Teknik Dasar Renang Gaya Punggung

gerakan renang gaya punggung
Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali dipertandingkan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang dipertandingkan setelah gaya bebas.

Sekitar tahun 1912 gaya pinggung sangat populer, saat itu pertandingan renang dibagi atas tiga kelas dalam kompetisi nasional dan internasional yaitu gaya dada, gaya punggung, dan gaya bebas. Gaya yang dipergunakan pada saat itu adalah gaya punggung elementer atau gaya punggung dengan kedua lengan di atas, dan gerakan kaki katak atau kaki gunting. Setelah diperkenalkan gaya back crowl, bentuk-bentuk lain dari gaya punggung yang bukan back crowl sedikit demi sedikit hilang dari pertandingan renang.

Berikut ini penjelasan lengkap tentang teknik dasar renang gaya punggung.


1. Teknik Meluncur

Dalam gerakan gaya punggung, meluncur adalah suatu yang khas karena posisi dalam posisi ini badan berada dalam keadaan terlentang menghadap ke atas yang mengakibatkan badan tetap mengambang tidak tenggelam . Selain itu saat meluncur kita dapat leluasa untuk bernafas sepanjang gerakan.

Latihan meluncur:
  1. Kedua tangan berpegang pada tepi kolam, jarak tangan kanan kiri selebar bahu
  2. Kedua kaki dilipat atau dibengkokkan ke atas, sehingga kedua telapak kaki bertumpu pada dinding kolam dengan kuat, kedua lutut ada diantara kedua lengan
  3. Kedua lengan melepas pegangan pada tepi kolam, kepala diluruskan ke belakang, dan bersamaan dengan gerakan tersebut kedua kaki mendorong dinding kolam dengan kuat, sehingga tubuh terdorong ke belakang.
  4. Wajah tetap di atas permukaan air, dan kedua lengan disisi tubuh
  5. Latihan ini dilakukan berkali-kali, sehingga siswa mampu meluncur dengan sikap telentang dengan baik.
Tahap-tahap gerakan meluncur:

Tahap persipan:
  1. Terapung terlentang kedua lengan disamping badan
  2. Tarik ibu jari ke atas menyusur ke samping tubuh
  3. Ibu jari menyentuh bahu bagian atas
  4. Putar pergelangan tangan mengarah ke luar
Tahap Pelaksanaan
  1. Rentangkan lengan ke arah luar dan ke atas
  2. Luruskan lengan, tingginya kira-kira sama dengan bahu.
Tahap lanjutan
  1. Kedua lengan menempel disamping badan, tubuh rileks sambil merasakan luncuran.Dalam tahap belajar Gunakan pelampung saat meluncur, pelampung dipegang dengan kedua tangan lurus di atas kepala
  2. Cobalah meluncur tanpa pelampung, dengan cara berdiri dipinggir kolam menghadap dinding kolam, doronglah kedua kaki pada lantai ke arah belakang serta kedua lengan ke arah belakang.


2. Gerakan Kaki

Teknik Gerakan Kaki

Pada dasarnya, gerakan kaki pada renang gaya punggung sama dengan gerakan kaki pada renang gaya bebas, namun pada renang gaya punggung gerakan kaki dilakukan dalam keadaan terlentang. Perenang dapat melakukan latihan gerakan kaki dengan terlentang, kedua lengan di atas kepala. Sikap start perenang gaya punggung sewaktu berlomba dilakukan dari dalam kolam.

Berikut ini Teknik Gerakan kaki pada gauya punggung:
  1. Masuk ke kolam, lalu berdiri di tepi kolam dengan punggung rapat pada dinding kolam, kedua lengan dibengkokkan ke atas agar tangan dapat memegang tepi kolam.
  2. Bila ada aba-aba siap, perenang mengangkat kedua kakinya ke atas kearah permukaan air bersama-sama badan. Sehingga badan dan kaki lurus pada permukaan air dengan sikap terlentang.
  3. Pada aba-aba “ya” perenang menggerakkan kedua  kaki bergantian ke atas dan ke bawah.
  4. Gerakan kaki dimulai dari pangkal paha, lutut sedikit dibengkokkan dan berakhir dengan kibasan ujung kaki. Gerakannya harus lemas dan tidak kaku, gerakan ke atas dari pada gerakan ke bawah.

Bentuk-bentuk latihan gerakan kaki

Latihan gerakan kaki dapat dilakukan dengan cara:
  • Latihan gerakan kaki sambil duduk
  • Latihan gerakan kaki sambil merentangkan kedua lengan samping
  • Latihan gerakan kaki menggunakan papan peluncur
  • Latihan menggerakkan kaki sambil memegang pinggir kolam.

3. Gerakan Lengan

Teknik gerakan lengan dibagi menjadi tiga fase, yaitu , Fase Menarik, Fase mendorong, dan Fase Istirahat. Berikut ini penjelasannya:

Fase Menarik - Gerakan menarik dimulai setelah telapak tangan masuk beberapa inchi dari permukaan air sampai titik maksimal tekukan siku atau telapak tangan tepat berada disamping luar bahu.

Fase mendorong - Gerakan mendorong dimulai dari akhir tarikan, tangan mendorong ke belakang, dan ke bawah dalam gerakan seperempat lingkaran.

Fase Istirahat - Gerakan istirahat dimulai dari tangan keluar dari permukaan air dengan ibu jari keluar lebih dahulu. Setelah tangan berada di atas bahu, (lengan tegak lurus dengan bahu), tangan diputar keluar, lalu masuk ke permukaan air dengan jari kelingking terlebih dahulu. Proses istirahat ini harus dilakukan dengan rileks seirama dengan lengan yang bergerak menarik dan mendorong.

Teknik dasar Gerakan lengan:
  1. Kaitkan Salah satu ujung kaki dengan setang di tepi kolam, kaki yang lain bertumpu pada dinding kolam agak ke bawah untuk memberi kekuatan penyangga badan.
  2. Sikap badan terlentang, muka menghadap ke atas  dengan dagu agak ditarik dan kedua lengan di sisi badan. Ayunkan lengan secara bergantian
  3. Ayunkan lengan secara bergantian lurus ke permukaan air melampaui kepala dan masuk ke air  dengan posisi lengan disamping kepala.
  4. Setelah tangan masuk ke dalam air, lakukan gerakan menarik dan mendorong air dengan kuat sehingga lengan lurus di sisi badan. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik, hendaknya jari-jari tangan dirapatkan.

Latihan gerakan lengan
  • Latihan gerakan lengan di darat
  • Latihan gerakan lengan sambil berdiri di dalam air
  • Latihan gerakan lengan dengan menggunakan pelampung di perut

4. Gerakan Pengambilan Napas

Saat melakukan gerakan gaya punggung, seorang perenang dapat leluasa bernafas secara terus-menerus. Gerakan pengambilan napas renang gaya punggung adalah mengambil napas pada saat istirahat dari satu lengan dan mengeluarkan napas pada saat istirahat lengan yang lain.


5. Koordinasi Gerakan

Latihan koordinasi renang gaya punggung adalah latihan yang terpadu dari semua unsur gerakan yang ada pada gaya punggung, yaitu mulai dari gerakan meluncur, kemudian dilanjutkan dengan gerakan kaki, lengan dan pernapasan dengan seksama, sehingga gaya punggung yang benar dapat diwujudkan.


6. Start Renang Gaya Punggung

Start Gaya punggung dilakukan dengan cara mengandalkan gaya punggung dan diselingi dengan gerakan salto disertai dengan gerakan tangan dan kaki. Start dilakukan dengan cara semua perenang berjajar di dalam air dan menghadap ke dinding serta dengan memegang pegangan start.

Teknik start renang gaya punggung adalah sebagai berikut:
  1. Sebelum start dimulai, posisi tangan dan kaki dalam keadaan bergantung.
  2. Tariklah kedua lengan mendekati dinding , kemudian dilanjutkan dengan sikap menolak dengan sikap kepala menengadah
  3. Serentak dengan tolakan kaki, kedua lengan diayunkan dan kepala menengadah
  4. Ayunan lengan bergerak membuka ke samping
  5. Setelak kaki menolak, posisi kedua lengan harus sudah lurus.
  6. Ketika tubuh masuk ke permukaan air, segera lentingkan tubuh sehingga posisi tubuh meluncuh di bawah permukaan air.

7. Pembalikan Renang Gaya Punggung

Cara membalik dalam renang gaya punggung dilakukan dengan setengah salto. Teknik berbalik pada renang gaya punggung adalah:
  1. Tangan kiri menyentuh dindiong kolam, lutut dibengkokkan dan ditarik
  2. Dengan bantuan tarikan tangan, lutut diarahkan ke lengan yang berada didinding kolam
  3. Dayungan tangan dan tarikan lutut yang membentuk setengah salto membawa kedua lengan tiba di dinding kolam
  4. Setibanya kedua lengan di dinding kolam, kedua lengan diluruskan ke atas kepala
  5. Lakukan gerakan tolakan kaki yang serentak dengan meluruskan kedua lengan
  6. Serentak tolakan kaki dengan meluruskan kedua belah lengan dan tubuh meluncur dari dinding kolam

Artikel yang berhubungan dengan Renang Gaya Punggung


Sumber: http://www.olahragakesehatanjasmani.com/2014/11/teknik-dasar-renang-gaya-punggung.html

Aturan lainnya:

Peraturan Bola Tangan: Pelanggaran, Wasit, Pencatat Waktu, dan Skor

Peraturan Bola Tangan
Pelanggaran di luar waktu pertandingan sebelum pertandingan:
  • Peringatan
  • Diskualifikasi (pengulangan. skorsing)
  • Setiap pelanggaran akan ditulis dalam laporan tertulis setelah pertandingan

Wasit:
  • 2 orang Wasit dengan hak yang sama akan memegang pimpinan di setiap pertandingan dan mereka dibantu oleh seorang pencatat waktu dan pencatat skor.
  • Setiap wasit diutamakan untuk memakai Pakaian seragam berwarna hitam .

Pencatat waktu, dan skor
  • Pencatat waktu memiliki tanggung jawab yang utama untuk waktu pertandingan, waktu istirahat, waktu pengskoran dan penundaan pemain.
  • Pencatat skor memiliki tanggung jawab utama untuk daftar nama tim, lembar skor, mencatat pemain yang tidak berhak untuk berpartisipasi. Tugas lain seperti memeriksa para pemain dan offisiai tim di area pergantian dan keluar masukriya pernain pengganti
  • Jika tidak ada papan skor maka pencatat waktu harus menjaga untuk memberitahu tim yang bermain tentang waktu yang sudah dimainkan, sisa waktu dan waktu istirahat.
  • Namun jika ada papan skor maka pencatat waktu harus memberikan tanda akhir di pertengahan waktu dan akhir pertandingan.

Aturan lainnya:

4 Jenis Hukuman Dalam Peraturan Bola Tangan

kartu kuning pada peraturan bola tangan
Terdapat empat jenis hukuman dalam permainan bola tangan yakni: Peringatan, Skorsing, Diskualifikasi, dan Pengeluaran, berikut ini penjelasanya...

1. Peringatan


Jenis hukuman ini diberikan apabila:
  • Kecurangan dan. Pelanggaran
  • Kecurangan berkali-kali
  • Tindakan yang tidak sportif dari seorang pemain atau official tim

2. Skorsing 2 menit

Jenis hukuman ini diberikan apabila:
  • Kesalahan pergantian pemain
  • Kecurangan yang diulang
  • Tindakan tidak sportif dari pemain
  • Tindakan tidak sportif dari official
  • Konsekwensi dari suatu diskualifikasi dari suatu official dan pemain
  • Tindakan tidak sportif seorang pemain sebelum permainan dimulai setelah skorsing 2 menit (akumulasi)
  • Skorsing 2 menit untuk ketiga kalinya pada pemain yang sama akan dikeluarkan.

3. Diskualifikasi

Jenis hukuman ini diberikan apabila:
  • Tindakan yang tidak sportif oleh seorang pemain setelah tim mendapat peringatan dan skors 2 menit
  • Kecurangan yang dapat membahayakan keselamatan lawan
  • Tindakan tidak sportif dari tim di luar lapangan
  • Menyerang pemain sebelum pertandingan
  • Menyerang tim saat pertandingan
  • 3x skors pada pemain yang sama

4. Pengeluaran

Seorang pemain akan dikeluarkan dari lapangan pertandingan dan tidak boleh digantikan oleh pemain lain apabila bersalah melakukan tindakan kasar.


5. Skorsing 4 menit

Seorang pemain akan terken hukuman ini apabila pemain yang diberi skorsing 2 menit juga bersalah akibat tindakan tidak sportif yang dilakukan sebelum permainan dimulai. Tetapi jika untuk ketiga kalinya akan didiskualifikasi.

Aturan lainnya:

Jenis-Jenis Lemparan Pada Permainan Bola Tangan

Permainan Bola Tangan
Terdapat beberapa jenis lemparan yang umum terjadi pada saat permainan bola tangan digelar. lemperan tersebut meliputi: Lemparan Awal, Lemparan ke Dalam, Lemparan Kiper, Lemparan Bebas, dan Lemparan 7 Meter.


Lemparan Awal

Berikut beberapa hal tentang lemparan awal:
  • Saat memulai pertandingan, Lemparan awal diambil oleh tim yang menang dalam lempar koin dan memutuskan memulai permainan dengan memilih bola di posisinya.
  • Lemparan awal di babak kedua diambil oleh tim yang tidak melakukannya di babak pertama.
  • Setelah terjadi gol, lemparan awal dilakukan oleh tim yang kemasukan gol.
  • Lemparan awal dari arah mana saja di tengah lapangan dengan toleransi garis pinggir sekitar 1,5m. Dan harus dilakukan dalarn 3 detik.
  • Teman satu tim dari pelempar tidak diperbolehkan untuk melewati garis tengah sebelum ada peluit dari wasit,
  • Dalam kasus lemparan bebas Setelah terjadinya gol, lawan diijinkan untuk berada di kedua area lapangan, tetapi harus 3m dari pemain yang melakukan lemparan bebas.

Lemparan ke Dalam

Berikut ini beberapa peraturan dalan lemparan ke dalam:
  • Lemparan kedalam diberikan saat bola sudah sepenuhnya melewati garis samping, dan bola menyentuh langit-langit atau instalasi atas lapangan
  • Lemparan kedalam dilakukan tanpa peluit dari wasit
  • Lemparan kedalam dilakukan dari tempat dimana bola melewati garis samping atau melewati luar garis gol dari persimpangan garis samping dan luar garis gol di sisi.
  • Pelempar harus berdiri dengan kaki di garis sampai bola lepas dari tangannya.
  • Saat lemparan kedalam dilakukan, lawan tidak boleh mendekat lebih dari 3m dari pelempar, tetapi diperbolehkan berdiri di luar garis area walau jarak kurang dari 3m.

Lemparan Kiper


Lemparan Kiper dilakukan apabila:
  • Pemain lawan memasuki area pertahanan dan melakukan pelanggaran
  • Kiper sudah menguasai bola dan bola tidak bergerak dilantai area gawang
  • Pemain-lawan telah menyentuh bola saat bola tersebut menggelinding atau diam di lantai di area gawang
  • Saat bola melewati garis luar gawang setelah terakhir disentuh oleh kiper atau pemain dari tim lawan.
  • Lemparan Kiper tanpa peluit dari wasit.

Lemparan Bebas
  • Jika Tim yang memegang bola melakukan pelanggaran yang menyebabkan tim tersebut kehilangan kepemilikan bola dan tim lawan melakukan pelanggaran yang menyebabkan tim tersebut kehilangan kepemilikan bola.
  • Lernparan bebas tanpa peluit dari wasit dan bertempat dimana pelanggaran dilakukan.
  • Jarak lawan dari pelempar harus setidaknya 3m.

Lemparan 7 Meter
  • Lemparan 7 meter diberikan saat: Kesempatan mencetak angka dihancurkan oleh tim lawan secara illegal, Peluit tidak sah saat kesempatan emas mencetak angka, Kesempatan emas mencetak angka dihancurkan karena partisipasi orang yang tidak ada hubungannya dengan permainan atau karena kesalahan teknis.
  • Lemparan 7m dilaksanakan 3 detik setelah peluit dari wasit.
  • Pemain yang melakukan Lernparan 7m harus mengambil posisi. Dibelakang garis 7m, tidak lebih jauh dari 1 m dari garis tersebut.
  • Taman satu tim pelempar harus memposisikan diri diluar garis lemparan bebas jika melanggar lemparan bebas bagi lawan
  • Lemparan 7m diulang kembali jika kiper melewati garis 4m sebelum bola lepas dari tangan pelempar (kecuali terjadi gol)
  • Tidak diijinkan mengganti kiper setelah si pelempar sudah siap untuk melaksanakan lemparan 7m.

Instruksi umum untuk pelaksanaan lemparan
  • Pelempar harus memposisikan posisi yang benar untuk melempar.
  • Teman si Pelempar harus mengambil posisi untuk menentukan lemparan yang dipermasalahkan.
  • Pemain bertahan harus mengambil posisi untuk menentukan lemparan dan tetap di posisi yang benar sampai bola meninggalkan tangan si pelempar.

Aturan lainnya:

Peraturan Bola Tangan: Penalti dan Permainan Tidak Sportif

Peraturan Bola Tangan
Dalam permainan bola tangan terdapat beberapa peraturan penalti seperti halnya dalam peraturan Sepak bola. hal-hal yang diijinkan dan tidak diijinkan, serta hukuman untuk pelanggar peraturan atau sanksi yang ditegakkan. Berikut ini penjelasannya...


1. Mengenai Hal - hal yang diijinkan:
  • Pemain diperbolehkan menggunakan telapak tangan dan tangan dalam menguasai bola.
  • Diperbolehkan merentangkan tangan saat bola melewati-tim lawan saat bola tidak dalam penguasaan.
  • Diperkenankan menggunakan badan untuk menghalangi lawan
  • Bodi kontak dengan lawan

2. Mengenai hal - hal yang tidak diijinkan:
  • Tidak diperbolehkan menarik atau memukul bola dengan tangan lawan
  • Tidak diperbolehkan menghalangi laju lawan dengan tangan dan kaki
  • Tidak diperbolehkan menarik atau menahan, mendorong, lari atau melompat ke arah lawan
  • Tidak diperbolehkan melakukan hal yang membahayakan lawan

3. Aturan kekerasan 

Mengenai Aturan kekerasan diatur dengan diberi lemparan bebas atau lemparan 7m dan bagi perseorangan diawali dengan peringatan, diikuti pernberian hukuman dan diskualffikasi.


4. Hal yang membahayakan

Seorang pemain tidak diperkenankan membahayakan lawan ketika lawan tersebut sedang menyerang,

Aturan lainnya:

Peraturan Bola Tangan: Memainkan Bola, Bermain Pasif


Peraturan Bola Tangan
Dalam permainan bola tangan terdapat hal-hal yang perlu diketahui dan dikuasai noleh seorang pemain, Dalam hal ini tentang aturan mengenai penguasaan bola serta hal-hal yang boleh dan ridak boleh dilakukan oleh pemain terhadap bola, berikut ini penjelasannya:

1. Dalam mememainkan bola, seorang pemain diperbolehkan melempar, menangkap, menghentikan, mendorong atau menggelindingkan bola dengan tangan, lengan, badan, paha atau lutut.

2. Maktu yang diperolehkan dalam memegang bola maksimum 3 detik. Mengambil maksimum 3 langkah dari bola dan dianggap 1 langkah bila satu kaki digerakkan dari satu tempat ketempat lainya dan kernudian satu kaki lainnya tetap menjadi tumpuan.

3. Berlari atau berdiri diperbolehkan
  • memantulkan bola dan kembali menangkapnya
  • menggiring / mendrible
  • mengelindingkan bola
  • memindahkan bola dari satu tangan ke tangan lain dalam 3 detik   dan tidak lebihdari 3 langkah

4. Hal yang tidak diijinkan:
  • menyentuh bola dengan kaki kecuali bola telah dilempar
  • pemain bergerak dengan bola diluar lapangan pertandingan dengan satu/dua kakinya dengan bola masih didalam lapangan, lemparan kedalam
5. Bermain Pasif (memegang bola tanpa membuat gerakan apapun untuk menyerang untuk mencetak gol, menunda-nunda dalam melakukan eksekusi dalam melakukan lemparan dan dihadiahi lemparan bebas tim lawan dari tempat dimana bola tersebut keluar.

Aturan lainnya:

Lamanya Waktu Dalam Permainan Bola Tangan

stopwach
Dimulainya suatu pertandingan bola tangan ditandai dengan undian yang dilakukan oleh wasit. Regu yang menang dapat memilh gawang atau lemparan permulaaan.

Lemparan permulaan harus diadakan dititik tengah lapangan permainan dalam 3 detik sesudahnya tanda permulaan diberikan aba-aba (lemparan bebas).

Lemparan permulaan tak dapat dengan langsung menjadi satu angka (gol) lemparan penjaga gawang.

Permainan yang melakukan lemparan permulaan boleh menyentuh bola lagi, sesuah bola ini disentuh oleh pemain lainnya (lemparan bebas).

Pada lemparan bebas semua pemain-pemain harus tinggal ditempatnya masing-masing (lemparan bebas). Pemain regu lawan tidak diperkenankan melalui lingkaran sebelum lemparan permulaan dilakukan.


Lama waktu permainan:
  1. Putra: 2x30 menit Istirahat: 10 menit atau 2x30 menit tanpa istirahat.
  2. Putri: 2x20 menit dengan istirahat 10 menit, atau 2x20 menit tanpa istirahat.
  3. Apabila terjadi perpanjangan waktu yang diakibatkan kedudukan akhir terjadi gol sama (seri), maka setelah istirahat 6 menit diberi perpanjangan waktu. Untuk kelompok putra 2x20 menit tanpa istirahat dan untuk kelompok putri 2x15 menit tanpa istirahat.
  4. Pertukaran tempat/gawang dapat dilakukan setelah waktu istirahat dan dilakukan lemparan permulaan dari titik tengah lapangan permainan.
  5. Waktu yang hilang karena penghentian permainan harus ditambah ½ waktu permainan  yang bersangkutan (time added), lama waktu tambahan ditentukan oleh kebijaksanaan wasit atau dewan wasit.
  6. Jika sebelum istirahat atau sebelum permainan berakhir, diadakan lemparan bebas atau hukuman dan wasit telah memberikan tanda untuk melakukan lemparan itu, maka hasil lemparan itu harus ditunggu meskipun waktu permainan itu lewat.
  7. Jika suatu permainan diakhiri sebelum waktunya dan pemain-pemain belum meninggalkan lapangan, maka wasit harus menyuruh bermain lagi dengan suatu tanda peluit. Dalam hal ini permainan dimulai dengan lemparan wasit pada titik tengah lapangan permainan.
  8. Jika babak pertama diakhiri sebelum waktunya dan pemain-pemain telah meninggalkan lapangan, maka oleh wasit waktu yang ditetapkan harus dugunakan sebagai istirahat kemudian regu-regu mulai bermain dibagian tempat seperti pada permulaan pertandingan.
  9. Dengan lemparan wasit seperti diatas tadi, permainan dimulai dan jika waktu kekurangan bermain dalam babak pertama itu lewat, maka permainan itu dihentikan/regu bertukar gawang dan dengan tidak istirahat babak kedua dimulai dengan biasa.
  10. Jika karena permainan berakhir dengan keadaan yang sama harus dilangsungkan sampai ada keputusan, maka sesudah istirahat 5 menit dan mengadakan undian baru, diadakan tambahan permainan 2x20 menit dengan dilakukan pertukaran tempat permainan. Tambahan-tambahan adalah 2x5 menit. Jika sudah kedua tambahan waktu belum ada juga tercapai ketentuan, maka pertandingan diadakan lagi pada hari yang ditentukan.

Aturan lainnya:

Tata Cara Pertandingan Bola Tangan

handball
Sebelum pertandingan dimulai, sebaiknya setiap pemain ataupun wasit mengetahui hal-hal apa saja yang perludiperhatika. Berikut ini tata cara pertandingan bola tangan pada saat bertanding:
  1. Dalam permainan olahraga bola tangan, tiap regu terdiri dari 12 pemain.
  2. Dalam suatu pertandingan setiap regunya paling sedikit harus ada 8 orang pemain sampai akhir waktu bermain, jumlah ini dapat ditambah sampai dengan 11 pemain. Jadi banyaknya pemain suatu ragu dalam pertandingan menjadi kurang dari 8, maka permainan diteruskan.
  3. Apabila salah satu regu tidak memenuhi jumlah pemain maka wasit dapat mengakhiri pertandingan.
  4. Permainan bola tangan dimainkan oleh regu masing-masing regu terdiri dari 7 pemain yang berada dilapangan.
  5. Setiap pemain yang memasuki dan meninggalkan lapangan permainan di saat pertandingan berlangsung, harus seizin wasit. lemparan bebas  dapat dijalankan pada tempat dimana pemain itu dengan aktif mencampuri permainan, atau ditempat yang ditinggalkannya. Seorang pemain yang meninggalkan lapangan permainan dengan kelakuan tidak sportif, tidak diperkenankan kembali bermain untuk sisa  waktu permainan.
  6. Pemain suatu regu yang ada di dalam lapangan harus berpakaian seragam, sedangkan penjaga gawang harus dapat membedakan dirinya dengan jelas dari pemain-pemain lainnya.
  7. Jika para pemain memiliko nomor punggung 1-11, maka penjaga gawang diberi no 1. Nomor harus berukuran tinggi kira-kira 20 cm dan terlihat jelas pada pakaian. 
  8. Setiap pemain harus bersepatu dan berseragam serta bernomor punggung/ dada. 
  9. Pemain dilarang memakai sepatu spikes, sepatu dop yang tajam, sepatu dengan kait, gelang tangan, arloji tangan, cincin, dan kacamata tidak bermontur.
  10. Wasit harus memeriksa seluruh pemain sebelum permainan di mulai. Segala hal yang melanggar peraturan maka harus deperbaiki karena bila tidak begitu maka pemain tidak diijinkan untuk ikut dalam pertandingan.

Aturan lainnya:

Peraturan Bola Tangan: Tim, Pergantian Pemain, dan Perlengkapan

Kaos tim olah raga
Permainan 7 lawan 7 termasuk satu penjaga gawang.
  • Pada saat awal permainan, jumlah pemain dalam sebuah tim adalah maksimal 5 orang.
  • Jumlah Official selama permainan berlangsung adalah maksimum 4 orang. Penjaga gawang dapat bermain dalam lapangan setiap saat demikian pula bagi setiap pemain di lapangan dapat menjadi penjaga gawang setiap saat.

Pergantian pemain
  • Bebas (berkali-kali di daerah pergantian/garis pergantian)
  • Pemain yang digantikan harus sudah meninggalkan lapangan terlebih dahulu.
  • Pemain yang melakukan pelanggaran akan terkena skors 2 menit untuk pemain tersebut
  • Ada tambahan skors 2 menit apabila pemain tersebut di atas melanggar kembali
  • lemparan bebas bagi lawan.

Nomor kaos 
  • Kaos atau seragam bernomor 1-20 dengan karakteristik bagian belakang 20cm dan depan 10cm.
  • Semua pemain yang berperan sebagai penjaga gawang dalam tim harus menggunakan wama yang sama, warna yang dapat dibedakan dari pemain lapangan dari kedua tim dan penjaga gawang dari tim lawan.

Daerah Pergantian Pemain

Daerah pergantian pemain adalah masing-masing berukuran 4,5 m dari garis tengah. Tempatnya sesuai dengan area tim pada waktu bertanding. Contohnya kalau tim A di sebelah kanan maka tim tersebut akan melakukan pergantian di area sebelah kanan dari garis tengah, begitu sebaliknya.


Sumber: http://bolatangan.or.id/: "Peraturan Bola tangan"

Aturan lainnya:

Peraturan Bola Tangan: Waktu Bermain, Bel Akhir & Time Out

time out
Waktu permainan

Waktu permainan dalam olahraga permainan bola tangan dibedakan menurut usia, yakni:
  • Usia 16 tahun atau lebih: 2 x 30 menit
  • Usia 12 - 16 tahun: 2 x 25 menit
  • Usia 8-12 tahun: 2 x 20 menit
  • Waktu Isfirahat: 10 menit
  • Overtime (Setelah istirahat 5 menit dari waktu pergantian normal), 2 x 5 menit dengan istrihat antar babak 1 menit.

Adu penalty untuk menentukan pemenang:

  • Lemparan dari garis 7m
  • Pelempar 5 orang pemain (kiper bisa dipilih bebas) dan pemain yang terkena diskualifikasi / dikeluarkan dapat berpartisipasi
  • wasit menentukan gawang yang di pakai
  • wasit melakukan lempar koin dan team pemenang memilih akan melempar pertama atau terakhir
  • Time Out normal 1 menit 1 x setiap paruh waktu tiap tim.

Sumber: http://bolatangan.or.id/: "Peraturan Permainan Bola Tangan"

Aturan lainnya:

Pokok-pokok Peraturan Permainan Bola Tangan

Permainan Bola Tangan
Dalam permainan bola tangan, terdapat beberapa pokk aturan yang mesti diketahui oleh setiap pemain . Berikut ini daftarnya:


1. Jumlah Pemain - Permainan bola tangan dimainkan oleh dua regu, masing-masing regu terdiri dari 7(tujuh)orang pemain.

2. Ukuran lapangan - Ukuran lapangan bola tangan adalah: panjang 40 meter dan lebar 20 meter. Sedangkan untuk ukuran gawang adalah: tinggi 2 meter dan lebar 3 meter.

3. Lama permainan
  • Putra: 2 x 35 menit, istirahar 10 menit
  • Putri  2 x 30 menit, istirahar 10 menit

4. Kiper - berikut ini hal-hal yang boleh dilakukan oleh seorang keper:
  • Membawa lari bola di dalam daerah kiper.
  • Keluar daerah kiper, tetapi kehilangan haknya sebagai kiper.
  • Menahan bola dengan semua bagaian badan.
  • Menendang bola sebelum disentuh.

5. Daerah kiper
  • Hanya untuk kiper, pemain lain tidak boleg masuk.
  • Pemain penyerang boleh menembak sambil melayang di atas daerah kiper, tetapi bola sudah harus di lepas sebelum kaki mendarat.
  • Bola yang berada di daerah kiper menjadi kekuasaaan kiper.

6. Pelanggaran-pelanggaran
  • Membawa bola lebih dari tiga langkah.
  • Memegang bola lebih dari tiga detik.
  • Melempar bola ke atas, kemudian ditangkap lagi sebelum bola menyentuh pemain lain.
  • Menyentuh bola dengan tungkai bawah.
  • Dengan sengaja me;empar boa ke lawan.
  • Memasuki daerah kiper.
  • Memukul, menarik, mendorong, menjauhkan lawan.
  • melakukan segala tindakan yang menurut wasit merugikan

Sumber: Blog Guru Penjasorkes

Aturan lainnya:

Teknik Dasar Permainan Bola Tangan Lengkap

Dalam Permainan Bola Tangan, terdapat beberapa teknik yang harus dikuasai oleh seorang pemainnya. Beberapa teknik tersebut meliputi: Teknik Dasar Menembak, Teknik Menghadang Lawan, dan Teknik Menggiring atau Memantul-mantulkan Bola. Berikut ini penjelasnnya...


Teknik Dasar Menembak

1. Menembak setinggi bahu
menembak setinggi bahu
  • Berdiri dengan kedua kaki agak dibuka ke samping dan bahu menghadap ke arah lemparan.
  • Tangan yang memegang bola diletakkan sedikit di atas bahu dengan siku ditekuk.
  • Gerakan dilakukan dengan meluruskan lengan atas ke depan atas. Bersamaan dengan itu bola dilepaskan dari telapak tangan dan dibantu oleh pergelangan tangan.
2. Menembak dari samping
  • Teknik ini dilakukan dari samping badan.
  • Posisi bola terletak di antara bahu dan pinggang.
3. Menembak dari bawah lutut

Teknik ini di awali dengan merendahkan kedua lutut dan posisi kaki melangkah. Bola ditembakkan dari arah samping badan melewati bawah lutut.

4. Teknik menembak sambil melompat
Teknik menembak sambil melompat


Teknik ini diawali dengan lompatan ke atas, kemudian diikuti tembakan ke arah sasaran gawang.


Latihan Menembak ke Gawang
  1. Menembak ke arah gawang dari luar Garis Daerah Lawan.
  2. Menembak ke arah gawang sambil melayang di atas Garis Daerah Gawang.
  3. Teknik ini dilakukan dengan gerak awal 3 langkah, kemudian pemain menembakkan bola ke arah gawang sambil melayang di atas Garis Daerah Gawang.


Teknik Menghadang Lawan

Teknik mengahadang lawan adalah gerakan yang dilakukan untuk mencegah lawan bergerak maju, mengoper bola pada teman main, dan memasukkan bola ke keranjang.

Seorang pemain dapat melatih teknik ini yang diawali dengan sikap berdiri, kedua lutut direndahkan dan kedua kaki dibuka selebar bahu. Pandangan mengarah ke depan atau ke bola yang dikuasai lawan. Kedua tangan merentang selebar bahu dan berat badan dibawa ke depan. Pada saat yang tepat dan ada kesempatan dapat dilanjutkan dengan gerak merebut bola.

Untuk menghadang lawan dapat dilakukan dari arah depan, belakang, dan samping. Teknik menghadang lawan dapat dilakukan dengan tiga cara sebagai berikut:

1. Menghadang lawan dari depan.
  • Kedua kaki sedikit dibuka dengan kedua lutut agak direndahkan.
  • Berat badan dibawa ke depan (badan condong).
  • Kedua tangan direntangkan dan pandangan tertuju pada lawan yang menguasai bola.
2. Menghadang lawan dari belakang. Teknik ini dapat dilakukan dengan cara mengambil posisi di belakang lawan yang menguasai bola.

3. Menghadang lawan dari samping. secara teknik gerakannya sama tetapi dilakukan dengan posisi samping lawan yang manguasai bola


Teknik Menggiring atau Memantul-mantulkan Bola 

Menggiring bola merupakan suatu usaha untuk mendekat pada teman maupun ke gawang lawan sehingga lebih mudah untuk melakukan tembakan. Yang perlu diperhatikan dalam memantulkan atau menggiring bola adalah :
  • Jika bola dipantulkan dengan tangan kanan, maka posisi kaki kiri depan, begitu sebaliknya.
  • Bola dipantulkan di depan agak ke samping.
  • Saat memantulkan pergelangan tangan tidak kaku (elastis).
  • Memegang atau membawa bola tidak lebih dari tiga langkah.

Bentuk latihan memantul-mantulkan bola:

1. Latihan memantulkan bola dengan berlatih tanpa rintangan
  • Lakukan latihan memantulkan bola sambil berlari ± 15 meter, kemudian kembali ke tempat semula. Lakukan secara bergantian
2. Latihan memantulkan bola dengan pola zig-zag
  • Buatlah rintangan 5 (lima) tiang dengan jarak 1,5 meter.
  • Lakukan memantulkan bola berkelok-kelok melewati tiang tersebut.
  • Pada awalnya dapat dilakukan dengan berjalan atau lari pelan-pelan.
  • Latihan di tingkatkan dengan berlari cepat dan di ulang beberapa kali.

Sumber: Blog Guru Penjasorkes

Aturan lainnya:

Peraturan Permainan Bola Tangan

 Bola Tangan
Permainan bola tangan adalah gabungan dari permainan bola basket dengan sepak bola. tentu saja peraturannyapun hampir sama dengan kedua olahraga tersebut. Bola dimainkan hanya dengan tangan untuk dimasukkan ke dalam area goal seperti pada sepak bola.

Dalam bola tangan, lama pertandingan adalah:
  • Bola tangan putra: 2 X 30 menit dengan waktu istirahat 10 menit
  • Bola tangan putrid: 2 X 25 menit dengan waktu istirahat selama 10 menit
Sementara, untuk wasit dalam pertandingan bola tangan dipimpin oleh dua orang wasit. Kedua wasit mempunyai wewenang yang sama dibantu dengan seorang pencatat waktu.


Peraturan cara bermain permainan bola tangan

Cara memainkan bola
  • Pemain boleh menghentikan, menangkap, melempar, dan menyentuh bola dengan tangan, kepala, badan, paha, dan lutut.
  • Membawa bola paling banyak tiga langkah dan bola harus dipantulkan.
  • Menahan bola paling lama 3 detik.

Aturan bermain di daerah gawang
  • Penjaga gawang bebas bergerak di daerah gawang.
  • Pemain yang menyerang memasuki daerah gawang hukumannya lemparan bebas.
  • Pemain bertahan memasuki daerah gawang hukumannya lemparan 14 m.
  • Bola di daerah gawang hak penjaga gawang.

Mengembalikan bola ke daerah gawang
  • boleh melempar bola memasuki gawang;
  • tidak boleh menahan bola lebih dari 3 detik;
  • boleh membawa bola dengan berjalan di daerah gawang;
  • lemparan sudut kalau bola keluar.

Aturan untuk penjaga gawang
  • Boleh melempar bola dengan segala cara.
  • Tidak boleh menahan bola lebih dari 3 detik.
  • Boleh membawa bola dengan berjalan di daerah gawang.
  • Tidak boleh membawa bola keluar dari gawang.

Terjadinya gol
  • Gol terjadi apabila seluruh proyeksi bola melewati garis gawang.
  • Apabila terjadi gol permainan dimulai dari tempat lemparan permulaan.

Offside
  • Untuk regu bertahan, apabila di daerah offside terdapat lebih dari 7 pemain termasuk penjaga gawang, sedangkan bola dalam penguasaan regu yang bertahan.
  • Untuk regu penyerang, apabila di daerah offside terdapat lebih dari 6 pemain, sedangkan bola dalam penguasaan regu penyerang.

Sumber: http://www.olahragakesehatanjasmani.com/2014/10/peraturan-permainan-bola-tangan.html

Aturan lainnya:

Ukuran Bola pada Permainan Bola Tangan

 Bola Tangan
Bola tangan adalah olahraga beregu di mana dua regu dengan masing-masing 7 pemain (6 pemain dan 1 penjaga gawang) berusaha memasukkan sebuah bola ke gawang lawan. Permainan ini mirip dengan sepak bola, tapi cara memindahkan bola adalah dengan tangan pemain, bukan kaki. Sebuah pertandingan bola tangan dibagi menjadi dua babak yakni 2X30 menit dengan istirahat 10 menit (putra) dan 2X25 menit dengan istirahat 10 menit (putri).

Bentuk bola yang digunakan dalam bola tangan adalah bulat dengan hanya satu warna. Bagian luar bola terbuat dari kulit, karet atau bahan lain yang sesuai. Bola tangan mempunyai tekstur berbintik (tidak licin dan tidak mengkilap dan Tekanan udara di dalam 6 lbs).

Ukuran bola:
  • Pria dewasa dan remaja putra 16th ke atas : 58-60 cin / 425-475 gr (IHF3)
  • Wanita dewasa, remaja putri diatas 14th, remaja pria 12-16th : diameter 54-56 cm  dan berat 325-375 gr (IHF 2)
  • Anak putri 8-14th dan anak putra 8-12th : diameter 50-52 cm dan berat 290-330 gr (IHF 1)

Aturan lainnya:

Gambar & Ukuran Lapangan Bola Tangan Lengkap

Permainan bola tangan adalah salah satu cabang olahraga yang menggunakan bola sebagai medianya. Bentuk lapangan mirip dengan lapangan olahraga Bola Sepak, namun perbedaan terletak dengan cara menggunakan bola. Permainan ini mirip dengan sepak bola, tapi cara memindahkan bola adalah dengan tangan pemain, bukan kaki.

Lapangan bola tangan berukuran 40 m x 20m dengan garis pemisah di tengah dan gawang di tengah kedua sisi pendek. Di sekeliling gawang dibuat garis untuk menandai daerah yang hanya boleh dimasuki penjaga gawang. Bola yang digunakan lebih kecil dari bola sepak. Handball dimainkan selama 2 x 30 menit. Penalti dilakukan dari jarak 7 meter.


Ukuran Lapangan Bola Tangan lengkap:
Lapangan Bola Tangan
  • Panjang lapangan:  40 meter.
  • Lebar lapangan: 20 meter.
  • Tinggi gawang: 2 meter.
  • Lebar gawang: 3 meter.
  • Jarak daerah lemparan bebas (free throw) yaitu 9 m.
  • Jarak daerah/garis goal (Goal line) : 6m
  • Garis untuk melakukan penalti (tembakan langsung ke gawang) : 7 meter.

Aturan lainnya:

Sejarah Singkat Bola Tangan (handball)

Bola Tangan (handball)
Bukti telah lamanya olahraga permainan bola tangan adalah bahwa perempuan Romawi kuno telah memainkan versi handball dengan sebuta expulsim ludere. Ada catatan dari permainan seperti handball di abad pertengahan di Perancis, di antara Inuit di Greenland. Pada abad ke-19, ada permainan serupa seperti håndbold dari Denmark, házená di Republik Ceko, hádzaná di Slovakia, handbol di Ukraina, dan torball di Jerman.

Permainan tim handball saat ini telah dikodifikasikan pada akhir abad ke-19 di utara Eropa -primarily di Denmark, Jerman, Norwegia dan Swedia. Set tertulis pertama dari aturan tim handball diterbitkan pada tahun 1906 oleh guru olahraga Denmark, letnan dan peraih medali Olimpiade Holger Nielsen dari sekolah dasar utara Ordrup dari Copenhagen, Jerman. Aturan modern diterbitkan pada tanggal 29 Oktober 1917 oleh Max Heiser, Karl Schelenz, dan Erich Konigh dari Jerman. Setelah tahun 1919 aturan ini ditingkatkan oleh Karl Schelenz. Permainan internasional pertama yang bermain di bawah aturan-aturan ini, antara Jerman dan Belgia untuk pria pada tahun 1925 dan antara Jerman dan Austria untuk perempuan pada tahun 1930.

Pada tahun 1926, Kongres Amatir Federasi Atletik Internasional menominasikan sebuah komite untuk menyusun aturan internasional untuk bola tanga (handball). The International Amateur Handball Federation (IAHF) dibentuk pada tahun 1928, dan International Handball Federation (IHF) dibentuk pada tahun 1946.

Permainan bola tangan pria dimainkan di Olimpiade Berlin tahun 1936. Selama beberapa dekade berikutnya, permainan bola tangan dalam ruangan berkembang dan berevolusi di negara-negara Skandinavia. Olahraga ini kembali muncul ke panggung dunia sebagai tim bolatangan untuk Olimpiade 1972 di Munich. Tim bola tangan perempuan ditambahkan pada Olimpiade 1976 di Montreal. Karena popularitasnya di kawasan itu, negara-negara Eropa Timur menyempurnakan acara menjadi kekuatan dominan dalam olahraga ketika diperkenalkan kembali.

The International Handball Federation menyelenggarakan kejuaraan dunia laki-laki pada tahun 1938 dan setiap empat (kadang-kadang tiga) tahun dari Perang Dunia II untuk tahun 1995. Sejak kejuaraan 1995 dunia di Islandia, kompetisi dilakukan setiap dua tahun. Kejuaraan dunia perempuan telah dimainkan sejak tahun 1957. IHF juga menyelenggarakan kejuaraan dunia perempuan dan junior laki-laki. Pada bulan Juli 2009, IHF mencatat 166 anggota federasi - sekitar 795.000 tim dan 19 juta pemain. (Sumber: Wikipedia)

Aturan lainnya: