Pengertian Bola Tangan

Bola Tangan
Bola tangan adalah olahraga beregu di mana dua regu dengan masing-masing 7 pemain (6 pemain dan 1 penjaga gawang) berusaha memasukkan sebuah bola ke gawang lawan. Permainan ini mirip dengan sepak bola, tapi cara memindahkan bola adalah dengan tangan pemain, bukan kaki.

Lapangan bola tangan berukuran 40 m x 20m dengan garis pemisah di tengah dan gawang di tengah kedua sisi pendek. Di sekeliling gawang dibuat garis untuk menandai daerah yang hanya boleh dimasuki penjaga gawang. Bola yang digunakan lebih kecil dari bola sepak. Handball dimainkan selama 2 x 30 menit. Penalti dilakukan dari jarak 7 meter. Handball juga dipertandingkan di Olimpiade. (Wikipedia)

Aturan lainnya:

Teknik Pukulan Tenis Meja Lengkap dengan Gambar dan Penjelasannya

Dalam bermain olahraga tenis meja terdapat beberap macam-nacam nama pukulan yang harus dikuasai oleh petenis. Hal ini sangatlah penting agar seorang pemain tenis meja dapat dengan mudah mengalahkan lawannya. Berikut ini penjelasannya...


Block / Blok
Teknik Block / Blok
Blok adalah suatu Teknik memukul bola dengan gerakan menghentikan dalam sikap bet yang tertutup. Blok biasanya digunakan untuk mengembalikan bola bola drive atau bola dengan putaran atas (top spin). Teknik pukulan block ini dilakukan setelah bola memantul dari meja, hal ini dilakukan agar lawan tidak bisa melakukan serangan balik dengan cepat karena sudah diblock dan kembali dengan cepat.
Tekhnik ini sering kali digunakan di depan meja, sehingga tekhnik pukulan ini juga sering pula disebut dengan block pendek. Teknik pukulan block terdiri dari 2 jenis yaitu forehand block dan backhand block. Berikut ini penjelasannya...
  1. Forehand block - Cara ini dilakukan dengan gerakan bet di depan, dengan posisi bet tertutup yaitu sisi depan bet menghadap kebagian bawah. Perhatikan juga darimana arah datangnya bola. Setelah itu lakukan teknik block dengan segera setelah bola sudah memantul dari meja. Usahakan bola mengenai bagian tengah bet.
  2. Backhand block - Teknik ini dilakaukan dengan posisi bet berada dibagain sebelah kiri tubuh, lalu gerakan bet kedepan, dan jika ingin melakukan blocking maka posisi bet pun harus tertutup yaitu sisi bagian depan menghadap pada bagian kebawah.  Perhatikan juga darimana arah datangnya bola. Setelah itu lakukan teknik block dengan segera setelah bola sudah memantul dari meja. Usahakan bola mengenai bagian tengah bet.
 
Chop

Forehand chop
Forehand chop
Pukulan ini digunakan untuk mengembalikan pukulan bola yang bermacam macam. Tekhnik pukulan chop merupakan pukulan backspin, yang sifatnya bertahan. Gerakan ataupun tekhnik pukulan ini hampir menyerupai gerakan dari seseorang yang ingin menebang sebuah pohon dengan menggunakan kampak. Teknik pukulan chop dibagi menjadi 2 bagian, diantaranya yaitu:
  1. Forehand chop - untuk tekhnik pukulan chop yang pertama ada yang namanya forehand chop, dimana pukulan ini sendiri tekhnik ataupun cara untuk melakukannya sama dengan pukulan forehand, namun posisi bet dibuat agak sedikit terbuka. Selain itu juga gerakan bet kedepan dan dibuat condong ke arah bawah. Pastikan juga bahwa kontak dengan bola ini terjadi pada bagian depan kanan tubuh. Selain itu juga perkenaan bola pada bagian sisi bet depan pun dibuat agak bawah dan perkenaan bola di sisi bawah bola.
  2. Backhand chop - selanjutnya untuk tekhnik chop yang kedua adalah backhand chip, dimana tekhnik ataupun pukulan ini sendiri pada posisi awalnya sama dengan backhand, namun posisi bet dibuat pada bagian sisi bagian depannya sendiri lebih condong keatas. Selain itu juga pastikan kalau kontak bola dibagian sisi net bawah dibagian depan sama dengan pada sisi bawah bola. Selain itu pastikan juga bahwa perkenaan bola di bagian kiri ini posisinya agak di depan tubuh.

Drive


Drive adalah teknik pukulan yang dilakukan dengan gerakan bet dari bawah serong ke atas dan sikap bet tertutup. Drive dapat digunakan sebagai pukulan serangan dan dapat kita kontrol sesuai dengan keinginan.

Pukulan drive dibagi menjadi 2 jenis yaitu forehand drive dan backhand drive.
Forehand drive
1. Forehand drive -Untuk teknik ini gerakan yang dilakukan adalah kearah bet depan, lalu diikuti dengan perputaran  tubuh sekitar 30 derajat. Biasanya kesalahan yang sering dilakukan saat menggunakan tekhnik pukulan forehand drive ini adalah saat perubahan posisi bet akibat gerakan dari pergelangan tangan, dan membuat kesulitan saat sedang ingin kontak dan fokus pada bola. Untuk bisa melakukan pukukan dengan menggunakan tekhnik ini, sebaiknya anda bisa menguatkan pergelangan tangan ketika sikap permulaan. Sehingga hal tersebut tidak akan membuat posisi bet mudah untuk berubah.

Backhand Drive
2. Backhand drive - Type pukulan ini dilakukan dengan membentuk sudut pemain sekitar 90 derajat. Lalu pergerakan bet diikuti dengan badan yang bergerak memutar. Usahakanlah kontak selalu dengan bola ketika bet sudah berada didepan dengan posisi badan agak kekiri.

Kelebihan tekhnik pukulan drive:
  • Tinggi dan rendahnya bola saat terbang mudah untuk dikuasai
  • Cepat serta lambatnya lajur dari bola mudah untuk dikendalikan
  • Tenaga Bola drive tidak terlalu keras, sehingga mudah untuk dikontrol oleh pemain
  • Posisi bola pada setiap titik mudah untuk dikendalikan

Push

Push  atau dorongan merupakan teknik memukul bola (pingpong) dengan gerakan mendorong dan sikap bet terbuka, biasanya digunakan untuk mengembalikan pukulan pukulan push itu sendiri dan pukulan chop dari lawan.

Push merupakan pukulan backship yang pasif dan dilakukan ketika menghadapi bakckspain, dengan melakukan pukulan ini membuat bola melambung tidak terlalu tinggi dari net.

Pukulan push dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
  1. Forehand push - saat melakukan tekhnik ini posisi bet agak sedikti terbuka, lalu gerakan bet kedepan, serta sedikit kebawah. Usahakanlah bola mengenai bagain tengah bet agar memperoleh hasil yang maksimal.
  2. Backhand push - Pukulan Backhand push menggunakan pukulan backhand. Pastikan tejadi gerakan kontak bola yang kuat, sehingga akan menghasilkan bola Backhand yang lebih sempurna lagi. Pastikan juga bola pada bagian kiri mendekati bagian tubuh didepan.
Teknik pukulan push ini sendiri merupakan perkembangan yang berasal dari pukulan block, dan memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan teknik pukulan yang lainnya, diantaranya yaitu sebagai berikut ini:
  • Bola push dapat jadikan sebagai alat yang sifatnya penjagaan, yang bisa digunakan saat melewati situasi transisi yang bisa diubah menjadi sebuah pukulan mendorong berupa pukulan serangan balik kepada lawan.
  • Bola push ini sendiri merupakan bola yang polos, sehingga dengan menggunakan bola pertahan ini pemain bisa melakukan yang namanya serangan balasan kepada lawan.
  • Pukulan bola push  dimainkan pada bagian backhand, dan biasanya digunakan untuk mewakili half volley, untuk mencari kesempatan saat ingin membangun ataupun melancarkan serangan forehand.

Lob
Pukulan lob pada tenis meja
Pukulan lob pada tenis meja. [https://www.youtube.com/watch?v=sLzKDn1q7F4]
Lob adalah teknik memukul bola lambung ke arah lawan agar lawan sulit mengembalikan bola kea rah pertahanan. Loobing merupakan pukulan bertahan secara total yang digunakan untuk menghadapi smash. Lob yang baik pada dasarnya adalah lob yang tingginya dapat mencapai 2-4 meter atau lebih diudara.


Servis

Teknik memukul bola untuk menyajikan bola pertama ke dalam permainan dengan cara memantulkan terlebih dahulu bola ke meja service kemudian bola harus melewati atas net (tidak boleh mengenai net) dan akhirnya memantul di meja lawan.

Langkah-langkah melakukan service:
  1. Letakkan bola di atas telapak tangan yang terbuka dengan posisi diam dari tangan bebas pelaku servis.
  2. Lambungkan bola secara vertikal ke atas tanpa putaran dengan jarak minimal 16 cm dari permukaan telapak tangan bebas. Dilanjutkan dengan tangan turun tanpa menyentuh apapun sebelum dipukul.
  3. Saat bola turun, server harus memukulnya sampai menyentuh mejanya terlebih dahulu dan setelah melewati net kemudian menyentuh meja lawan.
  4. Bola harus berada di atas perpanjangan permukaan meja permainan pelaku servis dari mulai servis hingga bola dipukul.
  5. Bola tidak boleh dihalangi dari pandangan penerima oleh pelaku servis atau pasangan gandanya atau apa saja yang mereka bawa atau pakai.
  6. Setelah bola dilambungkan, tarik lengan dan tangan bebas dari ruang antara bola dan net.

Macam-Macam Service
  • Teknik Servis Forehand Topspin - Untuk melakukan forehand topspin pemaian berdiri dengan sikap persiapan di meja bagian kanan dan menghadap sektor kiri meja lawan. Gunakan tangan kanan untuk memegang bet dan ada sebelah kanan badan dengan siku ditekuk  membentuk sudut 90 derajat. Gunakan telapak tangan kiri untuk memegang bola. Lambungkan bola setinggi 16 cm, lalu pukul dengan bet dengan pantulan yang tidak melebihi net. 
  • Teknik Servis Backhand Topspin - Untuk melakukan backhand topspin pemain berdiri di tengah meja dengan sikap persiapan. Gunakan tangan kanan untuk memegang bet dengan mendekatkanya ke pinggang sebelah kiri. Gunakan telapak tangan kiri untuk memegang bola. Bola dilambungkan setinggi 16 cm, pukul dengan bet dengan ketinggian yang normal sehingga pantulan bola di meja lawan tidak begitu tinggi
  • Teknik Servis Backhand Backspin - Posisi pemain berdiri di tengah meja dengan sikap persiapan. Gunakan tangan kanan untuk memegang bet dengan mendekatkanya ke pinggang sebelah kiri. Sementara telapak tangan kiri memegang bola. Lalu lambungkan bola setinggi16 cm kemudian pukul dengan bet, usahakan tidak terlalu tinggi agar bola tidak melambung tinggi saat memantul di daerah lawan.

Smash

Teknik pukulan bola yang dilakukan secara keras dan tajam ke arah daerah lawan. Pukulan smash dilakukan untuk mengeksekusi bola lambung (lob) atau bola yang dikembalikan lawan relatif tinggi, baik di atas meja maupun di belakang meja. Pukulan smash harusnya cukup mematikan karena dilakukan dengan power (tenaga) keras sehingga menghasilkan poin kemenangan.

Cara memukul / melakukan smash:
  1. Kaki tetap di buka, kaki kiri agak di depan (jika akan memukul dengan Forehand Smash)
  2. Badan agak tegak, berat badan di tengah kedua kaki
  3. Untuk memukul smash dengan Backhand, kaki kanan relatif di depan, dan posisi bet di sebelah kiri sejajar dada. Ketinggian bet ini hendaknya disesuaikan dengan ketinggian bola dari lawan/partner latihan.

Spin

Teknik pukulan ini dilakukan dengan cara bola dipukul membentuk angle atau sudut tertentu sehingga bola memutar. Dalam pengertian umum Spin adalah pukulan forehand atau backhand dimana reket dimiringkan sedikit atau banyak dimana jika mengenai bola akan mengalami perubahan arah (berputar). Putaran dan kecepatan yang dihasilkan pada pukulan spin bergantung pada sudut raket dan kekuatan yang dipakai saat melakukan pukulan.

3 teknik spin yang wajib dipelajari:
  1. Topspin - Topspin mempunyai arti pukulan yang menghasilkan putaran bola ke depan dengan laju bola bersifat parabolik. Topspin dihasilkan dengan memukul dari bawahnya belakang bola dan menepis bola dalam gerakan ke atas dan ke depan.
  2. Backspin - Backspin dihasilkan dengan memukul dari atasnya belakang bola dan menepis bola dalam gerakan ke bawah dan ke depan. Dengan pukulan backspin, bagian bawah bola akan bergerak searah dengan larinya bola. Bola umumnya memutar keatas (menunjukkan bahwa bola habis digesek hampir secara horizontal dari bawah bola). Bola yang dihasilkan akan jatuh melamban dan berputar balik.
  3. Sidespin - Sidespin adalah menyapu bola dalam gerakan menyamping. Pukulan sidespin bisa dikombinasikan dengan topspin atau backspin. Jika dikombinasikan dengan topspin dan sidespin maka bola pantul akan lebih cepat dan melengkung ke kiri atau ke kanan. Jika dikombinasi dengan backspin dan sidespin maka bola akan memantul.

Sumber: http://www.tutorialolahraga.com

Aturan lainnya:

Teknik Gerakan Kaki dan Posisi Badan Pada Tenis Meja

menerima bola ping pong
Dalam tenis meja dikenal dua teknik dasaryang wajib dikuasainoleh pemain yakni Teknik Bersiap Siaga (Teknik Stance) dan Teknik Gerakan Kaki (Footwork). Berikut ini penjelasan lengkapnya


1. Bersiap Siaga (Teknik Stance)

Teknik Stance adalah salah satu teknik menempatkan posisi kaki, tangan dan anggota badan saat akan menyerang lawan atapun saat posisi bertahan. Teknik ini memiliki 2 macam gaya yakni Square Stance dan Side Stance.

Square Stance

Square Stance merupakan teknik positioning, yakni saat posisi tubuh kita mengarah ke meja tenis. Teknik ini umumnya dipakai pada saat menerima servis bola dari lawan atau bisa juga dalam posisi siap kembali ketika kita mendapatkan serangan dari lawan. Cara melakukannya adalah dengan menggerakkan satu kaki dengan satu langkah ke depan, belakang, kanan, kiri atapun diagonal.

Side Stance

Teknik Side Stance dilakukan dengan posisi badan menyamping kanan ataupun kiri. Sementara, posisi salah satu bahu kita harus lebih dekat dengan net ketika ingin menyerang lawan. Contoh disaat kita melakukan teknik forehand untuk pemain tenis meja yang kidal (tangan kiri), posisi bahi kiri harus lebih dekat dengan net.


2. Teknik Gerakan Kaki (Footwork)

Gerakan kaki atau Footwork menjadi 2 yaitu nomor yakni nomor ganda dan nomor tunggal. Untuk permainan tunggal banyaknya langkah kaki dibedakan mejadi beberapa bagian yaitu 1 langkah, 2 langkah, 3 langkah atau lebih dari itu. Arah pergerakan kakinya pun bermacam-macam, bisa ke arah samping kanan, samping kiri, depan, belakang ataupun diagonal.

Penggunaan posisi gerakan kaki wajib diimbangi dengan jarak antisipasi jika bola datang dengan posisi pemain. Bila jaraknya sangat dekat, boleh menggunakan 1 langkah atau berdiri pada posisi tetap. Bila jarak ketika datangnya bola dengan datangnya bola dengan posisi pemain sangat jauh, kita dapat menggunakan gerakan dua langkah kaki. Saat kita menggunakan teknik ini, tinggal menyesuaikan posisi jarak kaki dengan datangnya bola.

Pada teknik Footowork yang populer dipakai adalah dengan menggunakan metode two-step. Metode ini biasanya digunakan oleh pemain tenis meja yang tipikal menyerang lawan.

Tips melakukan teknik two-step
  1. Lutut sedikit ditekuk.
  2. Berat badan dibagi secara rata di kedua kaki.
  3. Berat badan ditumpukan pada ujung kaki.
  4. Bila ingin melangkah ke kiri, kaki kiri digeser ke arah kiri dan berat badan dibebankan ke arah kaki kiri. Bila perlu melakukan dua kali langkah, maka caranya sama.
  5. Kaki kanan mengikuti kaki kiri, jika ingin melakukan pukulan forehand maka kaki kanan ditarik ke belakang sehingga sama seperti posisi awal melakukan pukulan forehand.
  6. Setelah melakukan pukulan, harus memperhatikan arah bola dan kembali ke posisi awal. Bila ingin bergerak ke kiri dorong dengan kaki kanan. Bila tidak dalam posisi siap, maka harus bergerak ke arah belakang, tetapi jika lawan memukul bola kita jangan bergerak.
Bila kita ingin mencoba pukulan forehand,  wajib manarik kaki kanan ke belakang. sehingga kita tepat pada posisi awal teknik forehand. Kemudian ketika melakukan serangan lawan, lihat arah bola dahulu selanjutnya kembali pada posisi awal. Saat melukan pukulan usahakan jangan memberikan gerakan tubuh kepada lawan dan harus memperhatikan posisi lawan.

Sumber: www.dikatama.com, "Inilah Teknik Dasar Tenis Meja yang Harus Kamu Ketahui"

Aturan lainnya:

Teknik Memegang Bet Tenis Meja lengkap Dengan Gambar

Terdapat beberapa teknik yang harus dikuasai oleh setiap petenis. Mulai dari Cara menggunakan/ memegang bet/raket, posisi tubuh, hingga ttrik trik khusus untuk mengalahkan lawan main. kali ini Aturan Permainan akan menjelaskan sedikit tentang teknik yang sangat dasar untuk anda yang baru mempelajari olahraga tenis meja atau ping pong. Berikut penjelasannya...

Memegang Bet dikenal juga dengan sebutan Teknik Grip. Terdapat tiga gaya / Style memegang bet ping pong yang umum dipakai oleh para petenis meja yakni: Shakehand Grip, Penhold Grip,dan Seemiller Grip. Berikut ini penjelasannya...

1. Shakehand Grip

Shakehand Grip
Shakehand Grip atau dalam bahasa indonesianya berjabat tangan adalah tenknik menggunakan bet Seakan akan sedang berjabat tangan dengan Orang Lain. Dengan menggunakan teknik ini maka kedua sisi bet dapat digunakan saat bermain. Dengan grip ini seorang pemain dapat melakukan forehand stroke dan backhand stroke tanpa merubah grip (pegangan), pegangan ini paling baik untuk bermain baik jauh dari meja.

Di sebagian negara, khususnya Eropa teknik Shakehand Grip ini sangat pupuler digunakan oleh pemain-pemain tenis meja profesional.

Cara melakukan teknik Shakehand Grip
  1. Bidang bet bersandar pada lekuk antara ibu jari dan jari telunjuk.
  2. Kuku ibu jari tegak lurus dengan permukaan bet.
  3. Jari telunjuk berada dibawah permukaan bet.
  4. Untuk memperkuat pukulan forehand putar bagian atas bet ke arah pemain.
  5. Untuk memperkuat pukulan backhand, putar bagian atas bet menjauh dari anda, seperti cara berjabat tangan.

2. Penhold Grip

Penhold Grip
Penhold Grip atau memegang pena adalah teknik menggunakan bet seakan-akan sedang mencengkram tangkai pena. Kelebiahan dari teknik ini antara lain sangat baik untuk pukulan forehand, pukulan backhand yang cepat, mudah menggunakan pergelangan tangan pada setiap pukulan khususnya saat melakukan servis. Kekurangan dari teknik ini adalah hanya bisa digunakan untuk satu sisi bet saja saat bermain.

Asia Grip adalah nama yang populer dibandingkan dengan Penhold Grip. Penhold Grip jarang digunakan oleh pemain asia, karena biasanya mengunakan teknik shakehand grip.

Cara memegang bet dengan gaya Penhold grip
  1. Pegang bet mengarah kebawah dengan pegangan mengarah ke atas, pegang bet tepat dimana pegangan menyatu dengan bidang bet dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk (cara ini sama dengan cara memegang pena).
  2. Tekuk tiga jari yang lainnya pada sisi bet yang lain (penhold grip gaya Cina) atau meluruskannya mengarah ke bagian bawah bet dengan jari yang dirapatkan (penhold grip gaya Korea). 

3. Seemiller Grip
Seemiller Grip
Seemiller Grip yang juga dikenal dengan American Grip adalah teknik menggunakan Bet yang diambil Teknik Shakehand Grip. Kelebihannya antara lain memberikan kesempatan pada pemain untuk melakukan blok yang baik. Selain memiliki kelebihan, namun teknik inipun memiliki kekurangan. Salah satunya adalah agak sulit untuk melakukan serangan sudut, kurang efektif saat pola bertahan, dan sulit untuk melakukan serangan menggunakan pukulan backhand yang cukup jauh dari meja.

Cara menggunakan bet hampir sama dengan teknik Shakehand Grip. Perbedaanya, bila dengan teknik seemiller grip, jari telunjuk memegang pada seluruh bagian bet, sedangkan pada bagian bet yang atas diputar 20 sampai 90 derajat menuju arah tubuh.

Saat melakukan teknik ini, maka petenis lebih mudah melakukan perubahan sisi bet ketika permainan sedang berlangsung, kemudian pergelangan tangan lebih mudah untuk digerakan ketika kita akan melakukan pukulan forehand. Selain itu dengan teknik seeiler grip, lebih mudah untuk melakukan blok (Menghadang serangan lawan) dan lebih mudah mengusai permainan disaat pertandingan.

Cara memegang bet dengan teknik Seemiller Grip
  1. Pegang bet dengan shakehands Grip.
  2. Putar bagian atas bet dari 20 menjadi 90 derajat ke arah tubuh,
  3. Lekuk jari telunjuk di sepanjang sisi bet
Seemiller Grip adalah pegangan yang diciptakan oleh Danny Seemiller (USA) pada tahun 1970-an di mana ibu jari dan jari telunjuk ditempatkan di bagian belakang raket dan hanya sisi forehand raket yang digunakan.

Referensi:

Aturan lainnya:

Cara bermain Tunggal dan Ganda Tenis Meja

tenis meja ganda putera
Dalam permainan Tenis Meja terdapat dua tipe permainan menurut jumlah pemainnya yakni Permainan tunggal dan Permainan Ganda. Permainan tunggal  diikuti oleh perseorangan yaki satu pemain lawan satu pemain lainnya. Sedangkan pada permainan Ganda, terdapat dua pemain pada masing-masing tim.


Permainan tunggal:
  • Setiap bola mati menghasilkan nilai satu.
  • Servis berganti pemain setiap mencapai poin kelipatan 2.
  • Pemegang servis bebas menempatkan bola dari segala penjuru lapangan.
  • Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set.
  • Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal: 15-13, 18-16

Permainan ganda
  • Setiap bola mati menghasilkan nilai satu.
  • Servis bergantian setiap poin kelipatan 2.
  • Pemain bergantian menerima bola dari lawan
  • Pemegang servis hanya bisa menempatkan bola ke ruang kamar sebelah kanan lawan.
  • Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set.
  • Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal: 13-11, 15-17

Aturan lainnya:

Ukuran Peralatan Permainan Tenis Meja / Ping Pong Lengkap dengan Gambar

Olah raga tenis meja memiliki tiga peralatan utama yang mesti ada yakni: raket atau bet, bola, dan meja. berikut ini penjelasan lengkapnya


Raket

raket / bet tenis meja
Menurut aturan internasional ukuran, berat dan bentuk raket tidak ditentukan namun memiliki kriteria tertentu seperti:
  • Daun raket harus datar dan kaku.
  • Daun raket minimal 85 % terbuat dari kayu diukur dari ketebalannya; lapisan perekat di dalam kayu dapat diperkuat dengan bahan yang berserat seperti serat karbon (carbon fibre) atau serat kaca (glass fibre) atau bahan kertas yang dipadatkan, namun bahan tersebut tidak boleh lebih dari 7,5 % dari total ketebalan atau berukuran 0,35 mm, yang lebih tipis yang dipakai sebagai acuan.
  • Sisi daun raket yang digunakan untuk memukul bola harus ditutupi oleh karet licin/halus maupun bintik, bila menggunakan karet bintik yang menonjol ke luar (tanpa spons) maka ketebalan karet termasuk lapisan lem perekat tidak boleh lebih dari 2.0 mm, atau jika menggunakan karet lapis (karet + spons) dengan bintik di dalamnya menghadap keluar atau ke dalam maka ketebalannya tidak boleh lebih dari 4.0 mm sudah termasuk dengan lem perekat.
  • Pada permulaan permainan dan kapan saja pemain menukar raketnya selama permainan berlangsung, seorang pemain harus menunjukkan raketnya pada lawannya dan pada wasit dan harus mengijinkan wasit dan lawannya untuk memeriksa/ mencobanya.

Bola
bola  Tenis Meja / Ping Pong

  •  Ukuran Diameter: 40 mm dan berat 2,7 gram.
  • Berwarana putih atau oranye dan terbuat dari bahan selulosa yang ringan. Pantulan bola yang baik apabila dijatuhkan dari ketinggian 30,5 cm akan menghasilkan ketinggian pantulan pertama antara 23–26 cm.
  • Pada bola tenis meja biasanya ada tanda bintang dari bintang 1 hingga bintang 3, dan tanda bintang 3 inilah yang menunjukan kualitas tertinggi dari bola tersebut dan biasanya digunakan dalam turnamen-turnamen resmi.

Meja lapangan
meja tenis
klik gambar untuk memperbesar
Lapangan tenis meja memiliki beberapa komponen wajib yang harus ada. Komponen yang wajib ada di meja/lapangan tenis meja adalah net, garis dan penyangga net. selain komponen wajib tersebut terdapat komponen pendukung yaitu roda meja.

Ukuran Net atau jaring
  • Panjang Net = 183 cm
  • Lebar / Tinggi Net = 15,25 cm
  • Jarak Meja Ke Tiang = 15,25 cm
  • Luas Net = 0,279075 meter persegi

Bahan Meja Tenis

Meja untuk ping pong memiliki standar bahan yang harus disamakan. Bahan meja tenis harus memiliki tingkat pantulan yang sesuai dengan standar.

Bahan yang bagus untuk meja tenis adalah multiplex. Bahan Multiplex lebih kuat dan kokoh. Bahan ini juga terbukti tahan lama. Bahan Multiplex yang lebih berat dari bahan bahan lain akan menjadikan lapangan lebih stabil dan akan menjaga lapangan dari goncangan.


Ukuran Meja Tenis yang sesuai dengan aturan dari PTMSI dan ITTF
  • Panjang = 274 cm
  • Lebar = 152,5 cm
  • Tinggi meja dari lantai lapangan = 76 cm
  • Tebal garis sisi = 2 cm
  • Luas = 4,1785 meter persegi

Sumber:

Aturan lainnya:

Sejarah Tenis Meja (Ping Pong)

Tenis Meja/ Pingpong
Awal Sejarah Tenis Meja Dunia

Tenis meja dibuat di Inggris sekitar abad ke-19, di mana dimainkan oleh orang kelas atas sebagai permainan indoor setelah makan malam. Tenis meja mempunyai beberapa nama, salah satunya "whiff-whaff", dan disarankan bahwa permainannya pertama kali dikembangkan oleh tentara Inggris di India atau Afrika Selatan, di mana mereka membawanya kembali ke Inggris. Sebaris buku disusun ditengah meja sebagai net, di mana dua bukunya berfungsi untuk memukul bola golf. Nama "ping-pong" digunakan hampir semua negara sebelum perusahaan Inggris J. Jaques & Son Ltd menjadikannya merek dagang pada tahun 1901. Nama "ping-pong" kemudian lebih digunakan untuk permainan yang dimainkan peralatan Jaques, dengan perusahaan lain menyebutnya tenis meja. Situasi yang sama terjadi juga di Amerika Serikat, di mana Jaques menjual hak nama "ping-pong" kepada Parker Brothers. Parker Brothers lalu menjadikannya merek dagang tahun 1920-an, membuat organisasi lainnya mengubah nama menjadi "tenis meja" dibanding menggunakan nama yang lebih umum, namun dengan merek dagang.

Dikutip dari Situs www.pongworld.com, sejarah tenis meja berawal di Inggris. Ping pong dimulai sebagai hobi sosial di Inggris yang dikenal sejak akhir tahun 1800-an. Meja makan dan bola yang terbuat dari gabus menjadi perangkat pertama yang digunakan. Saat itu permainan ini disebut dengan nama gossima, flim-flam, atau ping pong.

Seiring bergantinya abad, permainan itu pun mengalami sejumlah perubahan di Inggris. Ada yang memperkenalkan bola seluloid pada permainan itu, sedangkan yang lain menambahkan karet pada bet yang terbuat dari kayu. Namun, belakangan seperti dilansir situs geocities.com, olahraga ini juga populer di Amerika Serikat (AS) sekitar 1900-an.

Sayang, permainan ini mulai kehilangan popularitas. Tapi secara bersamaan muncul satu gerakan simultan yang dimulai dari sejumlah kawasan di dunia berupaya menghidupkan kembali ping pong sebagai olahraga serius pada 1922.

Pada tahun 1926 terbentuklah Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) yang terdiri atas 140 negara anggota. ITTF juga menjadi sponsor individu dan tim yang bermain di kejuaraan dunia yang diselenggarakan dua tahun sekali.

Olahraga ini pun segera menyebar ke Jepang dan negara Asia lain. Jepang pun mendominasi olahraga tersebut pada 1950-1960-an. Namun, Cina langsung mengejar ketertinggalan. Sekitar 1960-an dan 1970-an, Cina menguasai sendiri tenis meja. Tapi, setelah tenis meja menjadi cabang olahraga yang dilombakan di Olimpiade pada 1980-an, negara lain seperti Swedia dan Korea Selatan turut masuk dalam jajaran papan atas dunia.


Perkembangan Tenis Meja di Asia

Istilah kata ping pong merupakan nama resmi dari tenis meja untuk Republik Rakyat Cina, namun di Indonesia juga tidak asing lagi dengan istilah ping pong. Permainan ping pong sama dengan permainan badminton yaitu menggunakan raket, namun raket bola ping pong terbuat dari papan dan dilapisi dengan karet atau sering disebut bat (baca bet). Sejarah tenis meja masuk ke asia melalui Republik Rakyat Cina, Jepang dan Korea. Negara-negara tersebut merupakan pelopor perkembangan tenis meja di Asia. Sedangkan sejarah tenis meja di Indonesia baru dikenal pada tahun 1930. Pada masa itu hanya dilakukan di balai-balai pertemuan orang-orang Belanda sebagi suatu permainan rekreasi. Pada tahun 1939 sebelum perang dunia ke II para tokoh petinis meja indonesia mendirikan PPPSI (Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia). Dan sejak itu, Perkembangan tenis meja di Indonesia hingga sekarang bisa dikatakan cukup pesat.

Permainan tenis meja masuk Asia Selain India setelah tahun 1910. Namun usaha-usaha terorganisir untuk memperkokoh kepentingan tenis meja baru berakar pada waktu diselenggarakannya kejuaraan dunia di Bombay pada bulan Februari 1952. Negara-negara Asia sebagai peserta di dalam kejuaraan dunia tersebut memutuskan untuk membentuk federasi tenis meja asia yang dalam bahasa inggris lebih dikenal dangan The Table Tennis Federation of Asia(TTFA).


Tenis Meja Masuk Indonesia

Permainan tenis meja di Indonesia baru dikenal pada tahun 1930. Pada masa itu hanya dilakukan di balai-balai pertemuan orang-orang Belanda sebagi suatu permainan rekreasi.Hanya golongan tertentu saja dari golongan pribumi yang boleh ikut latihan, antara lain keluarga pamong yang menjadi anggota dari balai pertemuan tersebut.Sebelum perang dunia ke II pecah, tepatnya tahun 1939, tokoh-tokoh pertenismejaan mendirikan PPPSI (Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia).Pada tahun 1958 dalam kongresnya di Surakarta PPPSI mengalami perubahan nama menjadi PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia).

Tahun 1960 PTMSI telah menjadi anggota federasi tenis meja Asia, yaitu TTFA (Table Tennis Federation of Asia).Perkembangan tenis meja di Indonesia sejak berdirinya PPPSI hingga sekarang bisa dikatakan cukup pesati. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya perkumpulan-perkumpulan tenis meja yang berdiri, serta banyaknya pertandingan tenis meja yang dilakukan, misalnya dalam arena : PORDA, PON, POMDA, POSENI di tingkat SD, SLTP, SLTA serta pertandingan-pertandingan yang diselenggarakan oleh perkumpulan-perkumpulan tenis meja, instansi pemerintah atau swasta atau karang taruna dll.

Indonesia selalu di undang dalam kejuaraan-kejuaraan dunia resmi setelah Indonesia terdaftar sebagai anggota ITTF pada tahun 1961.Selain kegiatan-kegiatan pertandingan tersebut, hal lain yang patut dicatat dalam perkembangan pertenismejaan nasional adalah berdirinya Silatama (Sirkuit Laga Tenis Meja Utama) yang dimulai pada awal tahun 1983, yang diiselenggarakan setiap 3 bulan sekali serta Silataruna yang kegiatannya dimulai sejak 1986 setiap 6 bulan sekali.


Penemuan bola seluloid dan raket/ bet

Inovasi besar dilakukan oleh James W.Gibb, pencinta tenis meja, yang menemukan bola seluloid dalam perjalanan menuju AS tahun 1901 dan menurutnya cocok untuk permainan. Ini diikuti E.C. Goode yang, pada tahun yang sama, menciptakan versi modern dari raket dengan memasang selembar karet yang diberi bintik, ke kayu yang sudah diasah. Tenis meja mulai terkenal pada tahun 1901 disebabkan turnamen yang dibuat, buku yang menuliskan tentang tenis meja, dan kejuaraan dunia tidak resmi pada tahun 1902. Pada awal 1900an, permainan ini dilarang di Russia karena penguasa pada masa itu percaya bahwa memainkan tenis meja memiliki efek yang buruk pada penglihatan pemain

Tahun 1921, Asosiasi Tenis Meja (TTA) dibuat di Inggris, dan diikuti Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) pada tahun 1926. London menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia resmi pertama tahun 1926. Tahun 1933, Asosiasi Tenis Meja Amerika Serikat, sekarang disebut, Tenis Meja Amerika, dibentuk.

Tahun 1930, Edgar Snow berkomentar di Red Star Over China bahwa pihak Komunis di Perang Saudara China mempunyai "hasrat untuk Tenis Meja asal Inggris" yang menurutnya "ganjil".

Tahun 1950an, raket yang menggunakan lembaran karet digabung dengan lapaisan spons di dasarnya mengubah permainan secara dramatis, meningkatkan kecepatan dan perputaran bola. Ini diperkenalkan perusahaan alat olahraga Inggris S.W. Hancock Ltd. Penggunaan lem cepat dapat meningkatkan kecepatan dan perputaran lebih jauh, yang menghasilkan perubahan peralatan untuk "menurunkan kecepatan permainannya". Tenis meja diperkenalkan sebagai cabang Olimpiade pada tahun 1988.


Sumber:
  • http://pandri-16.blogspot.co.id/2011/10/sejarah-olahraga-tenis-meja-atau-ping.html
  • http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4873968
  • http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10314793
  • http://mo3no.blogspot.com/2010/12/sejarah-olahraga-tenis-meja.html
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Tenis_meja

Aturan lainnya:

Pengertian Tenis Meja (Ping Pong)

Tenis Meja (Ping Pong)
Tenis meja atau ping pong adalah suatu cabang olahraga yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang berlawanan dengan menggunakan raket dan sebuah bola pingpong di lapangan permainan yang berbentuk meja.

Tenis meja adalah olahraga yang menggunakan bola yang kecil. Bila dalam pertandingan kejuaraan, umunya mempunyai 2 buah kategori yang akan diperlombakan. Antara lain kategori ganda dan tunggal. Ada 5 jenis pertandingan tenis meja yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran.

Di Republik Rakyat Tiongkok, nama resmi olahraga ini ialah "bola ping pong" (Tionghoa : 乒乓球; Pinyin : pīngpāng qiú). Induk Olahraga tenis meja di Indonesia adalah PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) dan di dunia adalah ITTF (International Table Tennis Federation) yang anggotanya mencapai 217 negara dan PTMSI tercatat sebagai Anggota ITTF sejak tahun 1961.

Aturan lainnya:

Tugas & Peraturan Wasit Tenis Lapangan

Wasit Tenis Lapangan
Wasit adalah seorang yang memiliki wewenang untuk mengatur jalannya suatu pertandingan olahraga. Ada bermacam-macam istilah wasit. Dalam bahasa Inggris dikenal referee, umpire, judge atau linesman.

Istilah wasit dalam bahasa Inggris Referee berasal dari sepak bola. Awalnya kapten dari setiap tim saling berkonsultasi untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi di lapangan. Kemudian peran ini didelegasikan kepada seorang umpire. Setiap tim membawa umpire-nya masing-masing sehingga masing-masing kapten tim dapat berkonsentrasi kepada permainan. Akhirnya, seorang yang dianggap netral dinamai referee (dari would be "referred to") bertindak sebagai orang yang akan menyelesaikan permasalahan jika umpire tidak bisa menyelesaikannya. Referee tidak berada di lapangan sampai 1891, ketika umpire menjadi linesman (sekarang asisten wasit).


Wasit dan Hakim garis dalam tenis Lapangan
  • Wasit merupakan pemimpin suatu pertandingan. Wasit menghitung poin yang diperoleh pemain.
  • Keputusan seorang wasit dihasilkan dari hakim garis yang memantau masuk-keluarnya bola.
  • Ketika seorang hakim garis memutuskan bola keluar/masuk, pemain masih dapat menginterupsi
  • kepada wasit untuk membuktikan apakah hasil keputusan masuk/keluar dari hakim garis benar.
  • Hal tersebut biasa dikenal dengan istilah challenge (tayangan ulang diperlihatkan di monitor).
  • Dalam suatu pertandingan tiap 1 set pemain diberikan kesempatan 3 x challenge. 

Aturan lainnya:

Berbagai Macam Pelanggaran Dalam Tenis Lapangan

Servis tenis lapangan
Peraturan tenis berubah sedikit sejak 1890-an. Dua perubahan kecil adalah sejak 1908 hingga 1961 pemain yang melakukan service (pukulan pertama) harus menjaga salah satu kakinya tetap di tanah hingga service berpindah dan adopsi sistem tie-break pada 1970-an. Tambahan terakhir yang diterapkan pada tenis profesional adalah teknologi tinjauan ulang elektronik. Terdapat banyak peraturan yang berhubungan dengan pelanggaran-pelanggaran tenis,  mulai dari servis hingga letak kaki yang salah, semua pelanggaran ini dapat mengakhiri pertandingan pemain banyak membuat poin. Berikut ini diantaranya:


Fakta
  • Bola hanya dapat memantul pada setiap sisi lapangan hanya sekali. Kegagalan saat memukul bola sebelum bola menyentuh lapangan kedua kalinya dapat menghasilkan poin bagi lawan.
  • Ketika bermain single, lorong-lorong ganda disisi lapangan adalah batas keluar, dan memukul bola pada batas-batas ini atau di luar baseline menghasilkan poin untuk pemain lawan.
  • Ketika volleying di depan net, poin diberikan kepada pemain yang berlawanan jika raketnya menyentuh net.

Pelanggaran saat Service

Pelanggaran pada saat servis salah satunya ketika melakukan servis bola di luar kotak servis lawan dan menghasilkan fault, yang merupakan tindakan peringatan bagi pemain yang melakukan servis. Ketika terjadi kesalahan kedua selama servis individual maka secara otomatis diberikan poin ke lawan.

Pelanggaran kaki adalah kesalahan kaki yang diberikan ketika pemain mengambil langkah-langkah servis melebihi atau kedalam garis lapangan tenis. Kesalahan kaki ini dapat menyebabkan pemain lawan menerima poin.


Kebijakan Wasit

Dalam pertandingan yang dihadiri Wasit adalah suatu kebijaksanaan penuh dari wasit atau wasit ofisial yang ada untuk menyatakan pelanggaran jika dirasa cocok. Meskipun biasanya peringatan, poin, model standar diikuti, wasit dapat melewati beberapa prosedur dan langsung menyatakan default, seperti yang terjadi dalam pertandingan Agassi Andre pada tahun 1996.


Pelanggaran Perilaku

Pelanggaran perilaku adalah membuat perilaku yang tidak diinginkan saat bermain seperti melempar raket, memukul bola setelah permainan telah berhenti, menggumamkan kata-kata kotor atau melakukan gerakan tidak pantas ini sangat dilarang oleh wasit. Wasit kursi berhak untuk mengeluarkan peringatan untuk kegiatan tersebut. Ketika melakukan pelanggaran kedua sering menyebabkan pemain lawan diberi poin, sementara pelanggaran ketiga dapat menyebabkan default.

Contoh ekstrim pelanggaran perilaku terjadi di bulan Agustus 2008 di sebuah di Piala Champions Hall of Fame ke 30-an. John McEnroe mengucapkan kata-kata kotor dan diperingatkan oleh wasit. McEnroe kemudian secara verbal menyerang tim ofisial dan diganjar dua pelanggaran oleh tim ofisial. Meskipun demikian, McEnroe melanjutkan permainan ketika penonton mulai mendesaknya untuk melanjutkan permainan.


Pelanggaran saat overhead

Ketika bermain di depan net, melakukan overhead dapat mengakibatkan raket pemain menyentuh jaring, yang dianggap sebagai pelanggaran. Daripada mencoba overhead, akan lebih bagus memilih untuk melakukan drop shot. Tembakan ini akan meminimalisir pelanggaran dan meningkatkan kemungkinan membuat lawan lengah, yang dapat menghasilkan poin untuk anda.

Sumber: Mitra Olahraga

Aturan lainnya:

Cara Perhitungan Skor / Angka Permainan Tenis Lapangan

Skor / Angka Tenis Lapangan
Sebelum permainan dimulai, dilakukan penentuan siapa yang akan melakukan servis atau memilih sisi lapangan berdasarkan undian (bisa menggunakan koin atau lainnya). Setiap awal pertandingan, pemain selalu berada di sisi sebelah kanan lapangannya masing-masing. Pemain yang melakukan servis pertama (anggap saja pemain A) harus berada di belakang garis baseline ketika melakukan servis. Servis diarahkan secara diagonal ke lapangan pemain penerima bola (anggap saja B). Bola harus terlebih dahulu memantul satu kali sebelum dipukul pemain B. Dalam permainan ganda, rekan penerima bola tidak boleh menyentuh bola servis sebelum dipukul penerima (pemain B).


Perhitungan Skor

Pada umumnya untuk pertandingan International akan memainkan 3 set, walaupun tekadang dalam permainan ganda/tunggal putra memainkan 5 set. Dalam permainan 3 set , pemain atau tim yang meraih kemenangan 2 set terlebih dahulu akan menjadi pemenang.
  • Saat mencetak poin, pemain tidak langsung mendapat 1 game. 1 game didapat setelah mencetak beberapa poin terlebih dulu (dinamakan poin kecil).
  • Poin kecil dimulai dari angka 0-0. Jika pemain mencetak poin, maka skor akan menjadi 15-0, poin selanjutnya akan menjadi 30-0 dan poin selanjutnya lagi akan menjadi 40-0.
  • Deuce dilakukan jika skor kedua pemain sama kuat, yakni 40-40.
    Selama satu permainan, pemain harus memenangkan 6 game dan akan dianggap memenangkan pertandingan apabila skor 6-0.
  • Jika permainan sama kuatnya, yakni 6-6 maka diadakan game ke-7 dan dilakukan poin kecil tie-break menggunakan skor kecil 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan 7.

Apabila skor mencapai 40-40 dinamakan deuce dalam istilah tenis lapangan. Pemain harus mememangkan 2 point lagi untuk memenangkan permainan. Pemain yang memasukkan bola ketika kedudukan masih deuce mendapatkan nilai unggul atau istilahnya ‘Ad’ atau ‘Advantage’. Namun jika pemain yang melakukan service yang memperoleh nilai disebut dengan ‘ad in’ dan jika penerima yang menerima point disebut dengan’ad out’.

Untuk memenangkan dalam satu set anda harus memenangkan 6 game dengan selisih 2 (terkecuali menggunakan tie break). Anda dapat memenangkan pertandingan dengan skor 6-4,6-3,6-2,6-1,6-0 tetapi tidak dengan 6-5. Jika skor sampai 6-5 makan game tambahan akan dimainkan sampai salah satu pemain unggul 2 game dan skornya menjadi 7-5,8-6,10-8.

Dalam sistem Tie break digunakan untuk mencegah jumlah set yang terlalu banyak dan pada umumnya diguakan sistem 12 point. Jika game mencapai 6-6 pemain pertama harus meraih 7 point dengan selisih 2 point dengan lawan untuk memenangkan set dan akan berakhir dengan skor 7-6.


Pemain kehilangan poin apabila:
  • bola yang dipukul keluar dari garis
  • memukul bola dua kali
  • bagian tubuh pemain termasuk pakaian dan asesoris menyentuh net atau sisi lapangan lawan
  • memukul bola sebelum melewati net.

Perhitungan Skor

Perhitungan skor dalam tenis lapangan adalah sebagai berikut:
0Love
1 15
2 30
3 40

Sistem tie-break digunakan untuk mencegah jumlah set yang terlalu banyak. Umumnya digunakan sistem 12 poin, jika game mencapai 6-6. Pemain pertama harus meraih 7 poin dengan selisih 2 poin dengan lawan untuk memenangkan set. Dan berakhir dengan skor 7-6.

Umumnya pertandingan internasional memainkan 3 set, walau terkadang tunggal/ganda putra memainkan 5 set. Dalam permainan 3 set, pemain atau tim yang meraih 2 set terlebih dahulu menjadi pemenang.


Sumber:

Aturan lainnya:

Teknik Dasar Bermain Tenis Lapangan

Tenis lapangan adalah jenis olahraga yang memerlukan teknik dan stamina yang tinggi. oleh karena itu diperlukan pemahaman dan penguasaan yang baik agar dapat bermain dengan benar. Berikut ini beberapa teknik dasar yang perlu dikuasai oleh seorang pemain tenis baik lakai-laki atau perempuan. Bahkan untuk yang pemain amatir sampai profesional.


Cara memegang raket
Forehand eastern, Continental, dan Western
Eastern Forehand, Continental, dan Western
Terdapat tiga jenis teknik memegang raket yang banyak digunakan oleh petenis, yaitu Forehand eastern, Continental, dan Western. berikut ini penjelasannya:
  • Eastern Forehand, teknik ini merupakan cara memegang raket yang sangat mudah untuk dilakukan oleh para pemula yang ingin belajar tenis. Forehand eastern grip ini juga kerap kali disebut dengan
    grip berjabat tangan”. Pegangan raket jenis ini bisa memberikan variasi pukulan yang lengkap, seperti flat, slice ataupun spin.
  • Continental, Jenis grip yang satu ini adalah grip klasik yang biasa digunakan oleh para pemain tenis jaman dulu ketika masih menggunakan raket kayu. Tangan berada pada posisi tepat diatas gagang raket, sedangkan posisi pangkal dari telunjuk berada pada sudut 1 (bagi pemain tangan kanan) atau pada sudut 4 (bagi pemain tangan kiri/ kidal).
  • Western, Grip western adalah grip yang biasa dipakai terutama ketika akan melakukan pukulan topspin. Grip ini juga bisa disebut sebagai grip saat memegang wajan. Karena cara memegang raket dengan grip western ini seperti ketika kita memegang gagang panci atau wajan masakan. Dimana posisi dari pangkal telunjuk berada pada sisi bawah dari gagang raket.

Selain itu ada pula tiga cara memegang raket lainnya, bisa dilihat pada gambar di bawah ini
Two-handed Backhand, Eastern Backhand, dan Extreme Backhand
Two-handed Backhand, Eastern Backhand, dan Extreme Backhand

Servis

Ada tiga macam jenis servis, yaitu Slice service, American twist, dan Flat serve atau cannon ball.


1. Slice
Slice service
Slice service (Klik gambar untuk memperbesar)
Slice service adalah pukulan forehand atau backhand di mana kepala raket dimiringkan sedikit dan dipukul dengan cara mengayunkan raket dari atas ke bawah. Cara melakukan:
  1. Raket menyentuh bola pada sebelah kanan atas bola, dan bola dipukul dengan raket dari kanan ke kiri.
  2. Raket dilecutkan dengan keras dari pergelangan.
  3. Hasil pukulan bola melengkung ke kiri pada waktu bola melayang.
  4. Dalam melakukan pukulan slice, raket sedikit diputar saat mengayun, sehingga bingkai raket turun secara diagonal dengan garis pinggir.

2. American Twist Service, Cara melakukan :
  1. Pegangan raket sama dengan pukulan backhand
  2. Lambungan bola sedikit ke belakang sisi kiri. Sehingga pukulan tepat di atas kepala.
  3. Pada saat pukulan, bola harus mengena bagian belakang dengan sedikit slice  dari kiri ke kanan.

3. Flat atau Cannon Ball Service

Yang dimaksud flat atau cannon ball service adalah pukulan permulaan yang sangat keras. Perbedaan antara slice dan flat hanyalah pada saat pukulan, pergelangan pada gerak akhir diputar sedikit. Bola dipukul dengan bagian muka raket pada bagian atas bola, dan bila dilakukan dengan tepat akan menghasilkan sedikit spin (putaran) bola.


Sikap menerima servis

Sikap menerima servis merupakan sebuah sikap siap yang biasa dilakukan pemain tenis ketika bola servis akan dilakukan oleh pihak lawan.

Macam-macam teknik pukulan

Forehand drive, adalah sebuah pukulan yang dilakukan dengan menghadapkan telapak tangan ke arah depan.

Backhand drive, adalah sebuah pukulan yang dilakukan dengan menghadapkan telapak tangan ke arah belakang, dan punggung tangannya ke arah depan.

Servis, adalah pukulan yang dilakukan pertama kali untuk mengawali sebuah permainan tenis.

Pukulan volley, adalah sebuah pukulan forehand ataupun backhand yang dilakukan sebelum bola memantul di lapangan. Pukulan ini biasa dilakukan setelah melakukan smash.

Pukulan melambung (lob), adalah sebuah teknik pukulan dimana bola dilambungkan tinggi kearah belakang lawan. Pukulan Lob biasanya dilakukan jika bola melewati di atas kepala lawan. Pukulan lob dapat dilakukan dengan forehand dan backhand.

Forehand Lob, cara melakukan sebagai berikut.
  1. Sikap awal berdiri kangkang selebar bahu tangan kanan memegang raket yang diletakkan di sebelah kanan badan.
  2. Tangan yang memegang raket diayun dari bawah ke depan atas.
  3. Pada waktu raket disentuhkan bola, pergelangan tangan harus kuat dan lutut sedikit ditekuk.

Backhand Lob, Cara melakukannya:
  1. Sikap awal berdiri kangkang selebar bahu, berat badan berada di kaki kiri dengan lutut sedikit ditekuk.
  2. Tangan kanan yang memegang raket diletakkan di samping badan.
  3. Kemudian raket diayun ke depan atas diusahakan bola melambung.

Pukulan Drop shot, Pukulan drop shot dapat dilakukan dengan forehand ataupun backhand.

Pukulan forehand drop shot. Cara melakukannya:
  1. Sikap awal berdiri kangkang selebar bahu, tangan kanan diletakkan di samping kanan badan.
  2. Bola dipukul dari atas ke bawah.

Pukulan backhand drop shot. Cara melakukannya:
  1. Sikap awal berdiri kangkang selebar bahu, berat badan ada di kaki kiri, kemudian tangan kanan diletakkan di samping kiri badan.
  2. Pada waktu memukul bola, tangan yang memegang raket digerakkan dari samping kiri ke arah depan bawah.

Pukulan smash, adalah sebuah pukulan yang dilakukan dengan sangat keras untuk menghantamkan bola ke arah lapangan sang lawan. Pukulan smash dilakukan ketika bola berada diatas kepala.

Pukulan chop/ slice, adalah pukulan forehand ataupun backhand dimana kepala raket agak dimiringkan sedikit lalu bola dipukul dengan cara mengayunkan raket dari atas ke bawah.


Sumber:

Aturan lainnya:

Peralatan yang Dibutuhkan Seorang Pemain Tenis Lapangan

raket tenis
Seorang pemain Tenis lapangan seharusnya sudah memiliki perlatan yang dia butuhkan untuk keperluan permainan. hal ini sangatlah penting karena setiap peralatan ini memiliki fungsi berbeda-beda sebagai penunjang permainan. Berikut ini beberapa peralatan atau perlengkapan yasng perlu dimilki oleh seorang pemain tenis lapangan.


Topi

Topi adalah pelindung dari sengatan sinar matahari, dengan bantuan topi penglihatan seorang petenis tidak terganggu dari silaunya sinar matahari.


Pakaian Tenis

Dalam setiap turnamen bola tenis biasanya para pemain diwajibkan untuk memakai kaos dan celana berwarna putih. Warna putih dipilih karena dapat memantulkan sinar matahari yang akan membuat atlet merasa sejuk selama pertandingan. Bahan yang digunakan adalah yang mudah menyerap keringat.


Sweatbands

Banyak para atlet menggunakan sweatbands yang dikenakan pada bagian kepala dan tangan.Tujuannya untuk menyerap keringat dan menjaga wajah dan tangan agar tetap kering.


Wristband

Wristband berguna untuk menghapus keringat di wajah Anda. Wristband digunakan oleh para atlit untuk mengusap keringat pada waktu istirhat. Pilihlah yang lembut dan cepat menyerap keringat. Wristbands akan sangat baik digunakan daripada harus membawa handuk kecil.


Sepatu Tenis

Dalam bermain tenis peran sepatu sangatlah penting. Gunakan sepatu yang didesain khusus tenis agar menjaga keseimbangan saat bermain. Selain itu penggunaan sepatu dapat meminimalisir dari cidera. Pilihlah sepatu tenis yang nyaman dipakai.


Tas Tenis

Tas tenis sangat beguna untuk memudahkan anda membawa peralatan tenis seperti bola dan raket dan baju ganti.


Raket Tenis

Untuk raket tenis lapangan tersedi berbagai bentuk dan setiap bentuk memiliki fungsi masing-masing. Raket tenis sesuai standarnya memiliki panjang 29 inchi atau  73,66 cm dan lebar 12,5 inchi atau 31,75 cm.


Bola tenis

Bola tenis bentuknya seperti bola kasti. Dalam turnamen bola tenis harus berwarna putih dan kuning. Ukurannya: Bola berdiameter 6,541 cm hingga 6,858 cm. Berat bola tenis sesuai standarnya yaitu 56,0 - 59,4 gram. Biasanya setelah 3 jam bola tenis akan kehilangan daya pantulnya, sangat disarankan untuk memiliki bola ekstra.

Aturan lainnya:

Jenis-Jenis Pukulan Dalam Tenis Lapangan

Pukulan Dalam Tenis Lapangan
  • Backhand – Jenis pukulan tenis di mana punggung tangan yang memegang raket dihadapkan ke depan dan pemain memukul bola menggunakan bagian belakang dari raket.
  • Backspin – (dikenal juga sebagai slice atau underspin), pukulan yang memberikan efek putaran ke belakang setelah bola dipukul.
  • Backswing – Bagian dalam fase pukulan tenis di mana raket diayunkan ke belakang dalam rangka persiapan untuk memukul bola dengan ayunan ke depan.
  • Big serve – Servis yang kencang dan bertenaga, umumnya memberikan keuntungan bagi pemain yang melakukannya.
  • Block – Sebuah pukulan bertahan yang menggunakan sedikit ayunan, umumnya ketika melakukan pengembalian servis (return).
  • Can Opener – Pukulan servis dari pemain yang mendarat di pertemuan antara garis batas permainan single dengan garis servis.
  • Carve – Jenis pukulan yang menggabungkan pukulan sidespin dan underspin.
  • Chip – memblok pukulan dengan underspin.
  • Chip and charge – Sebuah strategi yang menggunakan pukulan underspin dalam mengembalikan servis lawan kemudian diikuti oleh pergerakan ke depan net.
  • Chop – Pukulan dengan underspin yang ekstrim.
  • Clean the Line/Clip the Line – Pukulan di mana sebagian bagian dari bola jatuh di garis permainan.
  • Closed stance – Cara memukul bola dengan posisi badan yang paralel dengan garis baseline.
  • Crosscourt – Memukul bola menyilang ke arah area permainan lawan.
  • Dink – Pukulan yang lamban dan tidak bertenaga.
  • Down the line – Memukul bola lurus ke arah daerah permainan lawan.
  • Drop shot – Pukulan yang dipukul dengan pelan dan jatuh di dekat net untuk memancing pemain berlari ke depan.
  • Drop volley – Pukulan drop shot yang dihasilkan dari voli.
  • First Service – Pukulan servis pertama dari dua kesempatan pukulan yang diberikan kepada pemain untuk memulai permainan.
  • Flat – e.g. Pukulan yang tidak atau sedikit sekali memiliki efek spin pada bola.
  • Follow through – Ayunan lanjutan dari fase pukulan tenis setelah bola dipukul.
  • Forehand – Pukulan tenis sebuah pukulan di mana telapak tangan yang memegang raket dihadapkan ke depan dan pemain memukul bola dengan ayunan yang datang dari belakang badan pemain serta bagian depan raket menghadap bola.
  • Groundstroke – Pukulan backhand atau forehand yang dilakukan setelah bola memantul.
  • Hail Mary – Pukulan lob yang sangat tinggi terutama untuk bertahan.
  • Half volley – Pukulan volley yang dilakukan tepat setelah bola memantul.

Aturan lainnya:

Istilah-istilah dalam Permainan Tenis Lapangan

Gulbis menyervis ke David Nalbandian pada Pacific Life Open 2008.
Gulbis menyervis ke David Nalbandian pada Pacific Life Open 2008.
  • Ace – Servis yang dilakukan pemain di mana bola masuk dan tidak dapat dijangkau oleh pemain lawan.
  • Ad court – Bagian sisi kiri dari lapangan tenis terhadap masing-masing pemain.
  • Advantage – Poin ketika seseorang telah mendapatkan poin di atas deuce dan hanya butuh satu poin lagi untuk memenangkan sebuah game.
  • All-court – Tipe permainan yang menggabungkan seluruh tipe yang ada di tenis termasuk serve and volley, dan baseline.
  • Alley – Daerah pada lapangan tenis di antara garis single dan double.
  • Approach shot – Pukulan yang digunakan sebagai set up sebelum pemain maju ke depan net, umumnya menggunakan pukulan slice atau topspin yang lebih cepat dari pukulan dalam suatu reli.
  • ATP – Association of Tennis Professionals, Asosiasi tenis putra profesional.
  • ATP Champions Race – Sistem perhitungan peringkat pemain ATP berdasarkan poin yang dikumpulkan mulai pada awal tahun hingga akhir tahun. 8 pemain teratas pada akhir tahun akan bertarung pada ATP Tennis Masters Cup.
  • Australian formation – Formasi yang digunakan di permainan ganda di mana pemain yang berada di depan net berdiri di tengah net untuk menghadang bola kembali yang datang menyilang (cross court).
  • Backhand – Jenis pukulan tenis di mana punggung tangan yang memegang raket dihadapkan ke depan dan pemain memukul bola menggunakan bagian belakang dari raket.
  • Backspin – (dikenal juga sebagai slice atau underspin), pukulan yang memberikan efek putaran ke belakang setelah bola dipukul.
  • Backswing – Bagian dalam fase pukulan tenis di mana raket diayunkan ke belakang dalam rangka persiapan untuk memukul bola dengan ayunan ke depan.
  • Bagel – Kemenangan atau kekalahan set dengan skor 6-0.
  • Ball Person – Seseorang (laki-laki atau perempuan) yang bertugas untuk memungut bola pada pertandingan tenis.
  • Baseline – Daerah di luar garis akhir dari zona permainan di dalam lapangan tenis.
  • Baseliner – Tipe permainan yang sering bermain di daerah baseline dan sangat mengandalkan kualitas pukulan groundstroke-nya.
  • Big serve – Servis yang kencang dan bertenaga, umumnya memberikan keuntungan bagi pemain yang melakukannya.
  • Block – Sebuah pukulan bertahan yang menggunakan sedikit ayunan, umumnya ketika melakukan pengembalian servis (return).
  • Breadstick – Kemenangan atau kekalahan pada set dengan skor 6-1
  • Break – Memenangkan game dalam posisi menerima servis, maka disebut serve break.
  • Break back – Memenangkan game dalam posisi menerima servis setelah sebelumnya kehilangan game dalam posisi memegang servis.
  • Break point – Satu poin tertinggal untuk dapat melakukan break (atau pada posisi skor 30-40); double break point/ two break points pada skor of 15-40; triple break point pada skor 0-40
  • Buggy Whip – Pukulan forehand yang memiliki ayunan dari bawah ke atas dan tidak melakukan followthrough seperti yang normal (ayunan melintasi badan) melainkan berakhir di sisi badan yang sama.
  • Bye – Fase dalam turnamen di mana pemain otomatis melaju ke babak berikutnya tanpa melawan pemain lain.
  • Call – Penilaian dari hakim garis yang mengatakan bahwa bola ke luar daerah permainan.
  • Cannonball – Ungkapan lama yang menjelaskan sebuah pukulan servis yang flat dan keras.
  • Can Opener – Pukulan servis dari pemain yang mendarat di pertemuan antara garis batas permainan single dengan garis servis.
  • Carve – Jenis pukulan yang menggabungkan pukulan sidespin dan underspin.
  • Challenge – Peraturan baru di mana pemain dapat mengajukan peninjauan ulang terhadap bola yang dianggap keluar kepada wasit dengan menggunakan teknologi Hawk-Eye.
  • Challenger – Turnamen yang memiliki level di bawah turnamen ATP. Pemain yang berkompetisi di sini akan mendapatkan poin untuk dapat bermain di turnamen kelas ATP.
  • Chip – memblok pukulan dengan underspin.
  • Chip and charge – Sebuah strategi yang menggunakan pukulan underspin dalam mengembalikan servis lawan kemudian diikuti oleh pergerakan ke depan net.
  • Chop – Pukulan dengan underspin yang ekstrim.
  • Clean the Line/Clip the Line – Pukulan di mana sebagian bagian dari bola jatuh di garis permainan.
  • Closed stance – Cara memukul bola dengan posisi badan yang paralel dengan garis baseline.
  • Code Violation – Peraturan di ATP di mana pemain melakukan pelanggaran dengan cara mengeluarkan suara-suara negatif/makian atau memukul bola dengan keras tidak dalam permainan. Pelanggaran pertama akan diberikan peringatan, kedua akan diberikan penalti pengurangan poin, ketiga diberikan pengurangan game dan keempat pertandingan dihentikan untuk kemenangan lawan.
  • Counterpuncher – Tipe permainan baseliner yang cenderung defensif.
  • Court – Lapangan yang memiliki ukuran tertentu untuk memainkan permainan tenis.
  • Crosscourt – Memukul bola menyilang ke arah area permainan lawan.
  • Cross-over – Pemain yang menyeberangi net ke daerah lawan. Dapat dilakukan dengan maksud baik atau bermusuhan. Seringkali dalam permainan tenis di lapangan tanah liat pemain melintasi net untuk melihat jejak jatuhnya bola bila ia merasa dirugikan oleh keputusan wasit.
  • Cyclops – Sebuah alat yang dipasang untuk mendeteksi apakah bola servis yang dipukulkan masuk atau keluar. Alat ini segera berbunyi apabila bola jatuh di luar garis servis.
  • Dead net (dead net cord) – Situasi di mana seorang pemain mendapatkan keuntungan dari pukulannya yang menyentuh ujung net kemudian bergulir ke daerah lawan.
  • Deep – Pukulan di mana bola jatuh di dekat garis baseline.
  • Deuce – Situasi pada poin 40-40 dan pemain harus merebut dua poin berturut-turut untuk memenangkan sebuah game.
  • Deuce court – Sisi kanan lapangan tenis menurut masing-masing pemain.
  • Dink – Pukulan yang lamban dan tidak bertenaga.
  • Dirtballer – Pemain spesialis tanah liat.
  • Double Bagel – 2 set menang dengan skor 6-0, 6-0: lihat Bagel
  • Double Fault – Dua kali melakukan kesalahan pada saat melakukan servis.
  • Doubles – Permainan tenis yang dimainkan oleh 4 orang, masing-masing 2 orang tiap sisi lapangan.
  • Down the line – Memukul bola lurus ke arah daerah permainan lawan.
  • Drop shot – Pukulan yang dipukul dengan pelan dan jatuh di dekat net untuk memancing pemain berlari ke depan.
  • Drop volley – Pukulan drop shot yang dihasilkan dari voli.
  • Fault – Kesalahan pada pukulan servis di mana bola jatuh di luar daerah servis yang dituju.
  • First Service – Pukulan servis pertama dari dua kesempatan pukulan yang diberikan kepada pemain untuk memulai permainan.
  • Flat – e.g. Pukulan yang tidak atau sedikit sekali memiliki efek spin pada bola.
  • Follow through – Ayunan lanjutan dari fase pukulan tenis setelah bola dipukul.
  • Foot fault – Situasi di mana pemain pada saat melakukan servis melakukan pelanggaran dengan cara kakinya menginjak atau masuk ke daerah permainan sebelum bola servis dipukul.
  •  Forced error – Situasi di mana lawan melancarkan pukulan yang susah dijangkau sehingga bola bergulir ke luar.
  • Forehand – Pukulan tenis sebuah pukulan di mana telapak tangan yang memegang raket dihadapkan ke depan dan pemain memukul bola dengan ayunan yang datang dari belakang badan pemain serta bagian depan raket menghadap bola.
  • Game point – Situasi di mana pemain yang sedang memimpin perolehan angka hanya membutuhkan satu poin lagi untuk memenangkan game.
  • Golden Set – Memenangkan set tanpa kehilangan poin
  • Golden Slam – Memenangi seluruh Grand Slam dan menjadi merebut emas pada Olimpiade.
  • Grand Slam – Turnamen tenis yang paling bergengsi di seluruh dunia: Australian Open, French Open, Wimbledon, dan French Open.
  • Groundies – lihat Groundstroke
  • Groundstroke – Pukulan backhand atau forehand yang dilakukan setelah bola memantul.
  • H4cker – Istilah untuk pemain pemula atau menengah.
  • Hail Mary – Pukulan lob yang sangat tinggi terutama untuk bertahan.
  • Half volley – Pukulan volley yang dilakukan tepat setelah bola memantul.
  • Head – (racket) Bagian dari raket yang terdapat senar.
  • Hold – Memenangi game pada posisi servis.
  • I-formation – (in doubles) Formasi pada permainan ganda di mana kedua pemain berdiri pada sisi yang sama sebelum memulai permainan/melakukan servis.
  • Inside-out – Berlari ke arah sisi yang berlawanan dan memukul bola menyilang.
  •  Inside-in – Berlari ke arah sisi yang berlawanan dan memukul bola lurus.
  • Insurance Break – mendapatkan keuntungan/poin dari dua kali servis break.
  • ITF – the International Tennis Federation, Asosiasi yang mengatur pertenisan dunia.J
  • Jamming – Pukulan servis atau pengembalian yang mengarah ke badan lawan.

Aturan lainnya: