sampai 7 meter.

Artikel yang berhubungan dengan Lompat Jauh:

Aturan lainnya:

Teknik Lompat Tinggi Gaya Fosbury Flop

Artikel yang berhubungan dengan Lompat tinggi:

Pengertian
Gaya fosbury flop adalah salah satu gaya yang ada dalam teknik lompat tinggi. Gaya ini dilakukan dengan awalan yang cepat dan menikung atau agak melingkar. Saat menolakkan, kaki harus kuat, dibantu dengan ayunan kedua tangan untuk membantu mengangkat seluruh badan. Jika kaki tolakan menggunakan kaki kanan, maka tolakan harus dilakukan disebelah kiri mistar. Pada waktu penolakan, kaki bersamaan dengan kedua tangan ke atas di samping kepala, badan melompat ke atas membuat putaran 180 derajat dan dilakukan bersama-sama.

Sejarah

Gaya fosbury flop diperkenalkan oleh Dick Fosbury, seorang pelompat tinggi dari Amerika pada tahun 1968 dalam Olympiade Mexico tahun 1968. Dengan gaya tersebut Fosbury berhasil menduduki juara pertama. Mulai saat itu pula perhatiaan para ahli atletik tertuju pada gaya baru yang unik itu. Dikatakan unik, karena saat melewati mistar posisi badan dalam keadaan terlentang dan mendarat dengan bagian punggung terlebih dahulu dalam posisi terlentang.

Gaya fosbury flop baru dikenal di Indonesia pada tahun 1974. Dalam selang waktu relatif singkat, yaitu tahun 1987 pelompat tinggi Suwignyo dengan gaya flop berhasil memecahkan rekor nasional yang bertahan selama 24 tahun dari 1,96 m (Okamona, dengan gaya guling samping) menjadi 1,98 m. Tidak lama kemudian rekor ini diperbaiki lagi menjadi 1,99 m. Beberapa tahun kemudian ketut Widiana (Bali) dengan gaya flop barhasil berhasil memperbaiki rekor nasional tadi menjadi 2,02 m, sekaligus merupakan pelompat tinggi Indonesia pertama yang mampu melampaui ketinggina mistar diatas 2 m. Di bagian putri, Sri Purwidiati berhasil memecahkan rekor nasioanl dari 1,60 m (Sukesti) menjadi 1,62 m. Kemudian rekor ini di pecahkannya lagi menjadi 1,66 m.


Cara melakukan gerakan Gaya fosbury flop

Awalan

Gerakan Flop yang dilakukan Dick Fosbury pada mulanya awalan dilakukan berbentuk lingkaran/melengkung (kurve) hampir setengah lingkaran. Titik awalan dari depan melingkar kekiri (Fosbury bertumpu dengan kaki kanan). Cara melakukan awalan sejenis ini (melingkar) Fosbury mendarat diri pada teori gaya sentrifugal, yaitu suatu benda yang bergerak cepat pada jalur melengkung (melingkar), apabila benda tersebut berhenti mendadak akan terlempar keluar menjauhi titik pusat lingkaran.

Demikian pula pada awalan gaya flop ini, Dengan awalan yang melengkung, setelah bertumpu pihak pelompat akan lebih mudah berputar keluar pada aporos vertical dalam usahanya membelakangi mistar. Namun dalam beberapa segi awalan jenis melingkar ini ada kelemahannya, antara lain :
  • Berlari cepat saat mengambil awalan pada jalur melingkar dengan jari-jari kecil relatif sulit kecil agak sulit dilakukan
  • Keajegan dan ketepatan langkah awal pada setiap lompatan agak sulit di pertahankan.
  • Awalan yang langsung melingkar lebih banyak menuntut tenaga, karena jalur awalan relatif harus panjang.

Itulah sebabnya maka muncul awalan dengan bentuk yang lain, yaitu arahnya tegak lurus atau sedikit serong dari sisi luar, pada tiga langkah terakhir baru berbelok/melengkung kedalam kearah titik tumpu. Dengan kedua jenis awalan ini kelemahan awalan melingkar dapat dihindari.

Dalam melakukan gaya ini, banyaknya langkah sekitar 9 sampai 15 langkah, tergantung kemantapan dari kemampuan masing-masing pelompat.


Tumpuan
  1. Saat akan melompat gunakan kaki yang terjauh dari mistar (kaki luar) sebagai tumpuan.
  2. Trik tumpuan berada pada jarak sekitar 60 - 100 cm dari mistar
  3. Saat akan bertumpu berat badan diturunkan dengan cara menekuk kaki yang digunakan untuk tumpuan sekitar 130 - 160 derajat. Sikap badan relatif tetap tegak (tidak perlu condong kebelakang), agar gerakkan putaran keluar pada poros vertikal tidak mengalami hambatan.
  4. Saat tumpuan, kaki bebas tidak perlu diayun lurus pada lutut paha saja yang diangkat maksimal sehingga pinggul dan agak diputar kearah kaki tumpu (inipun untuk mempermudah timbulnya putaran pada as vertikal).
  5. Saat bertumpu ayunan tangan bisa secara ganda atau dengan cara biasa saja.


Pendaratan

Mendarat dengan bagian punggung terlebih dahulu. Kedua kaki tetap terjulur keatas (jangan sekali-kali ditarik kedada). Kedua tangan terentang kesamping.


Perbedaan gaya straddle dan gaya flop: Langkah awal pada gaya flop lebih cepat dibanding dengan gaya straddle, karena semakin cepat laju awalan akan mempermudah timbulnya gerak putaran keluar pada poros vertical setelah tumpuan dilakukan.

Aturan lainnya:

Teknik Lompat Tinggi Gaya Guling (Straddle)

Artikel yang berhubungan dengan Lompat tinggi:

Pengertian Lompat Tinggi Gaya Guling (Straddle)

Gaya guling perut (straddle) atau Gaya Stradle adalah salah satu gaya yang ada dalam teknik lompat tinggi, ketika badan melewati mistar dengan cepat diputar dan dibalikkan, sehingga sikap badan di atas mistar telungkup.


Sejarah Lompat Tinggi Gaya Guling (Straddle)

Gaya Guling Perut (belly roll) atau kangkang (straddle) mulai dikenal pada tahun 1930, yaitu sejak Jim Stewart (Amerika) memakai gaya ini dalam suatu perlombaan. Namun diberbagai negara gaya ini belum diakui sebagai gaya yang syah (seperti halnya gaya guling sisi), karena saat melewati mistar peraturan itu dicabut (1934) maka mulai saat itu pula gaya straddle dengan pesat tersebar keberbagai negara, bersaing dengan gaya guling sisi.

P. Reavis, C. Dumas dan masih banyak lagi pelompat tinggi lainnya mampu melompat mistar 2,15 meter. Bahkan V. Brumei, atlet asal Rusia pernah menciptakan rekor dunia dengan ketinggian 2, 23 meter.

Gaya Guling (Straddle)


Cara melakukan Gaya Guling:
  1. Pelompat mengambil awalan dari samping antara 3, 5, 7, 9 langkah Tergantung ketinggian yang penting saat mengambil awalan langkahnya ganjil. 
  2. Menumpu pada kaki kiri atau kanan, maka ayunan kaki kiri/ kanan kedepan.
  3. Setelah kaki ayun itu melewati mistar cepat badan dibalikkan, hingga sikap badan diatas mistar telungkup.
  4. Pantat usahakan lebih tinggi dari kepala, jadi kepala nunduk.
  5. Pada waktu mendarat atau jatuh yang pertama kali kena adalah kaki kanan dan tangan kanan bila tumpuan menggunakan kaki kiri, lalu bergulingnya yaitu menyusur punggung tangan dan berakhir pada bahu.


Teknik melakukan Lompat Tinggi Gaya Guling (Straddle)


Awalan

Gaya Stradle memiliki arah dan sudut awalan yang mirip dengan gaya guling sisi. Bila seorang atlet saat akan melompat bertumpu dengan kaki kanan, maka awalan dari samping/serong kanan dan sebaliknya bila bertumpu dengan kaki kiri, awalan dari serong kiri


Tumpuan

Kaki yang digunakan sebagai tumpuan adalah kaki yang terdekat dengan mistar atau kaki bagian dalam. Sementara kaki bebas diayun kedepan atas.


Melayang dan pendaratan

Setelah melonpat dengan tumpuan kaki maka badan akan melayang di atas mistar, badan tidur telungkup dan sejajar dengan mistar, kedua kaki kangkang (straddle). Kaki bebas, badan bagian atas (kepala) dan lengan yang sepihak dengan kaki ayun turun terlebih dahulu (kepala lebih rendah dari pinggul) terus berguling kekanan meluncur kebawah. Setelah berkembang beberapa lama, saat diatas mistar posisi badan tidak sejajar dengan mistar, tetapi kepala dan badan tidak sejajar dengan mistar, tetapi kepala dengan badan melintas mistar terlebih dahulu terus menyelam/menuklik kebawah disebut juga "dive straddle". Sedangkan kaki tumpu yang saat itu belum melewati mistar dan masih dalam keadaan tertekuk lutut dapat digerakkan dengan dua cara :
  • Diluruskan atau ditendangkan kebelakang atas, Dengan cara ini, saat mendarat cenderung dilakukan dengan satu kaki (kaki bebas/ayun) dan tangan hampir bersamaan terus berguling menjauhi mistar.
  • Dalam sikap lutut masih ditekuk itu, paha ditarik/dibuka menjauhi mistar, sehingga badan berputar kekanan dan menghadap keatas saat meluncur turun, dengan cara ini pendaratan dilakukan dengan bagian punggung terlebih dahulu.

Secara metodis (bagi pemula) pendaratan dilakukan dengan bagian kaki ayun/bebas terlebih dahulu.

Keuntungan menggunakan gaya straddle:
  • Berat tubuh dapat dibawa keatas dengan segera.
  • Saat di atas mistar sikap tubuh  tidur telungkup, sehingga jarak antara titik berat badan dengan mistar relatif kecil/dekat.
  • Gerakkan kangkang saat melewati mistar merupakan gerakkan yang wajar, mudah dilakukan dan tidak banyak menuntut tenaga.
  • Saat diatas mistar pelompat sempat melihat mistar, sehingga dapat mengendalikan gerakkan yang perlu saja.

Aturan lainnya: